
Setelah itu Lusi pun ke depan rumah sakit tak sengaja melihat Gery memandang diri Lusi dari kaca.
Lusi pun tampak heran melihat Gery yang mengintip dirinya dan suaminya.
"Kalau mau masuk, masuk aja gak usah intip segala. Udah tabiat ya, kamu suka ngintip!!!" ucap Lusi ketus tiba-tiba dan membuat Gery kaget dengan kedatangan Lusi.
"Eh.. itu" ucap Gery kaget. "Lagi juga siapa yang ngintip, masa iya aku ngintip sory gak level"
"Kalau semisal gak level kemarin kemana aja. Intipin aku waktu di rumah"
"Ya itu sih kebetulan aja lewat, siapa suruh buka-bukaan" ucap Gery tak terima.
"Siapa suruh masuk gak bilang" ucap Lusi lagi.
"Siapa suruh jadi perempuan, kalau kamu pria juga aku gak akan intip" timpal Gery.
Lusi pun langsung mengerutkan kening dan kesal.
"Kalau mau masuk, masuk masuk aja gak usah diluar" ucap Lusi melihat Gery.
"Gak apa-apa enak diluar adem"
"Oh baiklah terserah" ucap Lusi beranjak pergi.
"Lusi tunggu" panggil Gery.
"Ada apa"
"Aku mau minta ijin" kata Gery.
"Ijin apa?"tanya Lusi.
"Ijin pergi dari kehidupan kamu"
Lusi pun langsung tertawa melihat ekspresi Gery dan mendengar ucapan Gery yang bilang dirinya akan pergi.
"hahahahahha... Mau kemana, pergi pergi aja gak usah pakai ijin. Aku juga gak bakal minta oleh-oleh" ucap Lusi santai.
"Ini aku serius"
"Aku lebih serius"
"Aku bukan pergi kemana-mana, hanya saja aku akan pergi dari kehidupan mu"
"Terus?"
"Yang artinya, aku tidak ada di kehidupan mu. Tidak lagi mampu menjaga mu, tidak bisa selalu disisimu, aku takut kamu akan kehilangan ku"
Lusi pun tertawa geli mendengar ucapan Gery yang menurut Lusi terlalu percaya diri.
"Lusi aku serius, aku pergi dari kehidupan karena aku sadar"
"Sadar apa? Hah? Sadar apa?" Ucap Lusi menatap Gery.
__ADS_1
"Sadar bahwa kamu lebih bahagia tanpa aku. Hidup mu lebih baik tanpa aku. Kamu tetap bisa hidup tanpa aku"
"Hemz, bagus kalau kamu sadar kamu memang tidak ada dalam hidupku sebelum nya kan"
"Memangnya kamu tidak sedih kalau aku pergi?" tanya Gery.
"Tidak?"
"Tidak apa?"
"Tidak sedih. Silahkan pergi, mau kemana pun kamu mau pergi aku persilahkan. Asal satu"
"Apa?" Lalu Gery pun langsung memegang tangan Lusi dan menarik Lusi kedekatnya.
"Apa sebelum aku pergi kamu mau minta ciuman bibir dari ku" ucap Gery menatap Lusi lekat dengan sorot mata yang tajam.
"Nih ciuman bibir" ucap Lusi langsung menampar.
Plaaaakkkk....
"Ciuman paling indah, kan. Sialan" ucap Lusi kesal.
Gery pun tampak memegang pipinya yang ditampar Lusi.
"Maaf aku gak tahu diri lagi" ucap Gery sadar.
Lusi pun langsung memasang raut kesal.
"Aku sering tak tahu diri dan lupa diri kalau didepan kamu" kata Gery.
"Yaudah aku mau minta maaf"
"Maaf yang mana?"
"Semuanya" ucap Gery memberikan uang kepada Lusi di amplop. "Sebelum aku pergi aku akan berikan kamu uang ini, sebagai bentuk permintaan maaf"
Lusi pun melihat cek didalamnya sebesar seratus juta rupiah.
