Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Berusaha melepaskan diri (2)


__ADS_3

Suara Lusi yang seperti setengah menangis itu membuat Gery khawatir dengan kondisi Lusi terkini.


Lusi tak pernah menyangka jika dirinya yang ingin membantu suaminya yang sedang sakit harus mendapati kenyataan dan cobaan pahit seperti apa yang terjadi pada dirinya kini.


Wajah Lusi tampak memar dan berdarah pada bagian kiri, tangan Lusi pun tampak berdarah juga. Lusi yang sedang menelpon Gery pun dengan tergesa-gesa bingung memulai dari mana. Hanya kata tolong yang Lusi ucapkan berkali-kali.


"Tolong. Tolong aku"


"Kamu kenapa" tanya Gery panik dengan suara yang tampak panik.


"To-tolong" ucap Lusi tampak ketakutan.


"Kamu sekarang katakan dimana?" tanya Gery.


Seketika Arga pun tampak menemukan Lusi yang berada di dalam toren itu. Dengan wajah yang menyeringai sembari tersenyum.


Lusi pun langsung mematikan teleponnya dan langsung dengan cepat mengirim pesan singkat yang berisi lokasinya dengan mengirim shareloc.


Saat Lusi mampu ditemukan, Arga pun langsung masuk kedalam toren yang berukuran cukup besar itu.


Lusi pun tampak ketakutan saat Arga melihat Lusi yang sedang memegang hp nya. Arga pun langsung menarik handphone Lusi dan menginjak nya.


"Pintar juga kamu mencari tempat seperti ini" kata Arga melihat ke arah Lusi.


Lusi pun tampak ketakutan saat Arga mampu menemukan dirinya.


"Menyerah lah, rupanya kamu suka dengan tantangan. Baru kali ini aku menemukan wanita yang nyaris mati tapi masih mau bertahan hidup. Padahal kalau kamu tidak melawan, dirimu tak akan terluka seperti ini. Tidak ada kejadian kamu jatuh dari mobil dan kena pisau ditangan itu tidak akan ada. Menyerah saja cantik, serahkan tubuh mu pada ku!!!!" ucap Arga mendekati Lusi secara perlahan.


Lusi yang tampak terlihat penuh luka itu masih tampak berusaha untuk kabur


"Aku lebih baik mati, ketimbang menyerah padamu. Kenapa kamu begitu jahat padaku, padahal aku tidak pernah jahat pada mu!!!" seru Lusi.


"Kamu memang tidak jahat, tapi suami mu. Suami mu lah yang sudah membuat ku kesal karena dengan mudah nya dia naik jabatan. Aku, aku yang dasarnya sudah bekerja telah lama itu, tak pernah dianggap sama sekali" kata Arga "Sekarang Lusi, sekarang!!! aku mau kamu menyerah kan tubuh mu"


"Tidak akan!!!! " ucap Lusi dengan nada tinggi.


"Masih saja kamu berani, berani kamu. Ingat Lusi, suami mu hampir mati dan kamu harusnya tidak perlu setia lagi padanya" kata Arga.


Arga pun langsung mendekati Lusi dan kini berada lebih dekat sambil memegang wajah Lusi dengan kuat.


"Lepaskan aku!!!" Teriak Lusi.


"Andai saja dirimu tidak cantik, aku tidak akan melakukan ini" ucap Arga.


"Lusi aku tidak pernah jahat sama siapapun, namun kali ini lain. Aku harus melakukan nya, karena aku tahu aku harus mendapatkan apa yang aku sukai yaitu jabatan dan juga wanita seperti mu, yang setia dan juga cantik!!! Aku lelah, aku lelah menjadi orang yang pura-pura baik terus, aku harus jahat demi mendapatkan apa yang ku inginkan" kata Arga dengan sorot mata yang tajam.


Seketika Lusi pun teringat pada mimpinya saat malam itu, apakah ini maksud dari mimpi nya itu. Hari dimana Lusi tampak dikejar oleh pria yang tampak tak dikenalnya sama sekali. Dan Lusi tampak menangis, apa kah mungkin ini arti mimpinya.

__ADS_1


Lalu dengan cepat Arga memeluk Lusi dengan sangat kuat mencoba menggagahi Lusi ditempat yang itu. Yaitu disebuah toren besar yang bewarna Oren yang biasanya untuk menyimpan air.


Hari sudah tampak gelap saat itu, hanya ada cahaya lampu kecil dan bulan yang mampu menyinari keduanya yang terlihat sedang dalam posisi pertarungan. Jika bagi Arga itu adalah pertarungan untuk mendapatkan apa yang ia ingin kan. Namun bagi Lusi ini adalah pertarungan untuk mempertahankan harga diri serta kehormatan.


Lusi melihat Arga seolah seperti orang yang kerasukan syeitan, sementara Arga saat melihat Lusi sangat sudah tak sabar karena sebentar lagi Arga mampu pakai tubuh Lusi cuma ia kesal karena gagal.


Arga pun mencengkram tubuh Lusi kuat.


Dan langsung menarik tubuh Lusi kedalam pelukannya. Saat Lusi dipukul oleh Arga kuat, dan memukul tubuh Arga namun itu semua terasa sulit. Karena tangan Lusi dipegang kuat oleh. Lusi pun tidak tinggal diam begitu saja, dia harus lepas dari tangan pria kejam itu, Lusi langsung menggigit bahu Arga dengan kuat agar dirinya bisa lepas. Arga pun tampak kesakitan dengan gigitan Lusi pada bahunya itu.


Saat itu Lusi pun tampak langsung berusaha keluar dari toren dan berlari dengan kencang.


"Wanita kurang ajar!!" Arga pun langsung keluar dari toren itu dan mengejar Lusi.


