Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kekasih Ayahku


__ADS_3

Bicara tentang cinta juga bicara tentang perasaan.


Meski memiliki cinta dan juga perasaan untuk apa digunakan lagi, jika ternyata cinta tak semudah itu. Dikubur jauh pun terasa tampak percuma jika nyatanya orang selalu bicara mudah tentang cinta. Namun setelah itu mudah juga untuk membenci dan melupakan.


Lalu cinta itu.. semacam apa? apakah suatu jalan untuk membenci ? Atau sebaliknya?


*****


Dalam hati yang penuh luka itu terasa menyakitkan, namun lebih sakit lagi terluka namun dalam diam.


Tanisa tampak percuma jika bicara dengan kepedihan apa yang saat ini ia alami. Karena kenyataannya Tanisa tetaplah menjadi manusia yang akan penuh derita dan hina yang takan habis hari ini hingga nanti. Bicara pun seolah terasa sulit.


Ya saat itu, saat Leon tahu bahwa papanya memiliki wanita lain dan itu telah terbukti. Deon memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan membawa Tanisa. Deon ingin mempertanggung jawabkan kehamilan Tanisa.


"Sebaiknya kita pulang ke Jakarta, aku akan mempertanggungjawabkan semuanya"


Tanisa tidak menjawab iya, atau tidak. Tanisaa hanya tampak diam membisu.


Wajah Tanisa yang terlihat memar itu pun ia tutupi dengan slayer hitam.


Meskipun Tanisa seperti itu. Namun Tanisa tahu kalau Deon tidak mungkin menuntut. Mengingat Deon pasti akan membela Leon putranya itu secara mati-matian. Sekalipun jika Tanjsa menuntut itu.


"Tanisa, aku meminta maaf atas apa yang dilakukan Leon terhadap mu" ucapan itulah yang dikatakan oleh Deon.


Meskipun Deon membenci dan murka pada anaknya itu. Tapi tetap Deon pasti membela putranya itu. Sekalipun ia bersalah sebesar apapun. Serumit apapun itu dan meskipun Tanisa dibunuh sekalipun oleh Leon. Pastilah Deon membela darah dagingnya sendiri.


Meskipun Deon marah pada putranya. Tapi Tanisa mendengar juga jika Deon meminta maaf pada putrnya.


Dari kamar Tanisa mendenger suara Deon meminta maaf pada putranya itu.


"Leon papa meminta maaf karena telah mengecewakan mu. Ya dia adalah kekasih papa. Papa mencintai nya. Papa menyukainya" kata Deon melihat putranya yang terlihat kesal.


"Tapi kenapa pah, kenapa papa tega melakukan itu" ucapnya emosi.

__ADS_1


"Kamu mungkin saat ini tidak mengerti, tapi nanti kamu akan mengerti kenapa papa lakukan ini" ucap Deon lagi .


"Papa tahu disaat papa selingkuh, bukan cuma hati mama yang terluka. Tapi aku, kak Dea juga ikut terluka. Papa tidak memikirkan itu kan saat papa sedang enak-enak menjalani hubungan dengan wanita itu. Dan lebih parahnya lagi wanita itu hamil"


"Sekarang papa bicara pada mu, sebagai laki-laki. Semua sudah terjadi, Tanisa hamil dan papa tidak mungkin jika tidak bertanggung jawab. Kamu pun jika menjadi papa tetap akan mempertanggungjawabkan jawab kan hal itu bukan" timpal Deon memegang pundak putra nya.


Leon sejenak terdiam membisu. Ia pun seolah kalah dengan jawaban papa nya. Meski Leon punya sifat yang agak keras cuma dia terlihat diam kali ini.


"Papa salah dan papa akui. Namun papa akan kembali ke Jakarta papa akan biacara secara baik-baik pada mama mu soal masalah ini"


Leon pun membuang wajahnya menahan rasa kesalnya. Sambil memukul tembok emosi.


"Terserah cuma aku sangat benci dengan semua ini pah" seru Leon kesal.


"Maafkan papa nak"


"Ya kebetulan, Papa tahu. Gavino ingin bertemu papa sebelum ia menikah dengan kak Dea. Dan itu merupakan syarat dari pernikahan"


Jadi mereka benar akan menikah. Ya Tuhan kenapa perasaan ku sakit. Sesakit ini... Aku tahu aku tidak pantas untuk Gavino tapi perasaan ku sakit mendengar semua itu, batin Tanisa yang mendengar dibalik pintu kamar apartemen itu.


