You Are My Regret

You Are My Regret
Honeymoon tertunda


__ADS_3

***


“aaaahhh emang paling nyaman kalau di rumah sendiri” gumam lensi menyandarkan bobot tubuhnya di sofa saat baru sampai apartemen


Tara duduk di samping lensi dan mengusap kepalanya “ terima kasih sudah repot mengurus qiran ya” ucap tara


Lensi memicingkan matanya ke arah tara “qiran bukan hanya temanmu mas, dia juga temanku” lensi tak suka dengan ucapan tara yang seolah-olah qiran hanya teman tara saja dan bukan temannya


Tara terkekeh akan reaksi lensi “iya sih, gak usah marah-marah” tara mencubit gemas hidung lensi


Lensi menabok tangan tara yang memainkan hidungnya “jangan kaya gitu mas, sakit” kesal lensi mengusap hidungnya yang merah akibat perlakuan tara


“oh ya, kata qiran buat ngerayain kelahiran anaknya, perusahaan di suruh libur satu minggu, karena acara pesta kelahiran anak qiran masih minggu depan, kita honeymoon yuk”ajak tara dengan semangat


Lensi menautkan kedua alisnya “honeymoon kemana? Kalau ke luar negeri males ah” balas lensi yang tak suka pergi ke luar negeri


Tara mengerutkan keningnya “malas kenapa?” Tanya tara penasaran


“gak suka aja, lebih pengen di Indonesia aja” balas lensi


“ya sudah, kamu maunya kemana mas nurut deh” tara akhirnya pasrah dengan kemauan lensi


Lensi langsung tersenyum sumringah “beneran nih mau nurut sama aku?” Tanya lensi


“iya” balas tara


Lensi langsung memeluk tara “terima kasih suamiku” hati tara jadi berbunga-bunga saat lensi mengucapkan kata itu padanya


***


Lensi mulai mengepak barang-barang yang akan ia bawa dengan begitu teliti “kamu bawa banyak amat sih pakaiannya” Tanya tara yang melihat lensi begitu banyak pakaian di kopernya


“gak banyak kok mas, aku Cuma bawa pakaian 4 setel saja “ lensi merapihkan pakaiannya dan menutup kembali kopernya


“kalau empat setel kok kopermu penuh gitu, koper mas saja ada pakaian kamu juga” heran tara dengan space dua koper yang mereka bawa adalah milik Lensi

__ADS_1


“oh, itu,mah banyakin lingeri “ lensi menatap tajam tara “ mas lupa ya, kalau setiap pakai itu pasti mas sobek, dan kalau sudah sobek, mas minta aku pakai lagi” Tanya lensi dengan santainya


Tara menggaruk tengkuknya yang tak gatal “ iya ya” tara baru ingat kelakuannya yang selalu berhasil membuat lensi kesal


“ya sudah yuk” tara membantu lensi membawa kopernya  dan lensi setia mengekor di belakang


Setelah tara meletakkan semua koper di bagasi mobil, tara bergegas masuk ke dalam mobil “yakin nih kita mau ke raja ampat” Tanya tara memastikan akan tujuan destinasi yang di pilih lensi sebagai tempat bulan madu


“iya lah yakin , sudah lama aku pengen ke sana tapi karena terlalu sibuk jadi gak jadi-jadi deh” balas lensi


“ya sudah deh kalau gitu” tara melajukan mobilnya menuju bandara dan akan bertolak ke papua untuk honeymoon selama 6 hari di sana


Perjalanan naik pesawat komersil memang cukup lama, tapi lelah itu serasa terbayar saat lensi menatap hamparan air laut yang begitu jernih di sana “kau sesuka itu ke sini” tara melingkarkan tangannya di pinggang lensi yang masih takjub akan pemandangan yang langsung tersaji saat mereka sampai di tempat mereka akan menginap


“iya” lensi menoleh ke arah tara dan mengecup kilas bibir tara


Tara pun menyambut pangutan itu dan mereka saling berpangutan dengan menggebu tak perduli saat mereka masih di depan kamar tempat mereka akan menginap dan belum masuk ke dalam yang mungkin saja akan ada orang yang melihat kelakuan mereka


“emang cocok kamu jadi anak wanita ****** makanya kelakuannya juga jalang” umpat seorang wanita muda meyita atensi lensi


Lensi yang merasa ucapan itu tertuju padanya, ia menoleh dan  menatap ke arah wanita yang tadi berucap padanya “jalang katamu?” lensi memicingkan matanya ke arah wanita tersebut


