
Siang itu tampak Lusi yang ditelepon Viola sahabatnya. Mengajaknya untuk ketemu disebuah mall. Lusi pun mengajak Fabio juga untuk bertemu temannya. Ia membawa Fabio distroler. Dan tidak lupa beberapa perlengkapan Fabio. Berupa diapers dan susu pastinya. Agar tidak repot nantinya.
Sesampainya di mall tampak Viola yang sudah menunggu di pintu depan Mall.
"Hallo Lusi. Apa kabar?" Tanya Viola, sambil mecipika cipiki pipi Lusi.
"Ya sehat Alhamdulillah" jawab Lusi.
"Ya, ampun. Baby nya lucu sekali. Laki-laki ya, mudah-mudah sudah besar kamu tidak seperti papa kamu ya. Rese, hehehhe" ucap Viola memandang Fabio dan berjongkok lalu mencubit pipi Fabio. "Mmmm gemesh"
Lusi pun tampak tersenyum.
"Maaf ya Lusi. Liat Fabio kaya lihat jiplakan bapaknya jadi pengen gigit deh" ucap Viola.
"Ya gapapa. Oia kamu sudah ada tanda-tanda hamil" tanya Lusi.
"Ya doakan saja ya" jawab Viola.
Lalu mereka pun tampak berkeliling dimall tersebut. Sambil melihat-lihat apa yang memang mereka ingin lihat. Lalu Viola pun masuk ke sebuah toko pakaian. Dan berhenti di tempat pakaian dalam wanita. Lusi pun tampak mengikuti Viola itu.
"Kamu ngapain kesini" tanya Lusi.
"Beli baju seksi lah, kan aku takut" ucap Viola.
"Takut apa?"
"Suami aku takut selingkuh. So, seksi itu bukan kebutuhan. Tapi keharusan. Memberi service yang hot. Biar pasangan kita gak lari kemana-mana. Kamu mau beli juga gak?" Ucap Viola.
"Hm, gak kamu aja. Aku sudah punya" ucap Lusi.
"Tapi yang ini belum punya kan. Aku yang teraktir beli ya. Nih pakai ini tar malam" ucap Viola memberikan.
"Ya ampun Vio gak usah" ucap Lusi.
"Emang kamu gak takut. Kalau suami kamu sampai selingkuh" ucap Viola.
"Hah?" Ucap Lusi sedikit kaget.
"Eh. Aku cuma ngomong asal jangan kamu pikirin ya hehhe" ucap Viola yang langsung menarik omongannya lagi.
"HM, oke"
"Ya udah tar malam. Kita sama-sama pakai baju tidur seksi ini ya Lusi. Pokoknya harus. Oke. Biar kita sama sama seksi tar malam" ucap Viola menggoda Lusi
__ADS_1
Lusi pun hanya mengangguk saja.
"Lusi?" Ucap Viola.
"Ya.."
"Selama ini kamu nikah sama Rian udah gaya apa aja" ucap Viola.
"Maksudnya?" Tanya Lusi.
"Gaya itu lah yang suka pasutri lakukan diranjang" ucap Viola.
"Ya ampun Viola apaan sih pertanyaanya" ucap Lusi.
"Serius aku nanya, kamu kan nikah lebih lama daripada aku. Gaya apa sih, biar gampang hamil gitu. Atas bawah, depan belakang, samping kiri atau kanan" Ucap Viola sambil tersenyum.
"Apa ya? Lupa. Gaya bebas aja gitu, atau gaya kupu-kupu. Atau mungkin gaya punggung" jawab Lusi.
"Hehehe, itu sih gaya berenang Lusi" ucap Viola.
"Ya, lagian kamu pertanyaan vulgar. Aku yakin suami kamu lebih tahu soal gaya. Lagi juga emang ngaruh ya dari gaya" tanya Lusi.
"Ya, pengen cepet aja gak apa-apa kan" ucap Viola.
"Ayolah gaya apa?" Tanya Viola.
"Hm.. Jadi jauh-jauh ketemu cuma mau tanya gaya"
"Hehehe gak juga sih. Kangen sebenarnya" ucap Viola langsung memeluk Lusi.
Lalu setelah itu mereka pun makan bersama disebuah Restaurant. Setelah selesai Lusi pun tampak pulang.
