You Are My Regret

You Are My Regret
Extra part 5


__ADS_3

Raymond memandangi tubuh Angel yang makin menjauh padahal keadaan jalanan begitu sepi tapi Angel seolah tak takut sama sekali "SIAL" umpat Raymond memukul kemudinya dan bergegas mengejar langkah Angel


Raymond yang panik mencoba mengejar Angel yang sedang berjalan dengan langkah cepat padahal bisa saja ia tetap mengejar menggunakan mobil tapi seolah ia lupa kalau ia juga membawa mobil dan tak ada larangannya menyusul ange menggunakan mobil


saat langkah Raymond makin dekat dengan Angel yang memang berjalan perlahan sedangkan Raymond melangkahkan kakinya lebar dan membuat jarak mereka makin terkikis, sayup-sayup Raymond mendengar suara yang terasa asing untuknya membuat Raymond makin mendekat


"hiks hiks hiks" Raymond mendengar suara tangis seseorang


"apa itu suara angel" gumam Raymond


Raymond makin mendekat dan ia baru mulai sadar kalau itu memang suara tangisan angel


Raymond tak menyangka jika wanita sekuat angel bisa menangis seperti wanita lain padahal ia kira angel tak bisa menangis karena menurutnya angel adalah wanita yang kuat jika mendengar dari cerita orang-orang tentang Angel


lama Raymond mengikuti Angel yang terus menangis, ingin rasanya Raymond menghentikan tangis itu tapi ia tak tahu bagaimana caranya


"hiks hiks hiks" Angel berjongkok sambil menangkup kedua wajahnya dan kembali menangis di sana


Raymond berdiri di hadapan Angel "kenapa kamu menangis" tanya Raymond dengan suara lirih


angel yang mendengar suara Raymond mendongak dan menatap sengit ke arah Raymond "kenapa kamu mengikuti ku" sinis Angel


"aku khawatir padamu angel" balas Raymond


"tidak perlu khawatir denganku" Angel berdiri dan mengusap wajahnya dengan kasar "aku bisa mengurus diriku sendiri" Angel kembali melangkah menjauhi Raymond


Raymond langsung menahan tangan Angel "jangan selalu berusaha kuat jika ternyata kamu tidak sekuat itu angel, kamu bisa berbagi dengan yang lain jika kamu tidak sanggup" ucap Raymond mencoba membuat Angel tersadar kalau ia tidak harus menanggung bebannya seorang diri


"hiks hiks hiks " angel kembali menangis dan Raymond langsung memeluk tubuh Angel


"menangislah untuk mengurangi sesak yang kamu rasakan" Raymond membiarkan angel terus menangis dalam pelukannya agar Angel bisa sedikit lebih lega


***


Raymond dan Angel berjalan kembali ke arah mobil Raymond yang sempat mereka tinggalkan begitu saja


"apa rencanamu perihal Christian" tanya Raymond ingin tahu apa yang di rencanakan oleh Angel untuk mengatasi masalahnya perihal ia yang akan di paksa menikah dengan Christian

__ADS_1


"aku akan membicarakannya dengan christian besok" balas Angel


"bagaimana jika keluarga kalian tetap memaksa kalian untuk menikah" tanya Raymond lagi


"biar christian yang memikirkannya " balas Angel dengan santai


"gimana kalau keluarga kalian tetap kekeh kalian menikah" tanya Raymond lagi saking penasarannya karena angel tak menjawab secara gamblang pertanyaannya


Angel memicingkan matanya ke arah Raymond "kenapa kamu jadi peduli sekali dengan aku dan christian " heran angel


"ya kali aja aku bisa bantu kamu" balas Raymond


"gak ada yang bisa kamu bantu, keluargaku dan christian adalah keluarga yang kolot kalau memang aku di paksa menikah dengan christian ya sudah menikah saja, kita bisa menjalani pernikahan seperti saat kita bertunangan, aku tidak akan memaksa christian untuk hidup denganku dan harus berjauhan dari anak-anaknya" balas Angel apa adanya


"kenapa kamu sesantai ini sih" heran Raymond


"aku terbiasa hidup antara kematian dan kehidupan jadi hal seperti ini bukan hal memusingkan untukku, kalau memang harus begitu ya sudah mau bagaimana lagi " balas Angel apa adanya