Lusi kali ini kembali tampak berlari dan bersembunyi dibalik tumpukan kardus. Dan berharap agar Arga tak mampu menemukan dirinya.


Lusi sudah lelah sekali untuk berlari, ia sudah lelah dengan apa yang ia alami malam ini.


Arga pun tampak membawa kayu besar dan seperti nya dia memang sengaja membawa itu untuk memukul Lusi. Lusi pun tampak sangat ketakutan saat melihat Arga membawa kayu besar.


"Keluarlah wanita berngsk!!! Jangan menghabiskan kesabaran ku malam ini, jangan buat aku menunggu terlalu!!" kata Arga kesal sambil mencari Lusi kemana kemana.


Dan sialnya Arga mampu menemukan Lusi karena ia melihat dari jejak darah yang tercecer di tanah, itu merupakan sebuah jejak untuk menemukan Lusi yang tampak bersembunyi.


Ya, darah itu dari tangan Lusi yang mengeluarkan darah karena terkena senjata tajam.


"Bisa-bisanya dia bersembunyi dengan meninggalkan jejak"


Arga pun akhirnya menemukan Lusi dari jejak darah yang sebenarnya tidak tampak jelas namun mampu memperlihatkan jejak keberadaan Lusi.


"Rupanya kamu disini ya" kata Arga yang mampu menemukan Lusi yang saat itu sedang bersembunyi.


Bagaimana bisa dia menemukan ku batin Lusi kaget.


"Wanita seperti mu, harus banyak belajar hidup cerdas dan pintar, jangan bersembunyi dengan meninggalkan jejak darah. Dasar bodoh!!!" ucap Arga sembari tersenyum. "Hahaha siap-siap lah sayang"


Lusi pun langsung berlari lagi dengan kuat, Arga pun mengejar. Lusi pun ketakutan melihat Arga yang mengejar nya apalagi dengan ia membawa kayu besar.


Ya Allah tolonglah hamba mu ini aku takut, dalam hati Lusi sambil menangis didalam hati.


Lusi pun berlari dengan cepat tak peduli sejauh apapun itu. Lusi yang berlari di area perkebunan tampak sepi dan seolah sulit menemukan titik terang. Karena semua jalan tampak tertutup hanya jalan lewat perkebunan sawit itu yang mampu Lusi lewati.


Lusi yang berlari dengan cepat itu pun tanpa sengaja tersandung ranting pohon.


Brruugghhh.... Lusi pun terjatuh.


Saat Lusi terjatuh dengan cepat Arga dengan cepat pula memukul kaki Lusi dengan kayu besar.

__ADS_1


Buughhhh..


Lusi pun tampak memejamkan mata nya, merasakan sakit yang begitu mendalam pada bagian kakinya dan juga hatinya yang kini terasa pilu.


Lusi pun menangis merasakan sakit yang mendalam dengan apa yang dilakukan oleh Arga, pria yang baru dua hari ia kenal.


Lusi merasa dirinya akan tamat pada malam ini, Lusi sudah tak mampu berlari lagi. Kaki Lusi tampak sakit, Lusi hanya menyeret kakinya berusaha untuk bangkit dan semua terasa menyulitkan serta menyakitkan.


Air mata Lusi tak terbendung lagi, Lusi sudah tak tahan dengan semua penderitaan yang ia alami saat malam ini. Lusi tak mampu berlari bahkan untuk berdiri saja semua terasa sulit.


Habislah aku ucap Lusi didalam hati sambil menangis meronta kesakitan.


Arga pun membuka bajunya, bersiap akan melakukan hal yang ia nantikan yaitu meluapkan hasratnya pada wanita yang dihadapannya kini. Dengan cepat Arga menindih tubuh Lusi dan mencium bibir Lusi dengan sangat bergairah. Lusi pun tampak menangis, Lusi seperti sudah tak ada harapan lagi untuk lepas dari pria dihadapannya kini. Melihat Arga yang seperti singa kelaparan seolah membuat Lusi kehilangan arah dan tujuan.


Lusi merasa semuanya sudah sirna harapan dan semuanya.


Ya, semuanya...


Mengapa sulit kehidupan yang ku jalani sampai bisa seperti ini dan begitu menyakitkan seperti ini, ya tuhan.. batin Lusi sambil menangis terisak tak kuasa dengan perlakuan Arga terhadap dirinya.


Sampai, menyerah itu seolah pilihan satu-satunya bagi Lusi dan tak ada pilihan lain.


Arga pun menciumi setiap inci diri Lusi. Sebelum ia sampai pada sebuah inti dari pergulatan antara pria dan wanita dalam hubungan badan.


Saat itu.


Tiba-tiba.


Cahaya datang menyinari dan terlihat itu dari lampu motor yang Lusi tak ketahui siapa pengendaranya karena memakai helm. Lalu pria itu turun dari motor dengan cepat pria itu menarik tubuh Arga dengan cepat dan cepat juga langsung memukulnya.


"Brngsk, akan ku hajar kau habis-habisan" ucap pria itu menarik dan memukul Arga.


Arga pun jatuh tersungkur saat dipukul oleh pria tak dikenalnya.


Arga yang sudah tampak ketakutan itu pun langsung pergi.


"Hey jangan pergi brengsek!!!!"


Arga pun pergi karena takut jika pria yang menolong Lusi membawa teman untuk memukulinya.


Ya, Arga memang pengecut.


Lalu pria yang menolong Lusi itu pun bimbang antara mau mengejar Arga atau menolong Lusi yang terlihat kesakitan itu.


Dengan cepat ia pun lebih memilih untuk menghampiri dan menolong Lusi.


Dan saat pria itu membuka helmnya, Lusi pun baru tahu jika itu adalah Gery.

__ADS_1


"Gery"


__ADS_2