You Are My Regret

You Are My Regret
Menikmati momen berdua


__ADS_3

Jonathan menyelesaikan pekerjaannya sekitar jam 9 malam sebab banyak yang harus ia revisi karena pegawainya melakukan kesalahan dan membuat klien perusahaan tersinggung dan untuk menghindari kekecewaan yang berulang Jonathan mengerjakannya sendiri, sebab ia punya tugas untuk mengurus perusahaan yang sudah jadi tempatnya bekerja lebih dari 27 tahun lamanya, sejak ia masihlah muda dan belum menyelesaikan pendidikannya


"ah sudah malam" Jonathan jadi mengingat Edeline yang sendiri di rumah dan selalu menunggu ia pulang baru tertidur


 buru-buru Jonathan mematikan Laptopnya dan bergegas pulang ke rumah untuk menemui istri kecilnya yang begitu membuat rindu "pasti dia tertidur di sofa lagi


buru-buru Jonathan pulang ke rumah sebab tak ingin Edeline berakhir tidur di sofa seperti minggu lalu saat dirinya sedang lembur dan lupa mengabari Edeline bahwa ia pulang terlambat


aneh rasanya memnag hubungan Edeline, terkadang mereka benar-benar psangan suami istri tapi kadang juga mereka lebih layaknya seorang sahabat yang tinggal satu atap dengan ranjang yang sama tapi sampai detik ini Jonathan belum pernah menyentuh Edeline sebab tak ingin Edeline tidak nyaman padahal bisa saja Jonathan meminta hal itu, toh Edeline adalah istrinya dan melayani suami adalah tugas seorang istri


setelah sampai rumah Jonathan memarkirkan mobilnya dan menutup kembali pagar rumahnya lalu kembali masuk ke dalam rumah. Jonathan membuka pintu rumahnya menggunakan kunci yang ia bawa sebab pasti Edeline akan mengunci rumah jika sudah jam 7 malam.


tidak ada salahnya untuk berhati-hati, itulah yang dipikirkan Edeline jadilah ia selalu mengunci rumah saat jam 7 malam dan selalu meminta Jonathan membawa kunci cadangan jadi tidak akan repot jika sampai Edeline ketiduran


"Edeline" panggil jonathan saat melihat Edeline masih membuka mata padahal ini sudah hampir jam 10 malam


Edeline menoleh dan tersenyum "om sudah pulang " tanya Edeline saat jonathan berjalan ke arahnya


"iya, rasanya lelah sekali" jonathan duduk di samping Edeline dan berbaring di pangkuan Edeline


"kok baru pulang om" tanya Edeline masih sibuk menonton layar TV dan sedikit meringis tatkala menonton adegan Film yang ia tonton


"ada banyak pekerjaan yang gak beres jadi om benerin tadi sebab yang di garap adalah klien dengan tender miliaran, bisa kena omel kakak kamu nanti kalau kerjasama itu lepas" balas Jonathan


"emang kakak kalau marah nyeremin" Edeline jadi penasaran bagaimana kakaknya marah


"iya lah, biasanya barang-barang di sekitarnya itu bisa terbang kalau dia lagi marah" jelas Jonathan


"oh begitu" Edeline membelelakan matanya lebar, begitu terkejut bahwa kakaknya bisa marah sampai seperti itu


"iya dong" Jonathan memejamkan matanya saking lelahnya


"om gak mandi dulu" tanya Edeline


"lagi capek banget ini, gak kuat berdiri tapi kalau kamu mau mandiin om boleh sih lumayan lah gak perlu banyak gerak dan di mandiin" kekeh Jonathan


"ya sudah, ayo Edeline mandiin" balas Edeline dengan polosnya

__ADS_1


mata Jonathan langsung membelalak lebar "kamu beneran mau mandiin om" tanya Jonathan memastikan


Edeline mengangguk "iya, kan kata om capek jadi biar Edeline yang mandiin deh" Edeline begitu polosnya saat mengucapkannya


Edeline yang begitu tenang berbeda dengan Jonathan yang jadi ketar-ketir sendiri "gak usah mandi saja lah" putis Jonathan


"iiiihhhhhhh Edeline gak mau ya tidur sama orang yang gak mandi" Edeline langsung saja  menarik tubuh Jonathan dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka


Edeline menyiapkan air hangat untuk Jonathan mandi sedangkan Jonathan duduk di tepi ranjang, dahinya terus mengeluarkan keringat apdahal AC di kamarnya sedang menyala "om, ayo sudah siap airnya" panggil Edeline


tak mendapai jawaban Jonathan, Edeline mendekat ke arah Jonathan dan menarik tubuh Jonathan masuk ke dalam kamar mandi " buka om" pinta Edeline


"hah!" pikirannya seolah terbang kemana sampai ia tak mendengar apapun ucapan Edeline


"buka loh om" Edeline membantu melepas kancing kemeja Jonathan dan gesper yang mengikat pinggangnya


Edeline menarik kaos yang menutup dada bidang jonathan dengan gerakan perlahan tapi tak sengaja tangannya menyentuh otot yang masih jelas terbentuk di tubuh Jonathan walaupun usianya yang tak lagi muda "ini otot apa balok sih om" Edeline malah spontan mengusap dada Jonathan yang begitu kokoh membuat Jonathan memejamkan matanya


