
Sementara itu. Di Apartemen mewah dilantai 8. Terlihat Gavino yang mengambil semua baju milik Tanisa dan membuangnya begitu saja.
Gavino merasa bahwa dirinya sudah bosan dengan wanita itu. Dan kini saatnya dia tidak perlu lagi memakai wanita itu.
Tak lama terlihat Tanisa yang masuk kedalam apartemen itu. Dan melihat Gavino yang datang. tanisa tampak kaget namun senang. Karena sudah seminggu Gavino tidak pernah meminta untuk bermain cinta atau pulang. Sebagai wanita peliharaan Gavino, hanya Gavino lah pria satu-satunya yang ia tuju dan tunggu. Namun alangkah sedih hati Tanisa, Gavino yang sudah dari dulu dingin dan super tega. Menjadi lebih dingin dan tega setelah pertemuan Gavino dengan Marisa.
"Sayang? kemana saja kamu? apakah kamu tidak merindukan aku. Aku sangat merindukan kamu disini. Syukurlah kamu telah pulang. Aku sangat menginginkan kamu malam ini" ucap Tanisa manja.
Gavino pun sebagai pria yang memiliki hasrat laki-laki tanpa basa basi. Langsung mengangkat tubuh Tanisa. Dan menjatuhkannya ke ranjang.
Tanisa bahagia karena Gavino masih mau menyentuhnya lagi.
Terlihat Gavino langsung membuka seluruh pakaian Tanisa dengan kasar. Tanpa pemanasan Gavino langsung memasukan benda pusaka miliknya dan menggoyangkan tubuhnya diatas Tanisa dengan kasar. Sebenarnya Tanisa tidak suka atas perlakuan kasar tiap kali bermain cinta dengan Gavino. Namun karena cinta Tanisa yang sangat dalam pada Gavino ia rela diperlakukan apa saja diatas ranjang oleh Gavino.
Mau dimana saja dan kapan pun tempatnya Tanisa selalu siap jika Gavino membutuhkan pelepasan hasrat pria nya. Mungkin Gavino menganggap jika Tanisa mau karena uang. Padahal bukan, Tanisa sangat mencintai Gavino lebih dari apapun.
Yap, masih terlihat deru napas Gavino dengan kasar memasukan alat pusakanya keluar masuk pada kenikmatan wanita itu. Gavino merasa ini adalah hari terakhir Tanisa untuk tinggal bersamanya. Dengan kata lain, Gavino harus menumpahkan hasratnya itu pada wanita yang ia sebut murahan itu.
Gavino pun tampak mengangkat tubuh Tanisa lagi. Dan membawa Tanisa ke dalam kamar mandi. Lalu ia melanjutkan permainan itu dikamar mandi. Sampai Tanisa hampir menyerah.
"Arrrgghhh sayang kenapa kamu sehebat ini malam ini. Apa karena" ucap Tanisa yang tampak tak melanjutkan. Dan Gavino langsung melahap bibir Tanisa paksa. Dan mencium. Dan kembali bermain cinta sampai Gavino merasa puas.
Setalah puas Gavino memakai handuk. Terlihat Tanisa yang lelah dan langsung mandi.
Setelah mandi, Tanisa pun tampak ingin mengambil bajunya ia pun kaget melihat bajunya yang tidak ada dilemari.
"Kemana baju ku sayang. kenapa tidak ada semua" tanya Tanisa kaget melihat bajunya sudah tak ada satupun dilemari.
"Ini hari terakhir mu" ucap Gavino tersenyum licik.
"Apa maksudnya?" tanya Tanisa keheranan. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gavino.
"Aku sengaja melakukan permainan ini dengan lama, tidak seperti biasanya. Karena sebelum mengembalikan kamu ke tempat mu, aku harus benar-benar merasakan tubuh mu" ucap Gavino membelai pipi Tanisa.
Tanisa pun tampak menggeleng tak percaya.
"Aku sudah menyuruh mu untuk pergi. Namun kamu masih tidak mau. Jadi secara paksa aku menyuruh mu untuk pergi" ucap Gavino lagi.
Lalu Tanisa yang masih menggunakan baju handuk itu tampak menjatuhkan air matanya. Ia tidak mau jika harus dikembalikan ke tempat prostitusi itu.
"Aku tidak mau kembali kesana" ucap Tanisa memegang tangan Gavino dengan air mata.
Gavino tampak tak pedulikan sama sekali wajah Tanisa.
Ia pun membuka pintu apartemennya dan terlihat dua orang pria datang.
Tanisa pun tampak membulatkan matanya melihat siapa yang datang. Ia tahu jika itu adalah suruhan dari mama Cery. Mami Cery adalah wanita yang memperjual belikan wanita.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak mau membayar ku lagi bahkan untuk seminggu lagi" ucap Tanisa.
