
Gavino masih tampak tak peduli pada Tanisa. Dan itu membuat Tanisa kesal. Apalagi setelah Tanisa tahu bahwa Gavino menemui seorang wanita. Dulu Tanisa tidak peduli pada Gavino jika dia memiliki wanita lain bahkan lebih dari satu. Tapi kali ini berbeda, karena ia benar-benar merasa tersingkir atas kehadiran wanita itu.
Sementara itu...
Terlihat Marisa yang minta dijemput oleh Juna. Karena ia menemui Gavino dengan taksi. Dirasa Gavino hanya mempermainkan dirinya saja, yang katanya mau bahas masalah bisnis. Namun ia malah membahas perasaan. Dan itu membuat Marisa merasa kesal.
Namun saat Marisa ingin pulang dan sambil menunggu tiba-tiba saja seorang wanita tampak menariknya dengan kasar.
"Jadi lu yang mau rebut Gavino dari gue" ucap Tanisa kasar.
"Gue gak kenal Lo siapa? Siapa yang mau rebut cowok lu itu" jawab Marisa.
"Jangan kebanyakan pura-pura gak tahu apa-apa. Gue tahu tadi lu berdua makan bersama dengan Gavino kan" ucap Tanisa dengan sorot mata yang tajam.
"Emang Lo pikir makan berdua itu artinya gue ada hubungan sama dia"
"Terus lu ngapain pegang tangan dia"ucap Tanisa marah.
"Ya gak tahu lu tanya sama cowok lu. Yang pegang tangan gue duluan" ujar marisa tidak terima.
Tanisa pun malah terlihat marah dan langsung memegang tangan Marisa kasar. Dan mendorongnya tanpa ia tahu bahwa Marisa hanya memiliki satu kaki dan satunya lagi kaki palsu.
__ADS_1
Tiba-tiba Gavino datang dan melihat Tanisa yang mendorong Marisa.
"Tanisa!!! Ngapain kamu kesini" ucap Gavino kaget dan marah pada Tanisa.
"Kamu mau sakitin dia" Gavino marah pada Tanisa.
"A-aku gak mau ngapa-ngapain" jawab Tanisa terlihat gugup.
"Awas kamu sekali lagi sentuh dan sakitin Marisa. Kamu bukan siapa-siapa aku" ucap Gavino murka.
"Gavino kamu jangan begitu, gara-gara dia sifat kamu berubah" ucap Tanisa.
"Asal kamu tahu dia itu rekan bisnis aku. Dan kamu gak berhak atur hidup aku. Pada siapa aku bergaul. Kamu bukan siapa-siapa aku" Gavino tampak semakin marah.
"Tapi kita sudah hidup bersama" ungkap Tanisa.
"Iya itu dulu. Dan sekarang tidak lagi. Kamu pergi" ucap Gavino marah.
Lalu Gavino pun tampak membantu Marisa berdiri.
"Lu gak apa-apa gua antar pulang ya" ucap Gavino khawatir pada Marisa.
__ADS_1
"Tidak usah aku sudah dijemput oleh Juna"
Lalu tak lama Juna datang. Dan menghampiri Marisa. Juna tampak naik motor.
"Jun cepet anter aku pulang ya Jun" ucap Marisa.
"Kamu gak apa-apa. Ada apa?"
"Gak apa-apa ayo pulang"
Marisa pun pulang bersama Juna.
"Aku minta maaf, aku salah sangka. Aku tidak tahu jika tadi rekan bisnis kamu. Aku minta maaf" ucap Tanisa memohon pada Gavino.
Namun Gavino tampak tak pedulikan Tanisa sama sekali. Gavino pun pergi begitu saja.
Tanisa pun tampak sedih. Saat Gavino pergi. Tanpa peduli. Ya tidak peduli dengan Tanisa sama sekali.
Lalu Tanisa tampak menangis didalam hati. Ia tidak tahu kemana ia harus melangkah, selain pria yang ia cintai. sekarang dirinya merasa sudah tidak ada yang peduli. Asa dan cintanya kini sirna.
Gavino aku mencintai mu. aku lakukan ini karena aku cinta kamu batin Tanisa melihat kepergian Gavino.
__ADS_1