Jonathan begitu menikmati sentuhan tangan mungil Edeline di tubuhnya, walau bagaimanapun Jonathan adalah lelaki normal, lelaki normal yang sudah pernah merasakan indahnya surag dunia tapi ahrus berlibur selama lebih dari 20 tahun lamanya semenjak hubungannya dengan mama kandung putrinya berakhir


Edeline melepas kaos yang ada tubuh bagian atas Jonathan membuat dada bidang Jonathan makin nampak jelas "om olahraga terus ya" tanya Edeline masih terus mengusap dada Jonathan


Edeline membuka pengait celana bahan milik Jonathan dan meloloskannya begitu saja, dan kini nampaklah bokser ketat yang menutup rapat pusaka milik Jonathan  dan dengan polosnya Edeline yang belum pernah melihat itu malah tangan nakalnya menyentuh benda yang sudah muali mengeras dengan tanpa dosa


"ini apa om, kok keras banget" tanya Edeline dengan bodohnya


"emmmmmm" Jonathan menggigit bibir bawahnya merasakan gelenyar aneh di tubuhnya


Jonathan meraih tangan Edeline yang membuat kepalanya makin ebrdenyut saja "jangan main-main dengan itu Edeline" tukas Jonathan


"iya sih om" Edeline malah mengabaikan hal itu dan menurunkan oaksa bokser yang menutup rapat pusaka keramat Jonathan itu


"ihhh apaan tuh" mulut Edeline langsung membelalak lebar tatkala melihat belalali gajah yang menggantung itu


buru-buru jonathan masuk dalam bath up, sebab tak ingin terus di pandangi Edeline "om bisa mandi sendiri kok" Jonathan ingin rasanya masuk lubang semut sebab Edeline sudah melihat tubuh polosnya dan saat benda keramatnya membesar dan segera ingin mencari sarangnya


Edeline malah berjongkok di hadapan Jonathan "kan Edeline belum selesai mandiin om" Edeline mulai meletakan sabun cair ke tangannya dan terus mengusap tubuh Jonathan  dengan gerakan abstrak

__ADS_1


"kamu mancing om ya Edeline" tanya Jonathan yang sudah menahan hasratnya dengan sekuat tenaga


"apa" Edeline di buat bingun oleh Jonathan tapi ia kembali melanjutkan usapannya


dan saat Edeline mengusap paha Jonathan, posisis Edeline membungkuk membuat bongkahan milik Edeline terpampang nyata di sana "aku gak tahan" gumam Jonathan


"apa om" Edeline sayup-sayup mendengar suara jonathan sebab ia masih begitu fokus dengan kegiatannya


"maaf" Jonathan langsung menarik tubuh Edeline ikut masuk ke dalam Bath up dan "CUP" Jonathan langsung menyambar bibir mungil Edeline  membuat Edeline diam mematung  tapi tak menolak perlakuan Jonathan padanya


dan saat napas mereka akan habis jonathan mengurainya dan menatap edeline dengan tatapan sayunya "kalau tidak suka minta lah berhenti " ucap jonathan kembali melahap bibir Edeline dengan begitu rakusnya


awalnay edeline kebingungan tapi lama kelamaan Edeline juga menikmatinya dan mulai mengimbangi permainan jonathan yang begitu memabukkan untuk Edeline


pertama sebenarnya untuk Edeline tapi nalurinya mengajarkannya untuk menjadi waniat handal yang bisa mengimbangi permainan Jonathan


tangan jonathan bergerilya menyusuri tubuh mungil Edeline yang merasa begitu geli tapi entah kenapa ia menyukainya, bahkan Edeline sampai tak menyadari bahwa ia kini polos sama seperti dengan jonathan


"Edeline" panggil Jonathan dengan suara terengah-engah


"iya om" balas Edeline dengan suara tak kalah serak dari Jonathan


"boleh kita lanjut" tanya Jonathan dengan tatapan sayunya


dan Edeline mengangguk "iya om" Jonathan langsung memapah tubuh Edeline ala bridal style dan menarik handuk yang ada di bali pintu kamar mandi untuk membungkus tubuh Edeline


"selagi mau berhenti, mintalah sekarang Edeline" ucap Jonathan yang sesaat kewarasannya kembali


"lanjut saja om" Edeline kembali ******* bibir Jonathan dan tentu jonathan menyambutnya dengan tak kalah berhasrat


malam ini adalah malam panjang bagi Edeline dan Jonathan seban ini adalah malam pertama mereka setelah menikah selama tiga minggu. Malam yang begitu panjang dan memabukan keduanya apalagi Jonathan tahu kalau dirinya lah yang pertama bagi Edeline


Jonathan memang tak meragukan Edeline yang masih menjaga mahkotanya sebab orang tuanya begitu menjaga Edeline jadi mana mungkin Edeline akan di rusak oleh seorang pria, tentu Daddy Jay tidak akan membiarkan hal itu


tapi kali ini dia adalah suami resmi Edeline jadi tak masalah dong kalau ia menyentuh Edeline toh Edeline tak menolaknya


"Cup" Jonathan mengecup bibir Edeline sebelum menutupi dengan selimut "kita tidur ya" ajak Jonathan

__ADS_1


"iya" Edeline menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jonathan yang begitu membuatnya nyaman


__ADS_2