You Are My Regret

You Are My Regret
Pertemuan mantan


__ADS_3

mika sedang mengobrol bersama kedua adik tara dengan saling bercanda seolah mereka sudah mengenal begitu lama. melupakan kondisi orang tua mereka yang kurang baik dan mungkin tidak ingin saling menyapa sama sekali


"sejenak aku bersyukur setidaknya adik-adik kita tidak menaruh dendam karena perbuatan orang tua kita" ucap tara penuh syukur melihat keakraban mika dengan kassy dan damian


lensi menggenggam tangan tara "iya mas, aku juga bersyukur, aku harap ini akan berjalan terus" balas lensi ikut bersyukur bahwa adiknya bergaul dengan baik


"untuk apa kau datang kemari" terdengar suara nyaring dari mulut rima, adik bungsu tuan adnan


semua mata tertuku ke arah suara rima yang cukup menggema karena memang tamu undangan ibu dhira tidaklah banyak


listia menatap sinis adik bungsu suaminya "kenapa kamu yang sewot, dia yang undang aku loh" balas listia dengan ketus


jovan tentu tahu cerita kemelut keluarga istrinya, jovan menggenggam erat tangan dhira untuk mendukung dhira "tenang mas, aku sudah bersiap untuk ini" ibu dhira menepuk pelan punggung tangan jovan dengan seutas senyuman yang terukir indah di wajah cantik wanita yang sudah tak lagi muda itu


ibu dhira menghampiri listia yang sedang cekcok dengan rima di ikuti jovan dari belakang. semua orang tentu tahu akan keributan apa yang bisa terjadi jika wanita itu muncul dan bertemu dengan ibu dhira


"Terima kasih sudah menerima undanganku listia" ucap dhira dengan senyuman pada wanita yang jelas merebut pria di hidupnya dan malah mengatai dirinya sebagai seorang pelakor tidak tahu diri


listia menatap sinis ibu dhira "kau mengundangku untuk pamer padaku hah" tanya listia dengan ketus


"bukan ingin pamer sih, lebih ke pembuktian bahwa aku baik-baik saja walau tanpa pria itu di hidupku" tunjuk ibu dhira pada tuan adnan dengan seutas senyuman pada listia


revandra yang berada di sana pun ikut setuju dengan ucapan ibu dhira yang jelas menang telak dari listia. revandra tersenyum simpul tanda setuju akan ucapan besannya itu

__ADS_1


"sekarang puas kamu sudah membuat suamiku meragukan cintanya padaku dan membuat anakku berani membantahku" ucap listia


setelah listia bebas 3 hari lalu atas anjuran ibu dhira yang ingin mengundang listia ke acara pernikahannya sebagai bukti bahwa dia bahagia walaupun tanpa ayah kandung anaknya. listia mendapati keadaan rumahnya benar-benar tidak baik. tuan adnan kini tidak ingin mengalah pada listia seperti dulu bahkan terkesan mendiamkan listia, di tambah dengan kelakuan anaknya yang jelas dulu mendukungnya malah sekarang ikut dekat dengan keluarga yang ia benci


ibu dhira terkekeh "Lagi-lagi kau menyalahkan orang lain atas kekuranganmu itu" ibu dhira sadar wanita di hadapannya tidak akan berubah walau begitu banyak hal menimpanya yang harusnya bisa membuat ia sadar dari keasalahannya


ibu dhira memberikan tatapan tajam tapi masih dengan seuras senyum penuh arti "permasalahan keluargamu bukan urusanku jadi jangan ikut campurkan diriku dalam permasalahan hidup keluargamu" ibu dhira melirik  ke arah mika "aku hanya menghargai hubungan lensi dan mika yang memiliki ayah yang sama tidak lebih dari itu, jika ingin melarang dia dekat denganku ataupun anakku silahkan tegaskan pada anakmu, tapi jika dia masih mau mengunjungiku aku tidak akan menolaknya" ucap ibu dhira dengan santainya


"kau" listia mencoba menampar ibu dhira tapi dengan sigap ibu dhira menangkap tangan listia dengan gerakan cepat


"jangan kira kalau aku masih mau kamu tindas seenakmu, kau tidak ada hak sama sekali" ibu dhira melempar tangan listia dengan kasar


listia menatap tajam ibu dhira dan tersenyum meremehkan "ah sekarang kau sombong karena memiliki anakku sebagai menantumu" cibir listia sadar betul sekarang anak yang sudah pernah ia buang adalah orang yang sukses dan punya cukup pengaruh di negara tempat ia tinggal


