Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Malam harinya


__ADS_3

Ada adegan dewasa pulang aja ya.. bocah gak usah mampir!!!! dosa tanggung sendiri bodo amat!!!!!


.________________________________


Lalu setelah itu Lusi pun membuatkan sufor untuk putranya yang memang sudah jadwal dirinya untuk tidur karena waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam yang biasanya Fabio sudah tertidur.


Lalu Lusi pun membuatkan sufor untuk balita berumur satu tahun setengah itu. Fabio tampak antusias saat melihat botol susu yang ditangan mamanya. Lalu dengan cepat ia pun meminum nya dengan cepat, sambil memberikan usapan lembut pada sang putra Fabio pun akhirnya tertidur di atas kasur empuk itu.


"Malam ini kita tidur diatas ranjang empuk buatan Oma Selly ya, hehhe" kata Lusi yang tidur disamping fabio saat itu.


Lalu Lusi pun tanpa terasa memejamkan matanya juga karena ia terasa lelah dan mengantuk sampai ia lupa mengunci pintu kamarnya.


Saat itu Lusi sadar diri menjadi istri kedua seperti nya akan sulit menikmati malam pengantin, lebih tepatnya juga Lusi sulit kalau mengingat apa yang pernah menimpa Lusi saat dulu Demian yang memberikan luka dan masih membuat trauma yang begitu melekat didalam jiwa.


Namun saat Lusi baru memejamkan mata tanpa sengaja ada seorang pria masuk dan menutup pintu kembali. Lusi yang nyawanya ingin masuk kedalam mimpi pun lantas membuka matanya dengan cepat saat melihat yang datang orang yang tak ia duga.


"Om David!!" Kata Lusi kaget. "Om ngapain masuk kesini, aku gak suka ada pria masuk ke dalam kamar aku" kata Lusi yang langsung berdiri kaget melihat David.


"saya masuk kekamar saya sendiri apa salah, kamu kan tinggal dirumah saya itu artinya kamar ini adalah bagian dari milik saya"


"Tapi kan saya sudah menikah"


"Saya sadar, saya sadar dan tahu kamu menantu baru saya cuma saya tak percaya kenapa kamu mau menikah dengan putra saya. Bukannya waktu itu saya pernah bilang, kalau kamu janda untuk datang ke kepada saya" kata David sambil bertolak pinggang.


Lusi pun Seketika teringat dengan kata-kata dari David dulu yang memang pernah mengatakan hal tersebut dan itu sudah lama sekali.


"Oh yang itu, gak lah om. Saya gak suka sama pria berumur" kata Lusi asal.


"Kamu mencintai putra saya"


Seketika Lusi pun terdiam dan sejenak berfikir dengan apa yang ditanyakan oleh David padanya.


"Saya mencintainya" ucap Lusi. Yang memang harus mengatakan hal itu pada mertua barunya agar tak menganggunya lagi.


"Kenapa bisa, kamu benar mencintainya" tanya David lagi tak percaya.


"Iya saya cinta" jawab Lusi.


"Bohong!!!!"ungkap David masih tak percaya.


"Kalau saya tidak cinta tidak mungkin saya mau menjadi yang kedua, tidak mungkin saya mengorbankan perasaan saya dan buktinya saya mau untuk ajak ditinggal disini dan itu tidaklah mungkin jika saya tidak mencintainya" jelas Lusi.


"Baiklah, jika memang dirimu mencintai anakku. Aku ikhlas menerima mu sebagai menantu mu, walau saya pernah mengincar mu" ungkap David.


"Om, mama Sely adalah wanita yang paling baik yang pernah aku temui. Sulit menemukan pendamping wanita yang baik setia seperti mama Sely. Aku hanya meminta pada om, tolong jaga perasaan mama Sely om" kata Lusi pada David.


"Kamu jangan menasehati saya soal perasaan saya lebih senior dari kamu. Saya tahu betul, siapa istri saya kamu gak usah perjelas. Karena saya Memeng mencintainya tapi apakah salah jika saya ingin meraksan wanita muda seperti mu. Dan kamu Lusi sial betul saya, keduluan sama anak saya sendiri. Kalau saya tahu Rian mati lebih cepat, seharusnya saya yang datang duluan ketempat mu untuk melamar kamu. Bukan Gery!!!!"


