You Are My Regret

You Are My Regret
Keluarga kecilku


__ADS_3

Singkat cerita Lucas mengurus semua perihal pembayaran rumah yang di tinggali Qia dan mulai membongkar rumah itu agar menjadi hunian yang nyaman untuk do tinggali


walau tidak sebesar rumah orang tuanya di jakarta atau rumah-rumah miliknya yang lain tapi setidaknya, itu tidak akan terlalu sempit jika di tinggali keluarga kecilnya


selama pengerjaan rumah mereka, Lucas mengajak Qia dan Lala untuk tinggal di salah satu apartemen yang ia punya di Bandung "selamat datang di tempat hunian kita sementara ya sayang" Lucas mengajak Qia dan Lala untuk masuk ke dalam apartemen miliknya


"wah rumah ayah bagus banget" puji Lala saat baru pertama kali memasuki apartemen Lucas yang terkesan mewah di mata Qia dan Lala padahal Lucas sudah memilih apartemen yang paling biasa untuk mereka jadikan tempat tinggal sementara agar Qia dan Lala tidak terkejut dengan kekayaan yang Lucas miliki


untuk saat ini Qia masih belum tahu kalau Lucas pemilik perusahaan tempat Lucas bekerja, yang ia tahu hanya Lucas bekerja sebagai manager di prabaswara group dan tentu memiliki gajih yang cukup besar maka dari itu Lucas bisa melunasi cicilan rumahnya dan kini sedang membangun rumah untuk mereka tinggal bersama


Lucas membawa koper Lala ke arah kamar sebelah kanan "ini kamar Lala selama tinggal di sini dan itu" Lucas menunjuk ke arah kamar yang ada di hadapan kamar Lala "kamar ayah sama ibu" Lucas menunjukkan kamar yang akan di tempati mereka masing-masing


"emang Lala gak boleh tidur sama ayah dan ibu" tanya Lala dengan wajah sedihnya


"tentu saja boleh sayang, tapi ayah tetap sediain kamar untuk Lala karena barang-barang lala butuh ruang sendiri, dan kamar ayah sama ibu buat barang ibu sama ayah" jelas Lucas


"oke ayah" Lala berlarian masuk ke dalam kamar dengan girangnya melihat kamar yang akan ia tempati sampai rumah mereka jadi


Lucas menoleh ke arah Qia "kamu bantu Lala berbenah barang-barangnya ya, biar mas yang benahi barang kita" ucap Lucas


"iya mas" Qia masuk ke dalam kamar Lala dengan membawa koper Lala dan mulai menata barang bawaan Lala serta peralatan sekolah milik Lala di atas meja belajar yang tersedia di kamar Lala


Lucas menarik dua koper yang ia bawa dari rumah lamanya dan mulai menata pakaiannya juga Qia ke dalam Lemari. Hal yang belum pernah Lucas lakukan untuk Nidya dulu kini di lakukan pada Qia dengan tanpa paksaan atau permintaan dari seseorang


Lucas memisah pakaiannya dan Qia ke space berbeda dalam lemari besarnya "ya ampun pakaian Qia sudah banyak yang robek" Lucas melihat banyak pakaian Qia yang robek dan sudah usang dan itu tentu menyakiti hatinya sebagai suami


padahal bukan salah Lucas juga kalau Qia masih memakai pakaian Lama, mereka kan baru menikah belum satu minggu jadi wajar jika Lucas tidak terlalu memperhatikan pakaian Qia yang kurang baik


Lucas kembali menyimpan pakaian Qia dalam kopernya dan memilih memasukan pakaian miliknya saja di lemari "ceklek" munculah Qia dari balik pintu

__ADS_1


"biar Qia saja yang masukin baju Qia mas" Qia berniat mengambil pakaiannya yang ada dalam koper untuk di masukan dalam lemari tapi Lucas mencegahnya


"barang lala sudah beres" tanya Lucas


"sudah beres semua kok mas" Qia berniat mengambil kembali pakaiannya tapi lagi-lagi di cegah oleh Lucas


"jangan di masukin ke dalam lemari, mending di buang saja baju-baju kamu" ucap Lucas membuat dahi Qia mengernyit heran dan timbul perasaan tak enak di hati Qia


"maaf mas, kalau barang ak mengotori lemari kamu mas" Qia menyimpan kembali pakaiannya dan menariknya keluar kamar


Lucas menangkap tangan Qia "jangan salah paham Qia, mas pengen beliin kamu pakaian baru jadi itu di buang saja, pakaian itu sudah gak layak pakai" jelas Lucas