"Tidak.. Aku sudah tidak butuh kamu. Menurut ku, aku sudah cukup merasakan tubuh mu. Selama tiga bulan ini. Jadi kamu lebih baik kembali ke tempatmu"
"Gavino" ucap Tanisa lirih.
ya Gavino sudah tidak mau menyewa Tanisa setelah masa nya sudah habis, karena Gavino menyewa Tanisa hanya sampai tiga bulan saja. Dan Gavino merasa sudah bosan terhadap Tanisa dan ia mengembalikan Tanisa dimana tempatnya dulu. Yaitu ditempat kelam dimana diri Tanisa sebagai wanita bayaran untuk pemuas kebutuhan pria hidung belang.
Lalu tampak Tanisa yang memohon pada Gavino.
"Gavino aku mohon jangan berikan aku pada dia. Aku siap menjadi wanita mu. Aku tidak mau kembali. Aku akan menjadi wanita yang penurut. Aku mohon. Bayarlah atau kamu beli aku seumur hidup mu aku siap" ucap Tanisa memohon.
"Hanya Marisa wanita yang bisa hidup dengan ku. Wanita yang masih suci tidak seperti mu" ucap Gavino tegas.
Air mata Tanisa semakin deras.
"Wanita yang masih suci bersih tidak seperti mu. Aku ingin miliki istri dan anak. Aku akan memiliki keluarga. Jadi aku rasa aku tidak akan pernah mau memilih wanita yang murahan dan dari kalangan-kalangan rendahan seperti mu. Wanita yang kaya raya dan masih gadis lah yang berhak menjadi pendamping hidupku" ucap Gavino dengan senyuman yang menyirangai.
Gavino tampak diam saja saat menyaksikan Tanisa dibawa pergi oleh pria bertubuh besar dan membawa Tanisa dengan kasar keluar dari apartemen.
.
.
.
.
.
.
.
Kesokan harinya..
Gery pun tampak pulang ke Indonesia secara diam-diam. Ya, secara diam diam. Karena ia memang ingin membuat rencana tanpa ada orang yang tahu sehingga ia pulang diam-diam.
Ya rencana licik yaitu membuat Lusi menjadi miliknya seutuhnya. Walaupun batin Gery mencintai Marisa. Namun Gery juga tidak mau jika Lusi tak menjadi miliknya.
Lalu sesampainya di Indonesia, Gery pun tampak bertemu dengan seorang pria bernama Gavino. Gery diundang oleh Gavino untuk membahas masalah bisnis yang akan ia rintis.
Sesampainya Gery pun tampak bertemu dengan Gavino disebuah Restorant.
"Jadi kamu Gery" tanya Gavino.
"Ya, saya Gery" jawab Gery.
__ADS_1
"Apa kamu anaknya David" tanya Gavino.
"Iya" jawab Gery singkat.
"Oh, jadi kamu kakaknya Marisa" Gavino tampak tersenyum.
"Iya, ada apa?"
"Saya kenal sama Marisa. Saya dengar dia akan menikah" ucap Gavino.
"Iya" jawab Gery.
"Bisakah kamu membatalkan pernikahannya. Saya ingin dia jadi milik saya. Saya akan memudahkan bisnis kita. Saya juga akan memberikan semua yang kamu mau" ujar Gavino tersenyum ramah.
"Kenapa kamu sangat menginginkan adik aku" tanya Gery dengan sorot mata tajam.
"Dia masih perawan kan. Itu sebabnya saya mau. Karena saya ingin merasakannya"
Gery pun tiba-tiba menarik kerah baju Gavino dengan kasar.
"Maksudnya apa?" tanya Gery.
"kamu pasti paham. Saya akan memberikan semua yang kamu mau"
"Adik ku tidak bisa dibeli dengan uang" Gery tampak marah.
"Santai bro. Saya bukan cuma mengincar itu saja. Tapi saya juga cinta, jadi kamu tenang saja" ujar Gavino berusaha melepaskan tangan Gery yang mencengkram bajunya.
"Lebih baik kita batalkan semuanya termasuk bisnis kita. Daripada harus mengiyakan keinginan kamu" ucap Gery tegas
"Jangan munafik kamu juga ingin kan merasakan wanita yang masih gadis. Sekarang harusnya pikiran kamu terbuka. Lebih baik Marisa dengan ku. Bila mengingat adik mu yang cacat itu. Mau berapa uang yang kamu mau. katakan !!!" ungkap Gavino.
Lalu dengan cepat Gery pun memukul wajah Gavino.
Buughhh
"Jangan pernah ada di hadapan ku lagi. Dan mau berapa pun uang dari kamu. Aku tidak akan memberikan adikku" Gery marah. Dan kembali memeluk.
Buuugghh..
"Lalu bagaimana dengan kerja sama kita" tanya Gavino memegang wajahnya yang tampak membiru.
"Batal!!!!" Seru Gery langsung pergi.
Lalu Gery pun pergi dengan emosinya. Baru kali ini Gery marah saat ada seorang pria yang kurang ajar pada adiknya itu. Yang hanya mengincar kegadisan adiknya.
Meskipun Gery mencintai Marisa. Namun Gery tidak pernah sekalipun mengaggap Marisa sebagai orang lain. Gery selalu mengaggap Marisa sebagai keluarganya.
__ADS_1
Gery akan marah pada siapa saja orang yang sudah berusaha merusak hidup atau memanfaatkan Marisa.