You Are My Regret

You Are My Regret
Perubahan


__ADS_3

Mommy Qiran masih menangis haru akan kado yang di siapkan putrinya untuknya "anak mommy benar-benar hebat" mommy Qiran menciumi wajah Edeline dengan sayang


"Edeline" panggil lucas langsung saja memeluk adiknya "kakak merindukanmu" ucap Lucas merasakan rindu teramat besar pada adiknya


"bukannya kakak seneng yang gak ketemu adik bebal kaya Edeline" protes Edeline


Lucas mencubit pipi Edeline "biar bebal kamu tetap adik kesayangan kakak" balas Lucas


"iya adik kesayangan, orang adik kakak cuma satu" ledek Edeline


"edeline "panggil Daddy Jay dengan suara bergetar


"daddy" Edeline langsung saja berlari memeluk daddy jay "Edeline kangen Daddy" kini Edeline sudah tak bisa menahan tangisnya sebab keluarganya masih sangat menyayanginya padahal ia kira keluarganya akan mengabaikannya saat datang


"Daddy juga kangen kamu sayang" balas Daddy jay masih memeluk putrinya


mommy Qiran dan Lucas ikut bergabung saling memeluk membuat semua yang ada di sana ikut menangis haru akan keluarga yang saling menyayangi itu


setelah acara kangen-kangenan, jamuan makan malam pun di mulai dengan menyayikan lagu ulang tahun dan meniup lilin di kue yang di buat Edeline  lalu memotong kue serta membaginya ke para tamu undangan


"wah enak kuenya edeline" ucap tante mika yang begitu menyukai rasa kue buatan Edeline


"iya, ini enak banget Edeline" sahut mama Lensi


Edeline begitu senang kue buatannya di puji "itu resep tetangga Edeline yang dua rumah dari rumah kamu" sahut Edeline memberi tahu dari mana asal resep kue buatan Edeline


"kamu di ajarin tetangga kamu Edeline" Kinasih tak menyangka Edeline bergaul dengan para tetangga


"iya, tetangga aku baik-baik loh, ada yang ajarin berkebun, ada yang ajrin masak semur, ada yang jarin masak rendang terus ada juga yang ajarin bikin kue, pokomya banyak deh" Edeline begitu senang saat menceritakan kebaikan tetangganya


"Edeline kita sudah berubah ya, gak manja lagi dan bisa berbaur gak seperti dulu yang susah bergaul" ucap Ayah Adrian


"ya kan sekarang Edeline sudah jadi penghuni sana jadi harus berbaur dong, di sana kan jarak rumahnya lebih dekat jadi lebih sering ketemunya beda sama di sini yang rumahnya jauh-jauh dan pada sibuk-sibuk" jelas Edeline

__ADS_1


"Daddy senang sekarang kamu jadi wanita yang lebih baik" Daddy Jay menoleh ke arah Jonathan "terima kasih sudah membimbing anak kami Jo" ucap Daddy jay merasa perubahan Edeline begitu baik dan ia sangat berterima kasih pada Jonathan


"saya gak ngapa-ngapain kok tuan, pada dasarnya Edeline memasang baik jadi saya gak perlu berusaha terlalu keras untuk merubahnya dan membiarkannya apa adanya saja" balas Jonathan


Daddy Jay berdehem membuat atensi semua orang tertuju padanya "ada yang mau Daddy bicarakan Edeline" ucap Daddy Jay  dengan berat hati


"gini sayang" Daddy Jay nampak ragu saat akan bicara


"ada apa dad" Edeline jadi penasaran  akan apa yang ingin di bicarakan Daddy nya


"kemarin Reagen nemeuin Daddy dan bilang merasa bersalah karena buat kamu nikah dengan orang yang gak kamu cintai" ucap Daddy Jay yang begitu berat melanjutkan ucapannya


"Dan dia juga meminta maaf dan ingin menebusnya ke kamu" ucap Daddy Jay


"menebus yang bagaimana dad" tanya Edeline


"kakak akan menikahi kamu, jadi kamu bisa bercerai dari om Jonathan " sahut Reagen


"apa!" Edeline dan Jonathan terlonjak kaget akan ucapan Reagen


"terus kenapa daddy gak tanya dulu ke aku saat memintaku menikah dengan suamiku" tanya Edeline yang kini matanya sudah mulai berkaca-kaca dan air mata itu mulai turun dengan bebasnya


