
Setelah semua terjadi, Gery pun tampak bingung harus bagaimana. Antara memberi tahu keadaan Lusi saat ini pada keluarga Lusi. atau diam saja. Ia merasa bersalah dalam satu sisi, dan ia pun juga takut kalau Lusi sampai kenapa-napa sebenarnya. Iya pun langsung pergi ke sebuah rumah kontrakan kecil. Karena saat ini Gery tak memiliki banyak uang lagi, tidak seperti dulu waktu masih tinggal bersama papanya. jadi ia memilih kontrakan rumah yang biasa.I
Tiba-tiba ada sesosok wanita menelponnya ia pun merasa tak mengenal siapa dia. Namun ia datang katanya ingin mengantar sesuatu.
Saat ditemui itu adalah Liana.
Liana mencari Gery selama ini. Dan baru tahu nomer teleponnya sekarang. Terlihat Liana yang datang menemui Gery ketika itu.
"Kamu ingat siapa saya" tanyanya.
"Tidak" jawab Gery.
"Kalau nama saya kamu ingat"
"jangankan ingat tahu saja tidak"
"Bahkan untuk nama saja, kamu tak tahu. Ingat lah Gery. Kamu pernah meniduriku saat malam itu. Ya meski ada nama orang lain yang kamu sebut. tapi yang kamu tiduri itu aku bukan dia"
"Ya, aku khilaf dan aku mabuk. Tapi yang aku ingat bukan kamu saat dipikiran aku"
Ya memang Gery saat melakukannya ia seolah melihat Lusi. Saat sadar dan setelah selesai dalam permainan panasnya. Ia baru tahu kalau ternyata itu bukanlah Lusi.
__ADS_1
"Sekarang aku tanya Lusi itu siapa pacar kamu atau siapa?" ucap Liana. Liana memang ingat saat kejadian itu Gery menyebut nama seorang wanita.
"Bukan urusan kamu" jelas Gery.
"Dan sekarang aku hamil, kamu harus tanggung jawab" jelas Liana.
"Wanita hina seperti mu. Aku harus tanggung jawab. Jelas aku tak mau.. dasar wanita edan. Pikir baik-baik. Kamu wanita murahan aku akan membayar mu"
"Bukan soal bayaran tapi ingat anak ini. Adalah anak mu. Kamu harus tanggung jawab. Aku hamil!!!"
"Sampai kapan pun aku tak mau. Tidak peduli kamu mau menangis darah. Sudahlah tak ada gunanya aku disini. Dan kamu cuma buat aku tambah pusing saja" Gery pun tampak pergi.
Liana pun tampak menarik Gery namun Gery menepisnya dan tetap pergi.
.
.
.
Dan setelah itu, Liana pun tampak sedikit berfikir bahwa dia tahu dengan wanita yang bernama Lusi. Tapi apakah orang yang sama dengan Liana kenal juga dengan yang Gery kenal. Liana pun hanya diam sambil berfikir.
__ADS_1
.
.
.
.
Dan sementara itu Lusi pun tampak sadarkan diri saat dirumah sakit setelah seharian hampir tak sadar. Ia pun masih merasakan nyeri yang teramat dibagian perut hingga pinggangnya. Keadaannya masih terlihat pucat dan lemah. Lusi pun tampak membuka matanya secara perlahan. Tampak seorang suster disampingnya. Lusi pun menatap dan menyadari jika ia kini berada dirumah sakit.
Air matanya terjatuh sambil mengingat keadaan yang menimpanya.
Bahkan yang paling membuat Lusi sakit adalah. Saat dokter menjelaskan. Bahwa janin didalam rahimnya sudah tidak bisa diselamatkan. Lusi mengalami keguguran, usia kandungan nya beranjak 5 bulan. Lusi pun menangis saat ia mengingat semua. Ya semuanya, saat ia terguling ditangga.
Karena Gery lah kecelakaan ditangga itu terjadi. Air matanya tak mampu lagi ia bendung. Saat tahu janin dalam perut nya sudah tiada.
"Anakku, anak dalam perutku. Ia telah pergi. Tidak aku tidak mau... Tolong kembalikan anak dalam perutku. Aku mohon suster dan dokter" ucap Lusi sambil menangis.
"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan. Kami sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa. Anda pendarahan saat itu. Dan saat di cek sudah tidak bisa diselamatkan" jelas dokter.
Lusi pun tampak histeris sambil menangis ia tak mampu lagi menahan air matanya.
__ADS_1