"Bapak bilang cinta tapi bapak incar yang lebih muda"


"Sok suci kamu, Kamu ini hanya mengincar harta anak saya aja kan. Dijanji kan apa kamu sama Gery sehingga kamu mau saja jadi istri keduanya. Bahkan kamu menikah diam-diam supaya kamu bisa ambil jalur cepat kan tanpa menunggu restu dari siapa-siapa" kata David yang malah beranggapan lain tentang Lusi.


"Saya sudah merasakan pahitnya hidup, asem dan getirnya saya tahu dan saya tidak mungkin mengincar harta Gery sekalipun saya sebenernya tidak menginginkan pernikahan ini" kata Lusi.


"Akhirnya kamu mengakui juga kan, kamu tidak mencintainya kan" ucap David saat itu.


"Cinta atau tidaknya saya pada anak om. Nyatanya saya sudah menjadi menantu om, tetaplah akan menjadi menantu dan takkan bisa merubah keadaan" kata Lusi lagi.


"Kita selingkuh, kita selingkuh saja. Anggaplah saya akan memberikan apa yang Gery tidak bisa berikan. Belaian atau apapun itu, misalnya uang atau semacamnya yang kamu butuhkan saya akan memberikan mu lebih dari dirinya"


"Aku lebih baik mati ketimbang menjalin hubungan terlarang dengan om. Kalau gitu saya akan pergi dari sini" ucap Lusi yang langsung mengambil koper nya saat itu.


"Cukup cukup tidak usah, baiklah ini terakhir kalinya saya mengatakan hal ini. Tetaplah kamu disini, saya hanya kecewa saja karena saya kaget saat saya tahu kamu sudah menikah dengan putra saya. Lupakan masalah kita yang tadi anggap saja angin lalu. Lusi saya hanya khilaf saja, saya hanya kaget saja" kata David yang tak mau kalau Lusi pergi.


"Janji om harus tepati jangan datangi saya lagi" kata Lusi yang kesal.


"Om janji, janji. Saya mohon maaf"


"Baiklah, kali ini om saya maafkan tapi berikutnya saya akan keluar dari rumah ini dan tidak mau untuk tinggal disini" tegas Lusi.


"Jangan nanti anak saya marah pada saya kalau kamu pergi darinya. Dan satu lagi Lusi tolong rahasiakan soal ini. Rahasiakan saya yang datang meminta mu untuk selingkuh dengan saya" kata David.


Lalu David pun keluar dari kamar Lusi. Beruntung saat itu Davi, tidak ada yang lihat David masuk kedalam kamar Lusi jadi tidak ada fitnah didalamnya.


Lalu setelah itu Lusi pun mengunci pintu kamarnya dengan cepat.


"David kurang ajar, pria kurang ajar bahaya juga dia!!!!" Ungkap Lusi kesal.


Sampai pada malam hari Lusi pun teringat dirinya yang belum solat isya, setelah solat pun tak bisa tidur lagi. Lusi termenung menatap rembulan dimalam hari itu sambil merasakan kesunyian malam saat itu.


Tiba-tiba pintu terketuk, Lusi pun lantas terbangun dari kasurnya. Jendela yang terbuka ia tutup kembali saat itu.


Lusi pun membuka pintu dan terlihat Gery saat itu yang datang.


"Gery" kata Lusi yang tak percaya Gery datang menemuinya.


"Kenapa? Kamu kaya kaget aku datang" tanya Gery.


"Malam ini bukan jatah mu untuk menemui ku, kamu hanya dapat satu hari dari tujuh hari untuk bersama ku. Kemarin kan sudah itu artinya kamu tidak ada lagi untuk datang kepadaku" kata Lusi menjelaskan.


"Aku datang kesini justru bukan untuk hal itu, dan ini lebih penting dari itu"


Lalu Gery pun masuk dan mengunci pintu kamar yang Lusi tempati, Gery pun lantas tersenyum melihat apa yang ia lihat didalam kamar. Kasur empuk dan desain yang sangat indah yang membuat semuanya akan lebih terasa intim.

__ADS_1


"Aku datang kesini untuk terapi kesehatan mu" kata Gery.


