
Pagi itu, tepat pukul 8.00 pagi hari. Lusi tampak terbangun dari tidurnya, proses panjang yang Lusi alami malam itu sebenernya telah merusak kehormatannya sebagai perempuan dan sebagai seorang istri yang semestinya mampu menjaga diri. Namun Lusi tampak nya gagal menjaga kehormatannya yang telah di porak porandakan tanpa ia tahu dan sadari.
Lusi yang biasanya terbangun tepat sebelum jam 5 pagi, namun kali ini lain.
Lusi membuka matanya perlahan, kepalanya terasa berat dan juga pusing. Lusi tampak kaget saat ia membuka mata secara perlahan dan kaget waktu sudah menunjukkan pukul 8.00 pagi saat itu.
Ya ampun sudah jam 8.00 pagi, aku ketinggalan subuh. ya ampun, Apakah aku selelah ini?, hingga terasa tidur aku seperti orang pingsan. Ya ampun, bisa-bisanya aku tertidur sampai begini. Apa aku emang sedang tidak enak badan ya, hingga tidur sampai seperti ini. Dan aarghh kepala ku kenapa sakit sekali, bahkan aku belum sempat mengganti pakaianku, kebaya dan sanggul ini rupanya aku masih pakai. Lusi kamu ini, padahal harusnya kamu bangun bisa lebih pagi batin Lusi merasakan lelah dan kesal pada dirinya sendiri yang terlambat bangun.
Lalu Lusi pun memaksakan dirinya untuk tetap beranjak dari tempat tidur kamar hotel itu, karena Lusi harus bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.
Lusi pun bangun dengan berjalan sempoyongan dan saat ia berdiri ia merasakan basah pada kewanitaan nya itu. Dan Lusi mengira bahwa itu hal wajar keputihan yang biasa dialami oleh wanita
"aku keputihan sampai sebanyak ini. Hemmm" gumam Lusi memegang bagian bawah yang terasa basah.
Tanpa Lusi sadari bahwa itu sebenarnya adalah cairan milik Gery, yang Gery tinggal kan didalam lubang kenikmatan milik Lusi.
Karena tak sanggup menampung terlalu banyak akhirnya tumpah saat Lusi berdiri.
Lusi pun berdiri sambil memegang bawahnya karena ternyata ada cairan yang keluar dari miliknya itu.
Dan saat itu juga badan Lusi merasakan pegal-pegal yang teramat, disamping Lusi yang kelelahan karena habis acara pernikahan Gery dan Liana. Badan Lusi yang terasa pegal itu karena Gery berjam jam sudah menindih badan Lusi demi merasakan nikmat tubuhnya. Namun Lusi tak tahu akan hal itu karena obat bius yang diberikan secara diam-diam oleh orang suruhannya Gery.
"Oke Lusi wake up, wake up!!! Ayo pulang ke Jakarta, lawan rasa lelah dan sakit pada badan kamu ini. Waktu tinggal setengah jam lagi buat beres-beres"
Lalu Lusi pun bergegas masuk ke kamar mandi, badannya dari atas hingga bawah Lusi kucuri dengan air hangat tanpa menaruh curiga apapun pada diri Lusi, Lusi pun mandi. Meskipun badan Lusi tampak pegal. Lusi tetap harus beranjak.
Lusi sebenarnya merasakan agak sakit dan perih pada bagian miss bawahnya. Namun ia lagi-lagi berfikir positif bahwa itu hanya karena lecet memakai celana pada bagian dalam yang mungkin saja terlalu ketat.
__ADS_1
Sakit pada bagian miss milik Lusi mungkin akan hilang sendiri seiring berjalan waktu, namun tidak untuk memory Gery yang akan terus besemayam didalam hati dan batin saat ia dengan gampang nya melakukan penyatuan secara diam-diam pada tubuh Lusi itu.