"tapi itu masih bagus loh mas, dan masih bisa di pakai" protes Qia tak ingin menghamburkan uang Lucas


"kamu nurut sama mas ya" pinta Lucas dengan nada lembut dan itu tidak bisa di bantah oleh Qia


***


Lucas mengajak Qia dan Lala untuk membeli keperluan mereka mulai dari pakaian, sepatu, tas, bahkan Lucas tak tanggung-tanggung membelikan make up untuk Qia agar tampil lebih baik, dan lagi-lagi Qia hanya bisa menerima pemberian dari Lucas karena tak ingin membantah ucapan lucas yang sudah begitu baik padanya


Tak tanggung-tanggung Lucas, membelikan pakaian Qia dan Lala penuh satu lemari dan sampai harus di antar jasa ekspedisi karena mobil lucas tak akan muat membawanya


"kita makan dulu yam baru beli sayuran untuk persedian rumah" ajak Lucas masih setia menggendong Lala dan menggandeng tangan Qia menuju salah satu tempat makan di mall yang mereka datangi


"mau makan si situ" tunjuk Lucas pada makanan cepat saji


"jangan yang itu mas, itu gak sehat kalau mau yang kaya gitu mending Qia aja yang buat di rumah jangan makan cepat saja" tolak Qia


Lala dan Lucas menekuk wajahnya sedih "iya bu" serempak Lucas dan Lala menyahut Qia membuat mereka bertiga seketika tertawa karena merasa lucu dengan kekompakan tak terduga dari Lucas dan Lala

__ADS_1


Lucas memilih masakan ala korea sebagai pilihan dan kali ini Qia tidak memprotes hal itu "biar mas saja yang suapi Lala, kamu makan duluan saja nanti kita gantian kalau kamu sudah selesai makan" Lucas mengambil piring Lala dan mulai menyuapi Lala dengan begitu telaten


Qia menyuapakan makanannya ke dalam mulut dengan menatap haru interaksi Lala dan Lucas yang benar-benar seperti ayah dan anak "ya Allah semoga ini bertahan selamanya, walau mas Lucas tidak akan mencintaiku tapi hamba sungguh ikhlas, melihat anak hamba bisa mendapatkan sosok ayah itu sudah membuat hamba bahagia setidaknya anak hamba tidak akan seperti hamba yang hidup dalam kekurangan dan tak ada orang tua" batin Qia begitu haru melihat Lucas bisa menyayangi Lala dengan tulus walau ia tahu Lucas tidak sedikitpun menaruh hati padanya


"Qia sudah selesai makannya mas, sekarang kita gantian" ucap Qia


Lucas menyerahkan sendok yang ia gunakan untuk menyuapi Lala pada Qia  "ya sudah mas makan ya" Lucas mulai menyantap makanan yang mungkin sudah dingin tapi tidak masalah sebab ia begitu nyaman makan bersama keluarga kecilnya


seusai makan malam, Lucas mengajak Qia kembali membeli beberapa keperluan dapur agar istrinya bisa memasak "mas Lucas suka makan apa?" tanya Qia


"mas gak terlalu pemilih dalam makanan, cuma mas suka masakan yang terlalu pedas dan berkuah, mas lebih suka masakan yang kering" jelas Lucas


"ya sudah Qia milih beberapa masakan, mas pilih mana yang sekiranya gak mas suka biar Qia gak akan masak itu lagi" putus Qia


Qia mengambil beberapa pilihan makanan untuk stok "kalau camilan boleh gak bu" Lala meminta izin pada ibunya


"emang Lala mau makan apa" tanya Qia


Lala menunjuk ke arah permen dan cokelat yang ada di etalase "itu bu" balas Lala


"nanti ibu bikinin saja ya" sahut Qia


"kalau mau beli gak papa loh Qia, mas masih ada uang jadi jangan takut ngabisin uang mas" sahut Lucas


"ini bukan masalah uang mas, tapi Lala agak cengeng dan mas tahu kalau Lala cepat sakit kalau salah makan, jadi lebih baik di buat sendiri jadi Qia tahu takaran batasan yang dapat di terima tubuh Lala" jelas Qia kenapa menolak permintaan Lala


"maaf Qia, mas gak tahu" sesal Lucas


"gak papa mas, yang penting sekarang mas sudah tahu" balas Qia dengan senyuman tipisnya

__ADS_1


__ADS_2