"Terapi apa?" Kata Lusi terasa bingung.


"Kan kamu yang mengatakan bahwa, kamu masih trauma dalam bercinta. Itu artinya aku akan memberikan mu sedikit demi sedikit sentuhan bahwa apa yang kamu dapatkan dulu tak seburuk itu. Aku akan memberikan dan mengajari kamu cinta yang sebenernya" kata Gery.


"Maksudnya?"


"Bahwa bercinta itu nikmat"


"Gery malam ini bukan jatah mu pergilah dan tidurlah bersama Liana" kata Lusi.


"Malam ini, aku ingin tidur dengan mu. Mama Sely bilang malam ini ia desain kamar pengantin sayang apabila dilewatkan"


"Ada Fabio"


"Kita bisa melakukannya dikamar mandi"


" takut"


"Takut apa?"


"Takut kelelep licin juga kan"


Gery pun lantas tertawa.


"Hahah kamu lebih takut padaku atau takut kelelep"


Lalu Gery pun menggendong Fabio yang tertidur.


"Kamu mau bawa kemana?" Tanya Lusi saat itu.


"Bawa ke kamar mama"


"Jangan kamu bisa mengganggu nya dia sedang tidur"


"Hehehe gak kok, kamu tenang saja"


Gery pun keluar kamar dan langsung memberikannya pada mama Sely yang saat itu ternyata sudah berada didepan kamar.


Gery pun lantas masuk ke dalam kamar lagi dengan cepat.


"Kok dia ada diluar kamar" tanya Lusi heran.


"Udh bilang tadi pas di wa"


Lusi pun lantas menelan salivanya dalam-dalam.


"Iya dong, Liana sudah tidur itu artinya aku akan meniduri mu" jelas Gery dengan senyuman menggoda Lusi.


"Kamu sudah solat kan" tanya Gery.


"Sudah"


"Bagus, jadi kita mulai ya" kata Gery.


"Mulai apa?"


"Malam pertama kita" kata Gery yang menaruh tangan di pipi Lusi dan membelainya.


"Aku lagi hamil Gery mana mungkin aku bisa melakukannya"


"Kalau berat yaudah yang gampang aja"


Lalu Gery pun duduk diatas kasur dan meletakan dan memangku Lusi untuk diduduk diatasnya.


"Pejamkan matamu"


"Untuk apa?"


"Pegang ini" kata Gery menempelkan tangan Lusi pada benda keras miliknya.


"Aku suami mu, kamu istriku. Tidak ada kata menolak jika aku mau" kata Gery.


"Tidur lah dikasur, jika kamu tidak siap malam pengantin ini. Kamu cukup memejamkan matamu tanpa perlu berkomentar apapun" kata Gery.


"Kamu mau apa?"


"Diamlah dan pejamkan mata mu, kamu hanya perlu merasakannya saja" ungkap gue.


Lalu Lusi pun mengikuti apa yang Gery sampaikan saat itu untuk memejamkan matanya.


"Lusi bahkan aku lupa mengingatkan mu untuk memanggil ku dengan sebutan mas. Coba kamu bilang mas"


"Mas" ungkap Lusi singkat.


"Iya boleh juga"


Lalu Gery pun menurunkan badannya, dan membuka baju Lusi seluruhnya tanpa sehelai benang pun.


Mata Gery pun tampak memadang wanita yang kini dihadapannya dengan penuh nafsu.


Lalu benar saja Gery tampak mematikan lampu dan suasana sangat lah gelap saat itu. Lusi tdiak mampu melihat semuanya dan gelap.

__ADS_1


Tangan Lusi pun keduanya tampak diikat diranjang, agar Lusi tidak bisa pergi dari kasur itu.


Tanpa terasa dengan cepat Lusi pun merasakan tangan Gery mulai memainkan bagian bawah Lusi dengan membelainya secara perlahan tapi pasti. Lusi tidak tahu apa saja yang Gery akan lakukan pada dirinya setelah ini.


"Gery ini gelap sekali aku tidak bisa melihat mu" kata Lusi saat itu.


"Aku sudah katakan kamu sebut aku mas"


"Aku tidak bisa"


"Baiklah terserah yang penting kamu dapat menikmati semua yang aku berikan padamu"


Mata Lusi saat itu pun berusaha untuk tetap terpejam karena Lusi sesungguhnya memang tak suka pada gelap.


