
ayah Arman masih tak percaya dengan permintaan pria yang mengatakan ayah dari Mila
pria bernama Lengkap Bimo Darmawangsa adalah ayah kandung Mila Ardisti Darmawangsa. Bimo Darmawangsa di kenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dan dapat di kategorikan sebagai 50 orang terkaya di dunia dan menjadi nomor 2 di Indonesia
"kenapa anda tidak menghiburnya sendiri, sepertinya masalah utama anak anda adalah kedua orang tuanya" balas Ayah Arman pada ayah Bimo yang tidak begitu ia kenal dengan baik tapi sebagai sesama pengusaha tentu ia mengenalnya
"saya mohon padamu, tolong hibur anak saya dan jangan bawa pulang dia hari ini. dia tidak akan sanggup melihat pertengkaran kedua orang tuanya setelah peristiwa tadi " mohon ayah Mila lagi pada pria yang ia ketahui sebagai kekasih putrinya
ayah Arman menghela nafas "baiklah, saya akan membawa Mila menginap di rumah saya" balas Ayah Arman
"Terima kasih" ayah Mila langsung mengakhiri panggilannya begitu saja
ayah Arman menepikan mobilnya di daerah yang terbilang cukup sepi, dan mungkin tidak akan ada mobil yang lewat "Mila" panggil Ayah Arman dengan suara lembut
"sudah sampai ya om" Mila melepas sabuk pengamannya dan berniat membuka pintu mobil karena mengira ayah Arman sudah mengantarnya sampai depan rumah
"tunggu" Ayah Arman menarik tangan Mila dan membawa Mila ke dalam pelukannya "menangislah" Ayah Arman mengusap punggung Mila perlahan
"aku ngapain nangis om, enggak lah ngapain" balas Mila dengan kekehan
"bukankah hari ini kita berperan sebagai pasangan kekasih yang akan segera menikah... " Ayah Arman terus mengusap kepala belakang Mila dengan lembut
"berbagilah sedikit bebanmu dengan mas, jika tak bisa cerita cukup menangis dan berteriak mas akan mendengarkan keluh kesah calon istri mas tanpa banyak bertanya" ucap Ayah Arman
"kenapa juga aku harus menangis mas" suara Mila mulai serak dan sudah tak sanggup menahan lagi tangisannya
"hanya ada kita berdua jadi tidak perlu terlalu kuat" ucap Ayah arman
Mila mengeratkan pelukannya "hiks hiks hiks" Mila menyusup ke dalam dada bidang Ayah Arman dan menangis dalam dekapan ayah arman
ayah Arman hanya diam tak bertanya dan hanya mendengarkan tangis Mila yang terasa menyayat hati
***
ayah Arman membopong tubuh Mila masuk ke dalam kamar tamu dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang tak lupa ia menyelimuti tubuh Mila dan segera keluar kamar menemui mamahnya yang nampak bingung akan kedatangan ayah Arman yang membopong Mila tadi saat pulang
__ADS_1
"ada apa nak" tanya nenek Larasati dengan perasaan cemas
"ada masalah di keluarganya mah, tapi sebaiknya jangan tanyain hal itu ya mah sepertinya itu terlalu sensitif" pinta Ayah Arman
"ya sudah kalau gitu, biarin Mila istirahat saja, kamu segera istirahat gih, pasti capek seharian di luar " ucap nenek Larasati
"iya mah" Ayah Arman berjalan masuk ke dalam kamarnya ingin segera mengistirahatkan tubuhnya
baru ia akan tidur setelah membersihkan diri ponselnya kembali berdering dan itu dari nomor ayah Mila yang tadi sempat menghubunginya " di mana Mila" tanya ayah dari Mila
"dia sedang tidur di kamarnya, tadi dia kebanyakan menangis " Ayah Arman memijat pangkal hidungnya
