Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku hanyalah pendosa


__ADS_3

Ya disetiap perbuatan memang pasti ada akibatnya namun disetiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Ucapan Stela yang menusuk ke relung hati Tanisa seolah mewakili perihnya duka lara yang mendalam. Tanisa tersadar akan dirinya siapa dan bukanlah sesuatu yang berati. Apa yang diucapkan Stela memang benar bahwa setiap apa yang Tanisa lakukan mungkin akan membawa dirinya pada sesuatu yang terberat dalam hidupnya mungkin saja penyakit. Ya itu paling bisa terjadi pada diri Tanisa. Namun dibalik keresahan Tanisa tentang penyakit kelamin dan sebagainya. Tanisa pun lebih merasakan akan ada sanksi sosial yang paling berat dalam hidupnya, jika dimana orang lain tahu tentang dirinya yang pernah menjadi wanita bayaran.


Tanisa memang tampak tak peduli dengan image buruk tentang nya namun itu pun tidak bisa dianggap remeh, disaat satu orang tahu tentang keadaan dan masa lalu Tanisa, mungkin akan ada banyak mulut orang akan ikut tahu yang mencibir setiap sisi kelam yang pernah Tanisa lakukanm


Ya orang lain tak perlu tahu duka seorang Tanisa namun orang lain cukup tahu tentang seberapa hina Tanisa. Itulah manusia akan menilai keburukan nya saja tanpa peduli cerita yang sebenernya.


Tanisa tampak menghela napas berkali-kali untuk merilekskan pikirannya dan menenangkan kondisi nya saat ini. Tanpa disadari setiap waktu yang terlewati sebenarnya bukan hanya harga diri yang tergadaikan tapi raga Tanisa yang merasa lelah. Namun jiwa Tanisa dan psikis Tanisa yang merasa butuh waktu untuk menghirup udara penuh kebebasan tanpa kekangan dari siapapun, karena hidup dalam situasi sulit yang tak diinginkan bersama orang yang sudah memusnahkan semua harapan dan memberikan luka yang teramat dalam, itu membuat Tanisa hidup seolah dalam penjara yang mematikan setiap asa dan harapan.


Lelah, lelah hati ini melangkah. Setiap langkah kaki Tanisa seolah semua sudah diatur oleh manusia yang memiliki nafsu dan kekayaan lalu kemana cinta suci yang sebenarnya.


Dalam diam dikeheningan malam, Tanisa yang sedang sakit itu tampak tak bisa tidur.


Dengan infus yang masih terpasang ditangan, dan kondisi Tanisa yang memang sebenarnya belum pulih seratus persen itu tampak melamun bersama angin yang berhembus secara perlahan. Sesekali Tanisa menatap bulan dan bintang dilangit yang wajahnya bintng dan buln tetap tampak sama, yang selalu bersinar dan memberikan keindahan di saat malam.


Tanisa pun memandang wajah Gavino yang tidur disampingnya dengan tingkat kemanjaan yang begitu terasa. Sesekali dalam tidur Tanisa, Gavino memegang lembut badan Tanisa disampingnya.


Gavino pun menyadari jika Tanisa tidak tidur padahal waktu sudah pukul jam 01.00 malam.


"Kenapa tidak tidur, tidurlah kamu sedang sakit Tanisa" ucap Gavino membuka sedikit matanya itu.


"Aku tidak bisa tidur"


"Kenapa?" Ucap Gavino yang kini menaruh kepalanya diatas paha Tanisa.


"Pikiran ku kemana mana, banyak hal yang aku pikirkan" ucap Tanisa.


"Apa yang kamu pikirkan" tanya Gavino memandang wajah Tanisa.


"Masa depan"


"Masa depan siapa, masa depan mu?"


"Bukan tapi masa depan kamu, apa jadinya kamu orang yang besar memiliki segalanya menikah dengan ku. Yang jauh dari sempurna"

__ADS_1


"Lalu apa? Dan kenapa?"


"Apa kata orang nanti" kata Tanisa.


