Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Moder Restart Cinta


__ADS_3

Setelah dirasa kembali ke titik nol. Ya titik nol dalam percintaan. Kembali mode restart dalam cinta. Marisa pun menormalkan kembali bahwa hidupnnya baik baik saja. Mau ada Rian ataupun tanpanya. Marisa merasa semua tak ada yang berubah.


Soal kecacatan yang Marisa alami. Marisa akan menganggap bahwa ini adalah ujian hidup yang harus dijalani. Bahwasannya semua manusia tak ada yang sempurna. Jelek buruk baik kita harus menjalani dan mensyukuri.


Lusi pun kembali ke rumahnya berkumpul kembali bersama putra dan suaminya. Serta menikmati masa kehamilan muda bersama suaminya.


Batin Marisa, Marisa hanya ingin meminta maaf pada Lusi. Karena telah membuat kekacauan. Dan meminta maaf pada dirinya sendiri karena telah mencoreng nama baik dirinya sendiri dengan membuat predikat pelakor. walaupun, belum sempat memiliki. Marisa sudah sadar bahwa Rian bukan Rian yang dulu. Jadi gak jadi deh direbut. Buat Lusi aja de..


Lalu Marisa pun masih tetap tinggal bersama Rian hingga beberapa saat ke depan. Yang pastinya bersamaan Lusi juga dalam satu rumah yang sama. Tapi bukan sebagai orang ketiga ya. Hanya menumpang saja. Ya menumpang saja.


Melihat kebahagiaan Rian dan Lusi dalam mengurus dan merawat putranya. Membuat Marisa pun turut bahagia dan ingin merasakan memilki keluarga. Melihat Lusi menggendong Fabio dan membelai perut dalam kandungan nya. Marisa ingin seutuhnya menjadi seorang istri dan juga ibu seperti Lusi. Melihat senyum Lusi yang tampak merekah, Marisa yakin suatu saat Marisa pun juga akan merasakan apa yang Lusi rasakan. Rumah tangga yang bahagia dan saling melengkapi.


Lusi pun sangat baik terhadap Marisa. Marisa diperlakukan seperti keluarga sendiri. Memberikan kasih sayang yang tulus seperti seorang kakak terhadap adiknya. Walau sebenarnya Marisa dan Lusi hanya beda beberapa bulan saja. Tapi sifat dewasa, penyayang dan baik yang Lusi miliki. Membuat Lusi memang pantas untuk dipanggil kakak. Ya itu sebabnya ia biasa dipanggil kak Lusi, wkwkwk.... Mungkin karena sifat dan kebetulan kali yak. Tapi Marisa senang bisa mengenal sesosok Lusi dalam hidupnya.


Bicara soal Rian lagi. Marisa beruntung tidak jadi menikah dengan Rian. Karena sepertinya Rian memang hanya mencintai Lusi seorang. Jika menikah dengan Rian. Marisa bisa bayangankan akan ada banyak konflik pastinya. Rian ini tipical pria yang keras kepala. Dan sulit untuk dijinakan. Hanya Lusi yang sabar mungkin menjinakan macan berbulu domba yang satu ini. Kalau urusan ranjang. Lusi lebih tahu lah tentang Rian. Jadi Marisa Takan bicara panjang kali lebar soal ranjang nya Lusi.


Marisa cukup sampai disini bicara soal rasa rasa cinta pada terpendam nya cinta 10 tahun. walau dengan berakhir hanya dengan satu kata yaitu ikhlas.


Ya balik lagi, ke mode move on. Hidup jangan lurus aja ya. Marisa pun masih butuh cinta dalam hidupnya....

__ADS_1


Mungkin saja Juna..


Terlihat Marisa yang duduk sendiri dibawah bintang-bintang menatap bintang yang paling terang diantara yang lain. Marisa tampak mengundang Juna kali ini. Disebuah taman namun duduk dilesahan. Beralaskan rumput yang hijau.


"Kamu sudah lama menunggu" tanya Juna.


"Sejak tadi"


" sedang apa?"


"Menatap bintang paling terang"


"Kenapa?"


"Mar"


"Apa?"


"Terimakasih"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena lu sudah ada dalam hidup gue"


"Gue pun terimakasih sama lu. Karena mengajari gue cinta. Bahwa cinta itu terkadang semu. Namun juga terasa nyata"


"Kalau cinta gue sama lu. Menurut lu semu atau nyata" tanya Juna.


"Lebih dari nyata"


"Kalau gitu. Satu pertanyaan dan pernyataan. Bahwa gue mencintai lu, lu mau kan jadi orang spesial buat gue"


Marisa pun tersenyum tipis dan langsung mencium pipi Juna.


"Jawabannya apa?" Tanya Juna.


"Iya gue mau"


Lalu Juna pun tersenyum lebar dan langsung memeluk Marisa disampingnya. Juna pun langsung memegang tangan Juna dengan penuh rasa bahagia.

__ADS_1


..........


Ini belom habis ya guys .. masih ada kelanjutannya... Besok aku tulis lagi. Mdh2an kalian masih stay...😘


__ADS_2