Raymond tak menyangka kalau angel adalah orang yang begitu hebat dan sangat membuat Raymond makin terkesan akan pribadi Angel


Angel mendengar gerutuan Raymond dan menatap Raymond dengan khawatir saat Raymond mencengkeram dadanya dengan kuat "kamu kenapa" angel menyentuh dada Raymond yang sedang Raymond sentuh


"ada apa Raymond, apa dadamu sakit, ayo kita ke rumah sakit kalau kamu sakit" Angel membantu memapah Raymond berjalan menuju mobilnya yang sudah dekat


Angel membantu Raymond duduk di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman untuk Raymond "kamu duduk di sini kuat kan Raymond, aku akan membawamu ke rumah sakit secepatnya " tanya Angel sebelum ia pindah ke kursi kemudi di bagian depan


Raymond masih memegang dadanya dan itu makin membuat Angel panik "ayo ngomong Ray jangan bikin aku panik" tanya Angel lagi


Raymond memegang tangan Angel dan mengarahkan ke dadanya "sepertinya ini kurang baik karena terlalu berdebar" ungkap Raymond dengan suara bergetar


Angel meraba dada Raymond "aduh aku gak tahu ini baik-baik saja atau tidak, aku bukan dokter Ray" Angel yang makin panik malah mendekatkan telinganya ke dada Raymond untuk mendengar debaran jantung Raymond "tapi ini emang keras banget, ayo ke rumah sakit saja" Angel menjauhkan wajahnya dari dada Raymond berniat keluar dari mobil agar bisa pindah ke kursi kemudi


"sreeet" angel tertarik ke belakang karena ulah Raymond "ayo kita ulang yang tadi siang" Raymond mendekatkan wajah angel ke arahnya


Raymond memiringkan wajahnya dan melahap bibir ranum milik Angel. Ciuman yang awalnya biasa kini lama-kelamaan makin menuntut saat angel membalas ciuman Raymond


saat di rasa mereka kehabisan nafas Raymond menyudahi kegiatan mereka "ayo kita ke hotel " ajak Raymond dengan deru nafas memburu

__ADS_1


angel yang sudah terhipnotis dengan perbuatan Raymond hanya mengangguk mengiyakan ajakan Raymond tanpa memikirkan kelanjutan dari apa yang akan mereka lakukan kali ini


***


Angel mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit karena Raymond terus mencoba memasuki miliknya tetapi berulang kali harus gagal


"ah aku harus bisa" Raymond berusaha dengan kuat dan akhirnya Raymond bisa masuk sempurna ke dalam inti milik Angel


"cup" Raymond mengecup kening Angel saat keduanya sudah sama-sama sampai pada ******* yang begitu indah bagi keduanya "Terima kasih untuk malam ini" bisik Raymond di telinga Angel


"emmm" Angel hanya membalas dengan deheman apa yang Raymond ucapkan


Raymond beranjak dari tidurnya dan mulai membuka selimut karena ingin ke kamar mandi "akhhh darah angel" teriak Raymond begitu panik saat melihat ada bercak darah di atas sprei berwarna putih


Angel melirik sekilas ke arah pandangan Raymond "jangan berteriak Ray, itu hanya selaput dara ku yang pecah karena ulahmu tadi jadi jangan terus berteriak, aku sedang mengondisikan diriku yang masih merasa perih di bawah sana" balas Angel dengan santai


Raymond menatap Angel tak percaya "kamu masih segel angel" tanya Raymond


"sekarang sudah tidak lagi, kan kamu sudah membobolnya tadi" balas Angel dengan santainya


Raymond langsung memeluk Angel dan menciumi wajah Angel bertubi-tubi


"apaan sih Ray" kesal Angel yang merasa risih dengan tingkah Raymond


"aku sekarang punya cara buat bikin kamu gak nikah sama christian " ucap Raymond memberikan usul


"emang gimana" tanya Angel


"kamu hamil anakku maka kamu gak akan di paksa menikah dengan christian dan kakak iparku pasti membantu kita untuk menikah" balas Raymond


"menikah, kita" beo Angel


"iya, makanya ayo kita bikin Raymond junior secepatnya " ajak Raymond kembali menggempur angel tanpa ampun


Mulai baca karya Nerissa Ningrum yang terbaru ya, "Ajari Aku Mencintaimu"


semoga novel Nerissa yang baru bisa di Terima dengan baik

__ADS_1


__ADS_2