Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Jadi Model


__ADS_3

Setelah itu Lusi pun kembali ke Jakarta. Lusi sebenernya sedih karena tidak dapat uang dua ratus juta itu pada sang Ayah. Bukannya dapat berita baik malah berita duka. Karena sang Ayah mendapati toko nya kebakaran.


Sesampainya di Jakarta Lusi menghubungi nomer telepon Anita untuk menjadi foto model untuk sebuah majalah.


Lusi pun tidak pernah punya pengalaman sebelumnya. Tapi selama tidak memakai pakaian seksi Lusi mau saja.


Lusi pun tampak menemui seorang pria dia adalah seorang fotografer. Dia bernama Bayu.


"Sebenernya bukan foto majalah tapi sebuah produk skincare dan kamu jadi modelnya mau kan" ucap Bayu.


"Hem, boleh" jawab Lusi.


"Sore ini kita take foto"


"Berapa harganya, sekali take. Atau bagaimana hitungannya" tanya Lusi.


"Ya, sekelas pemula seperti kamu paling 500.000. Bagaimana? Hitungan dua jam kerja. Lumayan kan" ungkap Bayu menjelaskan.


"Oh gitu ya. Boleh deh. Hitung-hitung pengalaman" terang Lusi.


"Iya, saya emang sedang cari model freelance gitu. Nanti tergantung job. Ada yang jadi model untuk katalog, skincare, baju, jadi tergantung job aja sih yang didapatin. Nah kalau sekarang skincare. Kamu cocok banget dapatin ini" jelas Bayu.


"Oke" jawab Lusi.


Lumayan lah bisa buat nabung ganti duit Gery. Itung-itung pengalaman juga jadi model batin Lusi.


"Gaji kamu bisa di double loh kalau kamu mau"


"Oh yah. Bisa gak sampai dua ratus juta"


"Bisa-bisa aja kok. Tapi dikumpulin dulu. Gak bisa langsung segitu lah. Ya kamu kan jatuhnya freelance jadi ya ada job dikerjain dan ga ada job ya gak kerja. Seru loh jadi model foto. Apalagi kalau udah terkenal"

__ADS_1


"Aku mah gak harus terkenal yang penting cukup buat bayar utang yang nilai dua ratus juta"


"Oke. Semoga sampe ya, semangat"


Lalu sorenya Lusi pun tampak take foto dengan wajah glowingnya. Terlihat Lusi yang cantik dan ayu saat ditaksi foto oleh fotografer itu.


Keesokan harinya....


Terlihat Juna datang bersama Marisa ke rumah memberikan sebuah surat undangan pernikahan.


"Wah gak terasa sebentar lagi kalian akan menikah" ucap Lusi tersenyum.


"Rencananya mau menikah adat apa?"tanya Lusi.


"Gak pakai adat" jawab Juna.


"Semoga lancar sampai hari H" tutur Lusi.


"Udah belajar belom" ucap Rian yang tiba-tiba datang.


"Belajar apa?" Tanya Juna.


"Ijab kabul sama malam pertama" jawab Rian.


"Hus kamu. Juna mah gak mikirin itu ya kan" ucap Lusi.


"Yaah kata siapa gak mikirin itu. Emang kamu pikir Juna gak normal gak mikirin malam pertama. Kalau gua sih Jun, males mikirin nikah adat ini itu. Yang penting malam pertama" ucap Rian.


"Ya mau nya sih gitu. Cepet-cepet" ucap Juna tersenyum malu.


"Tuh kan Juna juga gak sabar. Biasanya kalau yang seperti ini, wanita juga gak sabar cuma jaga image aja" ucap Rian.

__ADS_1


"Rian kamu bahas apa sih, jangan malu-maluin lah" ucap Lusi tampak mencubit pinggang Rian.


"Lusi juga gitu, awalnya nangis-nangis. Eh kesini mah malah dia yang ketagihan" goda Rian.


"Ikh kesel. Please Rian becandanya gak lucu" Lusi tampak cemberut.


"Hahaha oke sayang jangan marah" jelas Rian.


Lalu Juna dan Marisa pun memutuskan untuk pulang. Setalah memberikan undangan kepada Lusi dan Rian.


Selama perjalanan.. tampak Juna yang membawa mobil milik Marisa. Selama perjalanan Juna tampak merasa jika dia tidak pernah bertemu dengan Gery.


"Kakak kamu mana?" Tanya Juna.


"Maksudnya Gery" ucap Marisa.


"Iya, kok gak pernah keliatan" ungkap Juna.


"Dia di Singapura"


"Kamu gak kasih tahu kalau kita akan nikah" ucap Juna


"Sepertinya papa yang akan beritahu"jawab Marisa.


"Oh aku gak enak aja, kalau gak kasih tahu kakak kamu. Walaupun mungkin dia juga belum tentu peduli pada kita" ungkap Juna.


"Iya. Aku akan menghubunginya besok. Akan aku beritahu pada Gery"


Sementara itu...


Gery tampak senyum-senyum saat ada seorang mengirimkan foto Lusi kepadanya. Lusi tidak tahu, jika meski Gery berada di Singapura Gery memiliki orang suruhan untuk memantau pergerakan Lusi. Dan apa saja yang dilakukan Lusi selama di Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2