Andai Lusi tahu apa yang tengah terjadi pada diri nya, jangan ditanya ia akan apa. Ia akan murka dan juga hancur. Gery sengaja tidak memberitahu kan itu semua karena Gery ingin bermain aman, dia senang dapat menikmati tubuh Lusi, dan Lusi pun merasa aman seperti tak terjadi apa-apa. Walau sebenarnya itu seperti bom waktu yang mungkin saja tiba-tiba akan meledak entah kapan.
Lusi pun tampak mandi dan menatap wajahnya dicermin. Dia melihat wajahnya yang kali ini entah mengapa dia bingung kenapa ingin menangis.
Kenapa aku ingin menangis ya, tapi aku bingung ingin menangisi apa. Hemm kenapa hatiku terasa perih tapi aku bingung perih kenapa? Huuffff.. kadang hidup ini susah ditebak, ada saat dimana kita ingin menangis dan sakit, tapi tak tahu kenapa bisa sakit? Ah mungkin karena aku emang orangnya gampang sakit hati kali ya, jadi nonton India pun aku juga nangis. Hem mungkin ini efek rindu sama putraku Fabio ucap Lusi berbicara sendiri dalam hati.
Lalu Lusi pun memakai pakaian yaitu memakai blouse warna hitam dan celana jeans. Lusi pun mengemas semua barang nya untuk pulang kerumah.
Lalu saat Lusi sedang sibuk mengemas barang tanpa sengaja ia menemukan sebuah jam tangan dibawah tempat tidurnya.
"Jam tangan siapa ini seperti nya masih baru dan bagus. Ini pasti harganya jutaan" ucap Lusi sambil memandang jam berwarna hitam itu.
"Apa ini punya housekeeping yang kemarin bawain aku es jeruk itu ya. Seperti nya sih iya karena ini jam laki-laki"
"Permisi saya bawa sarapan" katanya
"Oia silahkan" jawab Lusi.
Saat ia masuk membawa sarapan housekeeping itu pun tersenyum saat melihat es jeruk itu sudah tandas dan langsung membawa gelas kosong itu untuk menghilangkan segala jejak yang ada.
"Nama kamu siapa?" Tanya Lusi tiba-tiba.
Housekeeping itu pun tersentak kaget saat Lusi menanyakan namanya.
"Ada apa ya, tanya nama saya" ucap nya tak mau menjawab.
__ADS_1
"Jawab saja nama kamu siapa?"
"Ehmm.."
"Gak usah gugup kalau kamu gak salah, saya ingin tahu nama kamu siapa?"
"Na-nama saya Bayu" jawabnya gugup.
"Oh, oke. Aku cuma mau tahu nama kamu aja gak apa-apa kan" ucap Lusi sembari tersenyum. "Karena biar enak aja kalau sudah tahu nama. Ini ada sedikit uang tips untuk mu, karena aku hari ini kembali ke Jakarta"
Bayu pun akhirnya bernapas lega, karena ternyata Lusi hanya ingin menanyakan namanya saja.
"Tidak usah saya-"
"Terimalah ini ucapan terimakasih karena kamu sudah membawa kan sarapan pagi ini" ucap Lusi tak menaruh curiga apapun. Dan malah memberikan uang sebesar seratus ribu rupiah untuk uang tips.
Akhirnya Bayu pun menerima uang tips itu walau awalnya Bayu menolak.
"Satu lagi saya mau tanya, apa kamu pemilik dari jam ini" tanya Lusi sambil menunjukkan jam itu.
"Gak tau mba itu bukan punya saya" jawabnya.
"Terus punya siapa ya kira-kira?"
"Kurang tahu mba" jawab Bayu.
"Oh baiklah, terimakasih"
__ADS_1
Lalu Lusi pun menaruh didalam tasnya, siapa tahu ada yang menanyakan Lusi dengan mudah juga untuk mengembalikan. Karena Lusi tahu jam itu barang mahal dan mewah kemungkinan akan dicari oleh pemiliknya.