.


.


Setelah kejadian itu, Tanisa pun mengemas pakaiannya. Diminta oleh Deon untuk ikut ke Jakarta.


"Kamu harus ikut dengan ku, aku akan bicara kan ini pada keluarga ku" ucap Deon menatap Tanisa lekat memegang pundak Tanisa.


"Tanisa aku tidak mau meninggalkan dirimu dalam keadaan apapun. Terlebih lagi saat ini kamu hamil. Tanisa semua akan baik-baik saja" ucap Deon yang masih melihat Tanisa yang tampak membisu.


Lalu mereka pun berangkat ke bandara bersama untuk menuju ke Jakarta pukul 8 malam. Mereka ke Bandara dengan naik mobil. Tanisa menutup luka wajahnya dengan selendang yang ia lilitkan disekitar wajahnya.


Tanisa pun masih tampak terdiam bahkan menghindar dari Leon mengingat akan perlakuan Leon terhadap dirinya yang sangat keterluan.

__ADS_1


Lalu tanpa sengaja perjalanan menuju bandara membuat Tanisa tampak tak sengaja tidur kursi dibelakang mobil itu. Memejamkan matanya sambil menaruh kepalanya.


Tanpa sengaja, selendang yang ia bawa untuk menutupi wajahnya itu pun jatuh ke lantai. Sehingga membuat wajahnya yang sedang tertidur itu pun terlihat jelas. Leon yang berada di bangku depan mobil itu pun sontak saja memandang Tanisa dari kaca mobil depan. Memandang wajah Tanisa yang sedang tidur dibelakang nya.


"Cantik" kata itulah yang terlintas dihati seorang Leon.


Namun hal itu kembali menyadarkan dia bahwa dirinya yang sudah menyakiti wajahnya yang cantik itu. Ada memar dan lebam diwajah seorang wanita yang baru saja ia sebut cantik. Perasaan bersalah itu pun muncul mengapa ia tega melakukan hal itu pada seorang wanita yang mungkin memang salah sudah merebut papa dari mamanya. Tapi wanita tetap lah wanita yang akan lemah bila disakiti.


Sampai mereka pun tiba di Bandara Tanisa masih tampak terlelap. Deon pun mengecup pipi dan bibir wanita itu tanpa malu di depan putranya sendiri.


Sontak saja Leon pun membuang pandangannya disaat Ayahnya melakukan hal mesra pada wanita yang umur dibawah nya itu.


Ada perasaan kesal namun Leon tampak menahannya.


Hingga Tanisa terbangun dan ia sadar bahwa dirinya sudah sampai di bandara i Gusti Ngurah Rai - Bali.


Tanisa pun berjalan dengan sedikit lemah karena mungkin ia masih mengantuk dan sakit pada badan wajahnya yang sudah dipukul oleh Leon.


Leon pun tampak ingin membantu Tanisa berdiri dan berpengan namun ia teringat bahwa wanita itu adalah kekasih dari ayahnya.


Ia pun mengurungkan niat tersebut dan berjalan lebih dulu.


Selama di Bandara Tanisa tampak menghindar dari pria yang bernama Leon karena Leon akan memukulnya lagi. Tanisa pun tampak menghindar saat Leon berada di dekatnya.


Dan saat Tanisa tertidur lagi djy pesawat dan ayahnya yang juga tampak tertidur. Leon tampak tak bisa tidur dan tanpa sengaja ia terus memandangi wajah dari wanita muda itu. Ya, wanita yang berada disampingnya itu. Wanita yang menjadi kekasih Ayahnya sendiri.


Ia tak menyangka bahwa wanita muda dan cantik itu mau menjadi seorang simpanan Ayahnya tersebut.


Leon berusaha untuk menutup matanya karena ia sadar ia tak pantas melihat wanita itu. Namun tetap saja pandangan mata Leon tetap mengarah pada wanita yang disamping ayahnya itu. Kebetulan memang Leon duduk bertiga dipesawat dan Tanisa duduk di pojok. Karena Tanisa tak mau duduk di tengah diantara mereka.


Berkali kali, Leon menutup mata tapi tak bisa. Leon terus melihat wanita itu. Ya wanita yang sudah menutup wajahnya dengan selendang namun selendang itu tampak terjatuh dari wajahnya. Seolah Tanisa yang tertidur itu menjadi kesempatan Leon untuk melihat wajahnya dengan jelas.


Mengapa Leon bisa seperti itu. Leon pun tak mengerti?

__ADS_1


__ADS_2