Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Tanisa rindu mama


__ADS_3

Tanisa pun merasa merintih dan sakit pada tubuhnya. Tanisa tak menyangka dirinya benar-benar sampah dimata Deon tak berguna dan hanya sebagai hiasan kehidupannya. Tanisa tak melihat cinta juga kasih sayang pada pria yang telah menghamilinya itu. Tanisa tahu itu pilihan hidupnya memilih untuk ikut dengan Deon saat ditempat prostitusi itu hanya saja ini terasa berat. Ya sangat berat... Karena beratnya Tanisa seperti hidup dineraka.


Deon telampau kesal dan marah pada Tanisa yang bertemu dengan Gavino dirumah sakit itu.


Setelah pertemuan antara Gavino dan Tanisa tak sengaja itu saat dirumah sakit. Akhirnya Deon pun membawa pulang Tanisa dengan amarah yang menggebu-gebu, dengan perasaan kesal yang berkecamuk serta kemarahan yang begitu teramat. Saat dirumah sakit Deon sembunyikan kemarahan dan ia tumpahkan mana kala ia sampai dirumah.


Dan saat dirumah, Tanisa dipukul habis oleh pria bernama Deon. Deon tampak tak peduli dengan kehamilan Tanisa yang sedang hamil anaknya itu ia terus memberikan pukulan demi pukulan ke wajah Tanisa sampai pada akhirnya Tanisa terjatuh dan lemas. Tanisa tak sanggup lagi disaat tangan kekar itu mampu memukul wajah Tanisa yang yang lembut itu. Tanisa merasa hidupnya seperti tak berguna hingga Deon dengan mudah nya melakukan hal itu pada dirinya.


"Ini balasan kamu yang sudah mengkhianati ku" ucapan itulah yang Deon utarakan kepada Tanisa dengan pukulannya.


Berkali-kali Tanisa meminta maaf dan meminta untuk Deon menghentikan tindak kekerasan itu tapi seolah tak di dengar sama sekali, ia terus menyakiti wanita itu dengan cara yang kasar dan tak peduli saat itu Tanisa adalah perempuan yang sedang hamil.


Tangan kekar Deon dengan mudahnya menjatuhkan pukulan pada wanita yang malang itu. Ya wanita malang dengan sejuta luka dan kepahitan hidup.

__ADS_1


Tangan kekar Deon dengan mudahnya memberi peringatan dengan pukulan yang begitu keras hingga bibir Tanisa pun berdarah.


Tangan kekar itu pun tak segan menarik rambut Tanisa dengan kasar tanpa ampun.


Ya bukan cuma wajah dan badan Tanisa tapi lebih dari itu batin Tanisa yang paling merasa tersakiti. Sebagian wanita yang lemah dan butuh perlindungan. Bukan dilindungi namun disiksa hanya karena kata cinta yang mudah terucap itu namun nyata nya palsu. Dan hanya karena dirinya bisa dibeli dengan uang orang pun menganggap Tanisa satu hal yang tak berati.


"Apakah ini caramu mencintai ku mas Deon. Apakah ini cara mu menyayangi seorang wanita yang tengah hamil anakmu. Sungguh aku dibeli oleh mu hanya untuk disakiti dan siksa seperti ini lepaskan aku jika kamu tak mencintaiku"


Kata-kata Tanisa tampak tak digubris sama sekali Deon pun kembali memukul dengan sebagai tanda dan peringatan paling keras. Hingga Tanisa pingsan.


Dan setelah itu ia pun tersadar dan Tanisa pun menangis. Menangis akan dunia yang tak memihak kepadanya.


Pedih dan sakit rasa serta batin Tanisa.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, Leon datang melihat Tanisa yang tampak tak berdaya dengan luka dan lebam. Tapi saat ditanya Tanisa pun tak bergeming sama sekali. Ia tak mampu mengungkap semua, hanya air mata dan air mata yang terjatuh. Wajahnya begitu banyak lebam dan bibirnya tampak bengkak dan berdarah.


Lalu Tanisa pun kembali tertidur hanya tidur yang bisa ia lakukan untuk mungkin melupakan beberapa saat kepahitan demi kepahitan betapa jahat orang lain terhadap dirinya. Jika mimpi buruk bisa saja datang di alam mimpi, namun kenyataan pahit didunia Tanisa lebih terasa pahit karena Tanisa tak bisa terbangun dari dunia nyatanya.


Dalam tidur Tanisa bermimpi dengan ibunya, terlihat ibunya yang tersenyum memandang Tanisa seketika ibunya itu pun menangis. Tanisa pun menjauh kan air matanya ia pun berlari memeluk sang ibunda. Didalam mimpi Tanisa memeluk dan menangis dalam dekapan sang ibu. Ia luapkan betapa sakit dan terluka hatinya saat ini. Kepada siapa dia akan hidup, Tanisa menangis betapa merindukan ibunya saat ini.


"Ma Tanisa rindu, Tanisa rindu. Tanisa rindu. jangan tinggalkan Tanisa saat ini hiks hiks hiks hu hu hu " ucap Tanisa yang menangis namun dalam posisi tertidur.


Ya dalam mimpi itu Tanisa merasakan rindu yang begitu dalam pada ibunya.


Ma Tanisa tak sanggup jalani hidup ini ma, Tanisa sungguh tak sanggup. Rasanya Tanisa ingin ikut mama. Ucapan itulah yang tersirat dalam tidur Tanisa.


Namun saat Tanisa berbicara seperti itu, ibunya tampak menghilang entah kemana. Tanisa pun kembali menangis dalam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2