"Semua akan baik-baik saja" kaata Gery. " Bukalah kaki kamu mu lebar-lebar" kata Gery yang membuka kaki Lusi.


Seketika Lusi pun merasakan barang besar masuk ke sesuatu dalam tubuhnya.


"Aaahhhhh"


Dan Lusi pun merasakan sebuah pijatan lembut kepada kedua gunungnya yang terasa sangat enerjik.


"Aaahhhhh" jerit Lusi sekali lagi.


"Kenapa?" Tanya Gery.


"Entahlah" kata Lusi.


"Luapkan semua yang kamu rasakan ini cinta bukan nafsu"


"Ini nafsu sepertinya ahhh. Kamu sangat enerjik aku tidak tahan-" Ungkap Lusi yang tak kuasa dengan apa yang Gery lakukan.


"Lepaskan saja"


"Gery hentikan dulu"


"Kenapa?"


"Nyalakan lampunya" pinta Lusi.


"Baiklah aku nyalakan"


Teg....


Seketika saat lampu dinyalakan, Lusi pun melihat badan kekar milik Gery dengan otot ditangan dan dadanya yang sangat bidang. Lusi juga melihat sebuah benda yang Gery miliki terlihat panjang dan berisi.


Pantas saja itu terasa begitu sakit ternyata itu besar juga. Ya ampun batin Lusi saat itu tak percaya dengan apa yang lihat.


Lalu Gery pun kembali memasukan benda pusaka yang ia miliki masuk ke dalam.


"Aahh Gery pelan-pelan saja" kata Lusi.


"Baiklah"


Saat senjata itu masih masuk kedalam, dengan cepat ikatan tangan Lusi pun di copot dengan gunting.


"Aku buka ikatan tanganmu"


Tangan Lusi pun langsung memegang leher Gery. Permainan pun masih berlangsung hingga selesai.


Lusi pun terlihat terdiam. Gery tidak tahu apa yang membuat Lusi terdiam.


Hingga pada akhirnya ia mampu menumpahkan semuanya.


Gery pun menutupnya dengan ciuman dikeningnya.


"Lusi akhirnya kamu miliku sekarang dan selamanya, tidak ada hari yang lelah bagiku untuk memuaskan mu. Aku akan memuaskan mu malam ini dan setiap malamnya" kata Gery yang sangat senang karena dirinya dapat memberikan kepuasan pada Lusi.


"Lupakan Demian dalam hidup mu, hanya ada aku dan kamu saat ini Lusi. Tidak adalagi Demian, tidak ada lagi" ucap Gery pada Lusi.


Gery pun mengambil selimut untuk menutup tubuh nya dan wanita disampingnya.


Lalu Gery pun memeluk erat Lusi didalam selimut itu. Keduanya tak memakai sehelai benang pun.


Gery sangat bahagia karena akhirnya dapat memiliki Lusi seutuhnya saat malam itu.


Ciuman bibir pun kembali tak terelakkan, Gery kembali mencium bibir Lusi saat itu.


Lusi pun tidak bisa menolak ciuman lembut dari suami barunya.


Lusi serasa tak punya hati saat itu, karena dengan mau dan mudahnya memberikan tubuhnya pada pria yang sudah memiliki istri.


Tapi Lusi pun tidak bisa menolak karena Gery pun kini sudah menjadi suaminya.


Gery pun dengan cepat dan sigap untuk melanjutkan ke ronde berikutnya setelah ia merasa tengang lagi pada bagian bawahnya.


Lusi pun digendong dengan cepat, Gery ingin merasakan tubuh Lusi. Kini Gery akan mencoba gaya lain pada tubuh Lusi. Tapi masih dengan mode aman mengingat Lusi saat ini sedang hamil.


Malam itu pun sangat panas dan terasa seperti malam pertama pada umumnya. Lusi pun merasakan betapa gagahnya Gery yang selain nafsu juga sangat mencintai Lusi.


Lusi seperti candu bagi Gery yang takan pernah ada habisnya.


Lusi pun begitu merasakan malam panas itu.

__ADS_1


__ADS_2