Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Cinta satu malam ku dimalam pertama ku


__ADS_3

Dalam keheningan suasana rumah sakit itu Rian yang tampak seperti manusia tak berharga mulai merasakan bahwa dirinya tak berguna sebagai suami, dan tak berguna sebagai ayah bagi anaknya. Cita-cita ia sebagai seorang pria yang mampu memberikan kebahagiaan seolah sirna dengan apa yang menimpanya kini, Lusi .... Wanita yang ia cinta dan sah menjadi istrinya tak pernah ia meraksan benar-benar Lusi bahagia. Wanita yang pernah ia siakan nyatanya dia adalah wanita yang paling membuat Rian berfikir bahwa hanyalah Lusi yang bisa mencintai apaadanya.


Jika ada yang mengatakan perhiasan terbaik adalah wanita soleha maka wanita soleha itu benar adanya. Mungkin secara keseluruhan untuk disebut soleha Lusi masih banyak kurangnya, tapi dia adalah wanita terbaik yang pernah Rian temui selama ini.


"Lusi" ucap Rian.


"Ya" jawab Lusi.


"Terimakasih dirimu sudah hadir di duniaku yang sebentar ini" kata Rian dengan suara lirihnya.


"Kenapa kamu bilang sebentar" tanya Lusi sedih dengan ucapan Rian.


"Saat aku koma aku merasa dunia ini hanya sebentar saja" ucap Rian.


"Tapi kamu masih ada aku, masih ada anak mu, jangan tinggalkan aku" kata Lusi kepada Rian.


"Apa artinya aku hidup, jika aku begini"


"Apa gunanya aku tanpa mu" timpal Lusi.


"Masih banyak pria yang mau dengan mu, kamu cantik, kamu baik, kamu Soleha, tidak ada kekurangan darimu. Kamu bisa mencari yang lebih setelah aku tiada"


"Tapi, aku tidak berfikir untuk menggantikan dirimu dihatiku ataupun hidupku" kata Lusi sedih dengan ucapan suaminya.

__ADS_1


"Jika aku pergi, aku mau kamu jaga anak kita" pesan Rian yang tiba-tiba.


"Jangan katakan kepergian lagi, hidupku bukan untuk ditinggal pergi. Tapi untuk hidup bersama, pastikan dirimu hidup sampai kita tua nanti"


Rian pun terdiam dengan ucapan Lusi.


"Berjanjilah untuk tetap hidup dengan ku, berjanjilah untuk kita tua bersama" ucap Lusi.


Lalu tak lama...


Seketika suara adzan pun berkumandang begitu terasa menggetarkan dihati, begitu terasa dihati Lusi juga Rian.


"Ternyata sudah memasuki adzan Dzuhur" kata Rian.


"Iya lah masa kita buka puasa"jawab Rian sedikit bercanda.


"Kangen ya dengan bulan Ramadhan" tanya Lusi.


"Iya, pengen sahur bareng kamu. Buka puasa bareng, tarawih bareng. Dan main petasan bareng" ucap Rian.


"Apaan sih kamu, memangnya kita anak-anak main petasan" ucap Lusi tersenyum. "Tapi aku senang liat kamu senyum lagi"


"Baiklah kalau gitu kita solat berjamaah yuk"

__ADS_1


Lusi pun mengambil wudhu dikamar mandi, Lusi pun membantu Rian juga mengambil wudhu dengan mengambil gayung dan membasuh sedikit demi sedikit air ke tubuh Rian.


Lalu Lusi dan Rian pun solat berjamaah, Lusi solat sambil duduk dan sementara Rian solat sambil tiduran. Meskipun Rian masih terbaring di tempat tidur tapi Rian masih bisa menjadi imam dalam solat untuk istrinya. Lusi pun juga solat masih dalam keadaan duduk karena kakinya yang sakit. Lusi pun bahagia karena kini ia mampu bersama kembali meski dengan cara tak mulus dan sulit untuk dihadapi oleh kedua insan yang saling diterpa cobaan dan ujian.


Rian pun memimpin doa seadanya, dan sebisanya..


Setelah selsai solat Lusi pun mencium tangan suaminya, Rian yang tak mampu mengerakan tangannya itu pun langsung tersenyum melihat istrinya yang Soleha memegang tangan suaminya.


"Lusi" panggil Rian.


"Ya"


"Aku tak bisa memelukmu, jadi aku meminta mu untuk memeluk ku. Aku sangat rindu padamu, aku ingin bermanja dan memadu kasih dan sayang dengan mu" ucap Rian.


Lusi pun memeluk suaminya dengan sangat erat dan penuh kasih sayang.


Seketika Gery yang diam-diam melihat itupun antara senang dan sedih. Gery sedih ia tak mampu memiliki istri seperti Lusi, ia senang karena melihat Lusi tersenyum.


Ada perasaan sedih, sedih karena meninggalkan luka pada hati Lusi. Ribuan kata maaf yang Gery utarakan mungkin tidak akan menghapus setiap kesalahan yang pernah Gery lakukan pada Lusi.


Menebus rasa bersalah adalah dengan ia pergi jauh dari hidup Lusi. Selama ini hidup Lusi bahagia, selalu dalam kebahagiaan yang tiada tara.


Tapi, semenjak Gery masuk ke dalam hidup Lusi. Hidup Lusi perlahan hancur dan berantakan. Lusi bisa lebih baik tanpa Gery. Dan seketika Gery teesadar akan hal itu.

__ADS_1


"Lusi, aku lihat dirimu bahagia tanpa aku. Aku lihat dirimu dapat tersenyum tanpa aku. Aku akan pergi dari hidupmu, untuk menebus setiap kesalahan ku padamu. Aku akan kembali ke kehidupan ku tanpa cinta mu, terimakasih kamu memberikan cinta yang tak pernah aku rasakan walau hanya diriku yang mencintai bukan kamu. Aku pergi bukan karena aku benci karena aku sangat mencintai mu. Ku harap kita akan bertemu kembali dalam kebahagiaan. Muuuuuaaacchhhhh selamat tinggal kekasih ku, cinta satu malam ku dimalam pertamaku. Cinta yang ku paksakan namun sulit untuk menjadi milikku"


__ADS_2