"Daddy memang salah Edeline, Daddy minta maaf sayang" ucap Daddy Jay menundukan kepalanya


Mommy Qiran mengusap kepala Edeline "Reagen bilang gak masalah dengan kamu yang berstatus janda jadi kalian tetap bisa menikah sayang" tukas Mommy Qiran


Edeline menatap semua orang yang sepertinya mendukung keinginan Reagen membuat Edeline memejamkan matanya erat


Edeline menoleh ke arah Jonathan "mas rela pisah sama aku" tanya Edeline


Jonathan yang sedari tadi menunduk hanya menggelengkan kepalanya " tidak" balas Jonathan dengan suara lirih membuat senyum Edeline langsung terbit seketika


"jangan keterlaluan jo, Anak aku pantas mendapatkan yang lebih baik dari kamu" kesal mommy Qiran pada Jonathan yang tidak mau berpisah dari anaknya

__ADS_1


"mom" tegur Lucas tak ingin mommy nya marah pada Jo karena wajar jika jo tidak ingin berpisah dari istrinya


"kenapa kalian jadi seenaknya gini" Edeline menatap tajam ke arah kedua orang tuanya "dulu kalian yang memaksaku menikah, jangan lupakan itu" ucap Edeline dengan suara  lantangnya


"Edeline " panggil Mommy Qiran dengan suara lirih


"dulu aku diam saja di paksa menikah karena kalian orang tuaku dan kalian masih punya hak penuh atas diriku, tapi tidak dengan sekarang" Edeline menggenggam tangan Jonathan "sekarang dia suamiku dan aku tanggung jawabnya bukan tanggung jawab kalian lagi jadi kalian tidak berhak sama sekali memintaku bercerai" ucap Edeline dengan tegasnya


"tapi usia kalian terlalu jauh Edeline" bujuk mommy Qiran yang ingin Edeline berpisah dari Jonathan apalagi Reagen sudah setuju menikahi Edeline


"kenapa saat nikahin aku dulu gak mikir gitu " balas Edeline telak


Edeline menarik tangan Jonathan "lebih baik kita pergi mas" ajak Edeline


"kalau kamu pergi, mommy akan pecat Jo dari perusahaan mommy" ancam Mommy Qiran


"mom" Daddy Jay tentu tidak setuju dengan keputusan istrinya yang ingin memecat Jonathan karena jelas ini bukan kesalahan Jonathan tapi karena keputusannya


Edeline menoleh dan menatap nanar wanita yang melahirkan "mommy mengancamku" tanya Edeline dengan suara bergetar


"mommy gak ngancam edeline, mommy cuma kasih pilihan sama kamu balik ke keluarga kita dan kamu bisa nikah dengan cinta pertama kamu atau tetap sama suami kamu dan jadi gelandangan"  balas Mommy Qiran dengan nada penuh ancaman


Edeline tidak percaya akan mommya, Edeline berkali-kali mengusap pipinya "ya sudah pecat saja, nanti suamiku bisa cari kerjaan di tempat lain" balas Edeline tak mau ambil pusing toh suaminya pria pekerja keras jadi banyak tempat lain yang mau menerimanya bekerja


"akan mommy blacklist dia" tunjuk mommy Qiran pada Jonathan yang akan menutup akses jontahan untuk bekerja di tempat lain


"ya sudah biar aku yang kerja saja, nanti Edeline yang ngehidupin mas Jo dan anak kita nanti dan akan edeline bilang ke cucu mommy  nanti pas dia lahir kalau dia hidup susah gara-gara neneknya!" teriak Edeline meluapkan amarahnya


Jonathan mengusap punggung Edeline "tenang Edeline, jangan marah-marah itu gak baik buat kandungan kamu" Jonathan menasehati istrinya agar tidak marah-marah karena tidak baik untuk Edeline dan anak mereka jika Edeline sampai emosi berlebihan


"DEG" jantung mommy Qiran seakan berhenti saat itu juga, saat mendengar ia akan mempunyai cucu


"mau pulang mas" pinta Edeline dengan nada rengekan

__ADS_1


"ayo sayang" Jonathan membawa Edeline menjauh sebab tak ingin istrinya stress di sana


__ADS_2