Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kamu Buang Semua


__ADS_3

Sementara itu terlihat Rian, yang duduk termenung dikantor nya. Sambil memandang ke arah langit-langit didepan kantornya. Lalu ia mengingat Lusi yang telah keguguran dan ternyata anaknya perempuan. Dia pun mengingat akan dirinya yang sudah pernah jahat pada Lusi.


Tiba-tiba viola datang dan duduk didepannya. Viola adalah sekertaris dari Rian. Dan memandang boss nya.


"Kenapa pak, seperti melamun" tanya Viola.


"Viola, saya mau tanya sama kamu" ucap bos pemilik perusahaan itu.


"Tanya aja pak, gak usah basah basi" canda viola.


"Aku serius, mau tanya"


"Iya pak tanya aja. Yang penting jangan tanya nomer janda ya" canda Viola pada atasannya itu.


"Yey kamu daritadi diajak serius maunya becanda"


"Heheh biar gak tegang pak"


"Gak apa-apalah tegang biar istri saya sayang" jawab Rian.


"Ih bapak, candanya porno"


"Oke, jadi aku mau tanya, apa kamu percaya karma?" Tanya bosnya pada Viola.


"Karma itu bukan soal percaya atau gak pak. Tapi emang ada dan nyata" jelas Viola.


"Nah itu dia"


"Lalu apa?" Tanya viola lagi.


"Saya jadi takut" ucap Rian dengan nada renda.


"Takut apa pak?"


"Takut kalau saya punya anak perempuan. Anak perempuan saya akan merasakan hal yang sama. Apa yang sudah saya lakukan kepada Lusi dulu, takut menimpa pada anak saya nanti"


"Contohnya"


"Dulu saya ingin memiliki Lusi tapi dengan yang cara salah, yaitu mengambil paksa kehormatannya" ucap Rian dengan termenung menyesali kesalahannya dulu.


"Apa??" teriak viola kaget


"Ssttt. Kamu jangan teriak keras-keras masalah ini cuma kita aja yang tahu" pinta Rian.


"Hah?pantes aja"ungkap Viola sambil menghela napasnya.


'Karena sudah berbuat jahat sama Lusi. Jadi saya takut imbas dari kejahatannya saya jatuh ke anak perempuan saya nanti"


"Lalu maunya bapak gimana?" Tanya Viola lagi.


"Saya gak mau punya anak lagi, takut-takut kalau anak yang Lusi lahirkan perempuan"

__ADS_1


"Kalau soal mau punya anak lagi atau gak..lebih baik bapak tanya ke istri bapak. Dan kompromiin lagi sama dia. Jangan sama saya. Kan bikinnya bukan sama saya. Tapi sama istri bapak" ungkap Viola


"Kan kamu perempuan juga siapa tahu punya pendapat yang lebih baik" tutur Rian.


"Gak bisa jawab pak kalau masalah yang ini. Karena ini masalah pribadi bapak. Mending bapak ngopi dulu deh pak. Daripada mikir lama-lama. Didepan kantor atau coffe shope dan saya liat by one get one" ucap Viola.


"Terus?"


"Traktir saya gitu pak"


"Kode terus.. yaudah sana beli saya traktir"


"Oke pak"


Lalu Rian pun masih tampak terdiam dan merenung.


.


.


.


.


.


Sementara itu terlihat Lusi yang masih menunggu suaminya dengan pakaian seksi berupa lingeri berwana merah dan lipstik berwarna menor. Dan bulu mata palsu yang terlihat mencolok. Lusi sengaja ingin menyambut suaminya dengan make up tebal yang luar biasa. Pakaian seksi yang menggoda. Karena sehabis ia keguguran dia belum melakukan aktivitas ranjang bersama suaminya jadi tak salah ia lakukan. Mengingat ia selama ini terlalu sibuk mikirin urusan orang sampai lupa dengan diri sendiri.


Dan Lusi pun sudah percaya diri bahwa itu adalah suaminya yaitu Rian. Lusi pun dengan cepat membuka pintu. Namun saat ia membuka pintu saat ia lihat ternyata itu adalah Renata. Lusi mengira itu adalah suaminya karena mobilnya sama. Saat itu Renata memang membawa mobil milik Rian. Alangkah malunya Lusi saat ia tahu ternyata itu adalah ibu mertuanya.


Renata pun tampak kaget, melihat Lusi bak wanita nakal dengan pakaian seksi yang benar-benar sungguh memalukan itu. Ditambah lagi, hasutan Gery yang Lusi dianggap sebagai wanita yang sudah menggoda dirinya dengan pakaian seksi.


"Mama" tampak Lusi kaget bukan kepalang.


Renata pun tampak memandang Lusi dengan tatapan sinis.


"Jadi benar apa yang dikatakan Gery bahwa kamu suka pakaian seksi. Lusi ini bukan cuma seksi tapi tidak senonoh. Masa iya kamu pakai baju seksi membuka pintu" Renata tampak memandang sinis.