Lusi pun menarik napas panjang dengan melihat angka segitu.
"Ambilah uang mu itu" tolak Lusi.
"Kenapa?"
"Aku tidak mau" tolak Lusi.
"Baiklah jika kamu tidak mau, aku akan transfer langsung ke rekening mu"
Lusi pun hanya terlihat memandang Gery tajam saat itu. Lusi benar-benar bingung dengan sikap Gery yang meminta maaf dan memaksa Lusi dengan menerima uang.
"Aku sarankan padamu, jika kamu ingin meminta maaf pada ku. Pergilah dari hidupku, jaga istrimu dan anakmu dengan baik, cara itulah aku memaafkan" ucap Lusi langsung pergi meninggalkan Gery.
"Jika saja itu mudah untuk ku sudah pasti aku akan lakukan, tapi sayang ini sulit Lusi. Ini sangat lah sulit" batin Gery memandang kepergian Lusi saat itu.
__ADS_1
"Baiklah aku akan tinggalkan mu" teriak Gery seperti orang gila.
Lusi pun hanya tampak tak peduli dengan Gery yang tak jelas itu.
Sebenernya dalam lubuk hatiku aku meminta maaf padamu soal aku yang sudah menidurimu. Tapi seperti nya kamu masih belum sadar dan percaya. Aku akan pergi, ya aku akan pergi batin Gery.
Lusi yang berjalan saja itu pun membuat Gery geram dan akhirnya langsung mengejar Lusi..
"Aku minta maaf sama kamu, bisa kah kamu maafin aku"
Lusi pun langsung teringat akan kejadian di masa lalu Lusi yang membuat dirinya kehilangan bayi dalam rahim nya.
"Mana mungkin aku bisa memaafkan orang yang sudah membuat aku kehilangan bayi dalam rahim ku, kamu ingat kan betapa aku menderitanya saat aku harus merelakan aku hamil namun keguguran gara-gara kamu" ucap Lusi yang mengingat kejadian lampau.
"Kamu ingat aku terguling-guling dari tangga, ingat kamu!!!! Ucap Lusi kesal.
" Bukan itu yang aku bahas"
"Yang mana lagi"kata Lusi.
"Yang aku tidurin kamu di hotel itu loh. H-o-t-e-l"
"Maaf ini part mana bagian mana soalnya aku gak ingat dan gak tahu. Stop halusinasi!!!!"
Gery pun tampak bingung karena Lusi tidak percaya.
"Baiklah, lupakan saja kejadian itu dan anggap aku tak pernah melakukan itu padamu"
"Gak waras, aku tidak amnesia. Aku tidak pernah melakukan itu!!"
Baiklah terserah pada mu Lusi jika ternyata dirimu tak ingat hal itu, aku pun tidak masalah jika kamu tidak ingat kejadian itu,batin Gery, namun Gery harus memberikan uang pada Lusi memberikan uang sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya.
"Kalau gitu ambilah uang ku ini" ucap Gery.
"Tidak mau!!!!"
"Lusi harus!!!" Gery kekeuh.
"Tidak mau"
Lusi pun masuk ke dalam kamar inap lagi, Rian mendengar ada suatu keributan sehingga dirinya pun menanyakan pada Lusi.
"Ada siapa di depan" tanya Rian.
"Orang ga jelas"jawab Lusi nada kesal.
"Siapa?"
"Gery"
"Kenapa?"
"Maksa banget kasih uang aku tidak mau dan jelas menolak"
__ADS_1
Rian pun hanya terdiam tidak menaruh curiga apapun soal Gery yang tiba-tiba kasih uang. Dan Lusi pun tidak cerita pada Rian soal diri Gery yang sudah meniduri Lusi. Lusi tidak cerita karena Lusi mengaggap bahwa itu adalah berita bohong yang tidak harus diberitahu pada Rian.