Saat diperjalanan menuju pulang. Lusi melihat orang lain diluar mall. Seorang om-om yang menggandeng wanita yang seperti nya selingkuhannya. Seketika Lusi pun teringat dengan Rian. Apakah mungkin suatu saat Rian akan selingkuh lagi? Perasaan Lusi seolah berkecamuk. Apa yang dikatakan Viola ada benarnya. Tak ada salahnya jika malam ini, Lusi akan memberikan service hot untuk Rian. Agar ia tidak lari kemana-mana. Apalagi yang Lusi tahu Rian memiliki segalanya. Sudah pasti setiap wanita pasti akan tertarik padanya.
Sesampainya dirumah, Lusi pun langsung menyiapkan beberapa persiapan untuk makan malam. Makanan yang enak pastinya. Lusi pun membuat steik ayam dan lilin-lilin yang sekiranya akan menambah romantisme malam ini.
Lusi memakai pakaian seksi yang sangat seksi. Lusi pun memakai lingerie yang Viola berikan. Namun masih ia balut lagi dengan cardigan. Kalau sudah sampai kamar barulah ia buka. Lusi pun tampak memberi make up pada wajahnya. Merias wajahnya agar lebih terlihat lebih fresh dan cantik pastinya. Lusi yang memang sudah pada dasarnya cantik itupun menjadi terlihat sangat cantik dengan make up ia pakai diwajahnya.
Tiba-tiba..
Ting nong... Suara bel berbunyi.
Kini sudah saatnya menjemput bola. Menjemput suami untuk memberikan hasrat dan gairah yang mendalam.
__ADS_1
Dengan cepat Lusi pun membukakan pintu. Lusi sangat bersemangat kala itu untuk membukakan pintu. Ia pun membukakan pintu, dengan harapan agar suaminya senang juga terkesima akan sambutannya kali ini. Lusi pun menyambut dengan senyuman.
Tiba-tiba....
Hah...
Hati Lusi tampak kaget. Ada wanita dihadapannya kini bersama Rian. Dengan duduk disebuah kursi roda. Sambil memandangnya.
"Ri-rian.. Ma-marisa..." ucap Lusi tampak terbata.
"Ka-kalian kenapa bisa datang bersama" ucap Lusi tampak kaget dengan dada yang berdegup kencang serta nada yang lirih.
Rian pun tampak memegang tangan istrinya. Dan menggandeng Lusi untuk masuk kedalam rumahnya.
"Kita duduk dulu" ucap Rian, wajah Lusi memang terlihat shock saat ia melihat Marisa.
"Wah, kamu. Menyiapkan makan malam ini" ucap Rian.
Lusi pun tampak mengangguk.
"Kenapa ada Marisa?" ucap Lusi yang kini dadanya mulai terasa perih.
"Ada yang perlu aku jelaskan. Namun kamu rileks dulu ya sayang" ucap Rian memandang Lusi lekat.
Lusi pun tampak memandang Rian dengan rasa yang campur aduk. Senyumnya tak lagi mengembang saat semua tidak sesuai harapan itu.
"Marisa, aku membawa Marisa untuk tinggal bersama kita" ucap Rian yang tampak sulit mengatakannya.
"Kenapa?" Tanya Lusi
"Karena dia adalah calon istri aku" ucap Rian.
"Apa kamu bilang?" Ucap Lusi kaget
Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya. Hatinya hancur. Bak tersambar petir mendengar penuturan Rian. Bibirnya tampak bergetar. Matanya tampak memerah.
"Aku mohon kamu bisa menerima Marisa sebagai calon istri aku Lusi. Aku ingin kamu terima semua" ucap Rian berusaha memeluk Lusi.
"Kamu jahat, lepaskan aku!!!!" ucap Lusi langsung menjatuhkan air matanya. Dan melepaskan tangan Rian yang berusaha memeluk nya.
"Lusi aku mohon kamu dengar kan aku dulu" ucap Rian sambil memandang Lusi
"Tidak Rian. Aku tidak ingin mendengar apapun itu" ucap Lusi yang langsung menangis dan berlari ke kamar meninggalkan Rian.
__ADS_1
"Lusi.."