Tara Nampak bingung dengan obrolan lensi dengan wanita yang tidak ia kenal “siapa dia” tunjuk tara pada wanita yang menatap kesal dirinya


“bukan siapa-siapa mas, Cuma wanita yang suka mengambil barang orang lain” balas lensi dengan santainya


“hei!” teriak wanita tersebut tak terima dengan perkataan lensi yang jelas menghinanya


Lensi menatap tajam ke arah wanita itu “jangan ganggu urusanku dan aku tidak akan mengganggu urusanmu” lensi mengajak tara untuk masuk ke dalam kamar


“ah kau menggaet lelaki kaya untuk menuruti keinginanmu yang ingin hidup mewah, emang pantas sih kamu kan anak wanita ****** jadi pantas kamu juga jalang” umpat wanita tersebut


“jaga kata-katamu pada istriku!” bentak tara tidak terima jika lensi di hina oleh wanita yang tidak ia ketahui siapa


Wanita itu memicingkan matanya ke arah lensi “ gak mungkin” wanita itu tidak percaya jika lensi sudah menikah karena tidak ada yang memberitahunya

__ADS_1


Pria yang ada di sebelahnya menatap tidak percaya ke arah lensi “ kamu sudah menikah? Kapan? Kenapa tidak memberitahuku” pria itu menggelengkan kepalanya tidak percaya kalau lensi sudah menikah  “tidak mungkin, kamu bohong kan lensi” Tanya pria itu tak terima jika lensi sudah menikah


“itu sama sekali bukan urusanmu” lensi mengajak tara untuk masuk ke dalam kamar mereka meninggalkan dua orang yang menyebalkan buat mereka


Lensi duduk di tepi ranjang dan menangkup wajahnya, mengehla napas panjang "dia pasti mantan kekasihmu, dan selingkuh darimu dulu” tebak tara melihat reaksi lensi dan dua orang yang baru mereka temui tadi


Lensi mendongak ke arah tara “ kok mas bisa tahu” Tanya lensi tak menyangka jika tara bisa tahu kalau pria yang baru mereka temui adalah mantan kekasihnya dulu


“kelihatan soalnya, pria itu menatap kamu penuh kerinduan dan terasa tidak terima jika kamu sudah menikah” balas tara yang melihat tatapan mata pria tadi untuk istrinya


“begitu kah?” kekeh lensi merasa lucu saat tara bisa melihat itu


“apa kau masih suka dengannya” Tanya tara


Lensi menggelengkan kepalanya “buat apa masih mencintai pria yang suka main asal celup seperti dia” lensi tidak terima jika dirinya di katakan masih mencintai pria yang sama sekali sudah tidak ada di hatinya itu


“lalu kenapa kau seperti menatap benci pada wanita itu?” Tanya tara


“aku benci pada wanita itu bukan karena pria itu tapi karena kedua orang tuanya adalah orang yang paling aku benci dan juga mungkin orang paling mas benci juga” balas lensi


Tara mengerutkan keningnya “jangan kau bilang kalau dia….” Tara menggantungkan ucapannya


“iya benar, dia adalah anak orang yang ternyata juga adalah orang tua kandung kita walaupun sebenarnya kita gak suka kalau darah mereka mengalir di nadi kita” balas lensi dengan santainya


“tapi setahuku, anak wanita itu belum menikah?” Tara ingat betul kalau anak mamanya belum lah menikah saat menyelidiki mamanya dulu


“memang belum, tapi mereka sudah biasa seperti sejak lama” balas lensi


“orang tuanya tahu?” Tanya tara


Lensi mengedikkan bahunya “ bukan urusanku, mau mereka tahu atau tidak itu sama sekali bukan masalahku” balas lensi


“iya juga, mereka memang bukan urusan kita” tara mengedipkan matanya ke arah lensi “mending kita mandi terus main” ajak tara  dengan tatapan mesumnya


Muka lensi langsung bersemu merah “ apaan sih mas” lensi memukul pelan dada tara

__ADS_1


“sudah ah, ayok” tara ,mengangkat tubuh lensi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan ala-ala mereka tentunya


Saat di kamar tara mereka saling bercanda dan bertukar peluh nikmat, di kamar sebelah sedang terjadi keheningan dan mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing akan situasi yang baru mereka lihat dan dengar


__ADS_2