"sebenarnya ada apa dengan keluarga anda tuan bimo, saya hanya mendengar gerutuan tak jelas dari Mila. saya gak nyangka hubungan anda dengan mamanya separah itu" tanya ayah Arman pada ayah Bimo
terdengar helaan nafas dari Bimo, ayah dari Mila "sebenarnya saya ingin mengakhiri hubungan tak. sehat ini dari lama tapi listya yang tak mau, dia bilang dia tidak mau menyakiti hati anak kami dengan perpisahan tapi ternyata Mila sudah tahu ini dari lama, dan kami tidak sadar dengan itu" jelas ayah Bimo
"saya mendengar tangisannya yang begitu menyayat hati, berarti dia sangat terluka dan saya juga pernah dengar dari zahira putriku kalau Mila itu sangat tertutup bahkan setahu Zahira, Mila hanya berteman dengannya saja" ucap Ayah Arman memberitahukan kondisi Mila pada ayahnya
"saya gak tahu harus gimana " bingung ayah Bimo
"baiklah saya akan bicara dengan mamahnya terlebih dahulu, baru saya akan menjemput Mila ke rumah anda" ucap Ayah Bimo
Ayah Arman meletakan ponselnya dan segera tidur sebab ia sudah merasa sangat lelah
***
Mila berjalan keluar kamar yang ia tak tahu di mana "mah" panggil Mila menghampiri nenek Larasati
"kamu sudah bangun" sapa Nenek Larasati
"aku gak sadar kalau nginep sini" ucap Mila
"iya, Arman semalam bawa kamu pulang saat kamu sudah tidur, katanya mau bangunin gak tega mau anter pulang gak enak jadi kamu di bawa pulang kemari, tapi kata Arman, dia sudah izin sama ayah kamu kok buat ajak kamu nginep sini" balas Nenek Larasati
"terus mas Arman nya mana mah" tanya Mila
__ADS_1
"biasa ke kantor" balas Nenek Larasati
"sini Mila temani mamah nonton" ajak nenek Larasati
"boleh mah" Mila duduk di samping nenek Larasati dan menonton acara kesukaan nenek Larasati
"kamu sukanya apa nih, nenek sukanya nonton sinetron soalnya" tanya nenek Larasati
"Mila jarang nonton TV, ngikutin Mamah saja" Mila mengikuti Nenek Larasati untuk menonton acara kesukaan wanita paruh baya tersebut
***
Mila dan nenek Larasati sedang mengobrol bersama di ruang keluarga sambil bercanda gurau
"malam semua " sapa ayah Arman
"kamu sudah pulang" ucap nenek Larasati
Mila menghampiri Ayah Arman dan mengambil tas kerja ayah Arman "Mila bantu simpan ya mas" pinta Mila
"boleh saja, simpan di ruang kerja mas ya" Ayah Arman mengikuti saja apa yang di inginkan Mila
"oke" Mila berlarian ke arah ruang kerja ayah Arman sambil membawa tas kerja ayah Arman
"ngapain aja sih mah seharian, senyum Mila cerah banget hari ini" tanya Ayah Arman heran
"ga ngapa-ngapain, cuma nemenin mamah nonton, masak sama ngobrol aja, gak ada yang spesial kayanya " balas Nenek Larasati
Mila berlarian ke arah ayah Arman dan duduk di sampingnya "tadi Mila sudah keliling rumah seperti yang mas saranin waktu itu, sekarang Mila sudah tahu letak ruangan-ruangan di rumah ini" ucap Mila
"bagus deh kalau gitu" balas ayah adman dengan santainya
"kenapa kalian gak nikah secepatnya aja, mama seneng di rumah ada teman. nikah juga kan masih bisa kuliah, zahira aja tetap kuliah " usul Nenek Larasati
"kayanya usul mamah bagus deh" Mila menoleh ke arah Ayah Arman "gimana mas, mau gak kalau nikah sekarang" tanah Mila
__ADS_1
"hah" ayah Arman begitu terkejut akan ucapan Mila yang menawarkan untuk menikah secepatnya