"Tuhan saja tidak memikirkan akan hal itu, Tuhan saja tidak memikirkan setiap kekurangan orang lain buat apa kamu memikirkan hal itu"


"Biacara tentang Tuhan, aku pun pendosa. Aku diri ku dijual, aku jauh darinya. Aku hamil anak haram, aku berjinah. Aku lebih dari seorang yang jauh akan sempurna dan pendosa tak pantas menyebut namaNya. Tak pantas aku mengingat nya. Semakin aku ingat semakin aku merasakan sakit"


"Lalu setiap apa yang sudah terjadi, setiap apa yang sudah kamu lakukan. Disaat kamu putus asa, kamu berharap dan meminta pada siapa?" Tanya Gavino dan kali ini memandang Tanisa dalam keadaan duduk.


Tanisa terdiam. Tanisa merasa dirinya yang teramat hina itu tak pantas jika harus memohon dan meminta pada Tuhan karena dirinya sudah terlalu banyak dosa yang telah diperbuat, Tanisa malu meminta pada Dia yang maha segalanya, Tanisa memang merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan tentang segalanya. Meskipun itu terpaksa pada dasarnya tetap Tanisa lah yang merasa dirinya paling buruk.


"Aku seharusnya meminta pada nya" kata Tanisa.


"Ya kamu harus banyak meminta, dosa yang sudah kamu lakukan dan sudah terjadi jangan membuat merasa dirimu tidak pantas untuk meminta dan menyembah. Justru dibalik itu semua adalah ujian untuk mu. Tuhan mengetahui tanpa harus kamu menjelaskan dia pun tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi mau tidak sesuci apapun kamu, hati mu tetap akan suci dimata Allah selama kamu masih mau bertobat"


"Kenapa kamu mendadak seperti seorang ustadz" ucap Tanisa.


"Seperti nya aku jadi mendadak begini karena kamu"


"Iya Tanisa, sekarang kamu jangan menyesali semua yang terjadi kita buka lembaran baru dalam hidup kita. Aku janji tak akan meniduri mu lagi sebelum kita menikah. Bukan karena aku tak cinta bukan juga gak sayang tapi justru aku sayang sama kamu. Dan aku mau hubungan kita halal. Dan maaf bila aku masih tidur seranjang dengan mu tapi aku janji tidak akan menyentuh sebelum kita halal sayang. Walau tobat terlambat tapi aku akan mencoba"


"Kamu mau insyaf, gak bermain cinta lagi" tanya Tanisa.


"Iya aku mau insyaf yang aku tuju pun saat ini hanyalah satu orang"


"Siapa?"


"Ta-ni-sa, wanita yang paling cantik diantara yang?"


"Yang apa?"


"Yang paling cantik dong, masa yang paling ganteng. Cuma kamu wanita yang mampu menghidupkan hatiku, dan mematikan diriku hanya karena cinta mu"

__ADS_1


"Belajar gombal darimana?"


"Gak belajar ini fakta dari hati yang naik ke bibir dan turun lagi hati"


"Hemz aku tidur ya"


"Yaudah kamu tidur nanti aku nanyiin lagu romantis"


"Judulnya?"


"Ungu-saat terkahir"


"Itu bukan lagu ungu itu lagunya st 12"


"Oh salah ya, terus lagu apa dong. Hehehe aku gak ada yang hafal"


"Eh tadi mau nawarin nyanyi sekarang dia malah bingung"


"Yaudah kalau gitu aku ceritain dongeng sebelum tidur ya"


"Apa?"


"Kisah itik si buruk rupa, aku baca di internet kamu dengerin ya"


"Hemm iya"


"Suatu hari, terlihat seekor ibu Itik sedang mengerami telur-telurnya. Saat mengerami dan sudah menetas tiba-tiba si ibu kaget karena yang dilahirkan dari sekian banyak anak iti ada satu yang tampak berbeda dia memiliki badan yang tampak berbeda dan memiliki sarana abu-abu dan berbeda dari yang lainnya"


"Terus"


Lalu Gavino pun melanjutkan ceritanya.


Belum sempat selesai cerita Tanisa sudah tampak memejamkan matanya dan sudah tertidur.

__ADS_1


Lalu Gavino pun tampak tersenyum dan langsung mencium kening Tanisa. Lalu Tanisa tampak direbahkan posisi yang sebelum sedang duduk itu, kini berbaring dengan perlahan Gavino melakukan agar Tanisa tidak terbangun dan Gavino pun menyelimuti Tanisa yang tampak tertidur itu.


"Tanisa selamat tidur, semoga mimpi indah" bisik kecil Gavino ditelinga Tanisa dan mencium kembali kening Tanisa.


__ADS_2