"kau masih tidak berubah listia" seru revandra ikut menghambur dalam perdebatan besan dan mantan istrinya itu karena sudah menyebut nama anaknya dalam pertengkaran dua wanita yang mempunyai masalalu cukup rumit


"sebenarnya aku malas berurusan denganmu, hanya kebetulan saja kau mengusik besanku  dan juga mengaitkan nama ankku yang jelas-jelas kau buang begitu saja dulu, jadi aku terpaksa ikut campur" revandra melirik tuan adnan yang ada di belakang listia


"harusnya kau bisa mendidik istrimu itu baik-baik, bagaimana bisa kau membiarkan dia menyalahkan wanita yang jelas berperan besar di hidupmu dan bukannya malah membela benalu di hidupmu itu" ucap revandra dengan sarkas


revandra tentu tahu masalalu besannya dulu dengan suami mantan istrinya itu karena memang dulu dia pernah mencari tahu kehidupan ibu dari anak pertamanya. tapi dulu ia biarkan karena ikin fokus membesarkan tara di tambah dulu sudah ada clarissa yang mengisi hidupnya sehingga revandra merasa tak perlu memikirkan wanita yang sudah kabur darinya


listia menatap sinis revandra "kau masih gak rela aku tinggalkan hah" tanya listia dengan percaya dirinya

__ADS_1


"hahahaha" revandra tertawa renyah akanrasa percaya diri listia yang mengira dia masih mengharapkan wanita seperti listia "ngaca kamu listia, lihat baik-baik istriku" revandra menunjukan clarissa yang tepat ada di sebelahnya "dia jauh-jauh berkali-kali lipat lebih baik dari pada dirimu" clarissa, istri revandra sekali di lihat tentu jauh di atas listia. clarissa memiliki postur tinggi dan berkulit putih dan jangan lupakan dia yang masih terlihat begitu cantik di usianya yang sudah tak lagi muda


revandra melirik tuan adnan dengan tatapan meremehkan  "aku malah bersyukur pria itu mau menanpungmu dulu dan membuat kita benar-benar berpisah jadi aku bisa bertemu dengan istri sebaik clarissa dan memiliki anak-anak yang baik dan dia juga memberikan cinta untuk tara. cinta yang tidak pernah di berikan ibu kandungnya" jelas revandra akan cinta yang istrinya berikan untuk anak sulungnya bersama wanita yang begitu jahat dan begitu tega dengan anak kandungnya


jovan melirik ke arah listia dan tersenyum simpul "sedangkan aku berterima kasih padamu karena dengan merebut adnan dulu, aku jadi bisa memiliki dhira" sahut jovan mengangkat tangannya yang bertautan dengan tangan ibu dhira


tara berjalan ke depan wanita yang melahirkan dirinya itu "sekarang urusan kalian hanya dengan ku dan juga lensi karena hubungan darah yang sebenarnya tidak mau kami akui, jadi tolong jangan usik keluarga kamu lagi" seru tara memperingati wanita yang benar-benar membuatnya malu mengatakan bahwa dialah wanita yang melahirkannya


listia melirik ke arah mika "ayo pulang mika" ucap listia dengan amarah yang sudah meluap tinggi


"mika masih mau di sini mah" ucap mika berlindung di belakang tara agar mamanya tak memaksanya pulang yang jelas nanti akan berakhir ia di kurung dalam kamarnya


"kamu" listia menatap nyalang mika


tuan adnan menarik tangan listia dengan cukup kasar "kita pulang saja" ajak tuan adnan dengan gerakan kasar


"aku mau ajak mika yah" balas listia dengan tak kalah ketus


"diam! atau aku blokir semua kartumu" ancam tuan adnan yang langsung membuat listia diam tanpa banyak bicara lagi


ibu dhira melirik kedua anak sambungnya dari suami barunya  "maaf ya kalau acara ini ada keributan " ucap ibu dhira tak enak hati


"gak papa bu, kami malah bangga ibu bisa lawan wanita itu" balas anak jovan yang paling tua bernama tika

__ADS_1


"iya, aku gak nyangka ibu orang yang kuat dan gak lemah karena di tindas dengan wanita angkuh macam dia" sahut arina anak bungsu jovan


lensi begitu bahagia ibunya mendapat keluarga yang bersikap baik dengannya dan mau menerima ibunya dengan baik setelah penderitaan ibunya selama ini


__ADS_2