"Ma, ma-maaf aku kira itu Rian yang datang" ungkap Lusi tampak terbata.


Lalu Renata pun tampak menarik Lusi ke dalam kamar dengan kasar.


"Ganti baju kamu, mama gak mau lihat kamu pakai baju seperti ini" sarkas Renata.


Lusi pun tampak mengganti bajunya. Mengikuti apa yang mama mertua nya mau. Memang itu salah Lusi yang tidak memakai jaket atau penutup dulu sebelum membuka pintu rumah. Lusi terlalu percaya diri dan tak sabar ingin bertemu Rian. Tapi ternyata itu bukan lah Rian yang datang.


Lusi pun membuka bajunya, dan mengganti pakaiannya dengan piyama biasa.


"Mana baju yang tadi, baju haram yang tadi" ungkap Renata dengan suara ketus.


"Ini ma" ucap Lusi memberikan baju itu pada Renata.

__ADS_1


Lalu dengan cepat Renata mengambilnya dan menggunting nya hingga bagian itu menjadi kecil.


"Mama tidak mau melihat kamu memakai ini lagi" ungkap Renata.


Renata kali ini benar-benar terhasut dengan apa yang dikatakan oleh Gery.


"Mana lagi baju seksi kamu" ucap Renata dengan sorot mata yang tajam. Dan terlihat marah tanpa senyuman sedikit pun dibibirnya.


"Baju seksi yang seperti apa ma" ungkap Lusi merasa bingung.


Tanpa aba-aba Renata pun langsung membuka lemari baju Lusi dan mengecek semua satu persatu. Lalu mengacak-acak baju Lusi dan mencari apakah Lusi memiliki koleksi baju seksi.


Namun Renata tak menemukan baju seksi. Lusi hanya memiliki tangkop dan celana legging saja. Serta dalaman yang biasa orang pasti punya.


Namun ada satu lemari yang Renata kaget ternyata satu lemari berisi lingeri didalamnya.


"Oh ini biang keladinya"ungkap Renata.


Lalu Renata pun mengambil semua lingeri itu.


"Kamu tahu, gara-gara baju ini!!! kamu jadi tidak bisa menjaga kehormatan kamu" ujar Renata kesal.


"Ya ampun ma, baju ini aku hanya pakai saat sama Rian aja ma. Ini pun pemberian Rian semua ma" ucap Lusi menjelaskan.


"Mama tidak suka kamu memiliki ini. Mama buang semua. Jangan pernah kamu pakai ini" tegas Renata.


"Tapi ma, ini semua dari Rian" ucap Lusi tampak menahan air matanya. Lusi pun tampak seolah mengalah dan menghela napas berat nya.


"Ya ma, mama boleh membuangnya semua" pasrah Lusi.


"Ya, mama aku akan buang semuanya. Mama tidak mau punya menantu yang menjadi wanita penggoda" ketus Renata.


Lusi pun tampak kaget dengan ucapan Renata dengan kata wanita penggoda.


"Lusi bukan wanita penggoda ma, lagi pula menggoda siapa?" ucap Lusi tak terima.


"Kalau bukan penggoda untuk apa kamu punya ini semua" seru Renata.


"Ini bukan Lusi yang mau ma, tapi dari Rian, Rian anak mama" ungkap Lusi.


"Terus kenapa kamu bisa dilecehkan sama pria dari sahabat Rian. Kalau bukan kamu yang umbar-umbar badan kamu"jelas Renata.


"Itu bukan salah Lusi ma. Lusi tidak tahu!!!" Jawab Lusi tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan sang mama. Hatinya terasa sakit. Dadanya terasa sesak mendengar ucapan Renata.


"Sebelum kamu merasa benar!!! atau yang salah yang siapa!!! Lebih baik, kamu bercermin pada dirimu sendiri!!! Mungkin ada kesalahan kamu yang tidak kamu sadari. Terutama dalam cara berpakaian kamu" ungkap Renata kesal. Seperti ingin memakan Lusi.


Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya..


"Iya ma. Lusi salah, Lusi mungkin salah. Dan Lusi minta maaf" ungkap Lusi dengan air mata yang mengembang. Lusi tidak bisa berkata banyak selain meminta maaf. Meskipun ia merasa itu bukan salahnya seratus persen.


Hasutan Gery lah yang membuat Lusi disalahkan.

__ADS_1


Akhirnya malam itu Lusi pun tampak tidur. Menutup semua tubuhnya dengan selimut sambil menangis. Lusi merasa semua seolah serasa terbalik dan semua seolah menyalahkan dirinya, yang seharusnya mendapat dukungan. Kini Lusi malah mendapat dan menelan pil pahit kekecewaan secara terus dan berulang yang membuat hati yang terasa semakin sakit.


__ADS_2