Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Rencana David


__ADS_3

Lalu setelah itu pun Lusi bernapas lega setelah mendapatka persetujuan, bahwa Marisa akan menikah dengan Juna.


Saat diloby(kantor pak David).


Lalu tak sengaja, Lusi bertemu dengan Marisa. Saat itu memang Lusi masih dikantor milik pak David. Lusi yang niat ingin menegur Marisa pun tampak tak berani takut Marisa masih marah dengannya. Namun Marisa malah tampak menegur Lusi lebih dulu, saat ia sadar bahwa Lusi memakai gaun pemberian dirinya.


"Lusi" ucap Marisa kaget. "Kamu ngapain disini"


"Marisa?" Ucap Lusi.


"Ini gaun pemberian aku kan" ucap Marisa.


"Iya, ini dari kamu, bagaimana bagus kan?" ujar Lusi.


"Ku pikir sudah kamu buang. Karena aku melihat gaun ini ada ditempat sampah saat aku pulang dari rumah kamu" ucap


"Gak, Marisa. Mana mungkin aku membuangnya"


"Maafkan aku sudah salah paham padamu Lusi" jelas Marisa merasa menyesal.


Lusi pun hanya tampak tersenyum.


"Gak apa-apa Marisa", jawab Lusi.


Lalu Marisa pun tampak memperhatikan Lusi dari atas sampai bawah. Dan Marisa baru tersadar bahwa gaun yang ia belikan untuk Lusi itu terlihat sangat seksi untuk dirinya. Apalagi banyak pasang mata lelaki yang tampak memandang Lusi dengan mata tak biasa.


"Lusi, maaf sebelumnya. Gaun yang ku belikan ini memang betul bagus untuk mu, tapi sepertinya aku salah memilih. Ini sangat seksi. Dan sekarang semua masalahnya orang memandang mu dengan tetapan tak biasa" lalu Marisa pun tampak melepas blazer yang ia kenakan dan memakaikan kepada Lusi.


Kini Marisa hanya memakai kaus lengan pendek saja.


"Aku tidak mau ada yang melihat kamu dengan tatapan nakal. Kamu pakai blazer punya aku ya"lanjut Marisa.


"Tapi blazer ini kan punya kamu"


"Gak apa-apa. Aku ada lagi kok. Gaun ini tidak usah kamu pakai lagi ya. Ini sangat seksi Lusi. Jangan sampai hanya karena perasaan gak enak sama aku, kamu jadi paksa memakai ini. Padahal aku tahu kamu belum tentu nyaman memakainya. Nanti aku akan membelikan kamu yang baru. Yang lebih baik lagi" kata Marisa.


"Ah tidak usah repot Marisa. Tidak usah seperti itu. Aku tidak perlu gaun darimu atau hadiah apapun. Cukup rasa persahabatan saja diantara kita yang paling penting bukan" ujar Lusi tersenyum.


"Tentu pastinya. Oh ya, aku sampai lupa. Ada perlu apa kamu kesini. Bukankah ini kantor papaku"tanya Marisa.


"Ah kebetulan aja aku lewat"


"Lewat?" Ucap Marisa merasa heran, kenapa cuma lewat Lusi hingga masuk segala.


"Iya, sekalian lewat dan main. Gak apa-apakan aku main kekantor papa mu" ucap Lusi menjelaskan.


"Oke baiklah" jawab Marisa masih tetap menaruh perasaan heran.


"Lebih baik aku pulang, hari sudah mau malam. Bye.." pamit Lusi pulang.


"Oke bye" jawab Marisa.


Lalu Marisa pun masuk ke ruangan papanya dengan perasaan masih merasa heran. Ada perlu apa Lusi hingga datang ke kantor milik sang papa. Hingga seperti ada sesuatu yang dirasa aneh.


Lalu Marisa pun melihat papa nya yang duduk dimeja kerjanya.


"Pap" sapa Marisa.


"Hey" ujar David sambil tersenyum melihat putrinya yang datang.


"Mama mana?"

__ADS_1


"Tadi dia toilet, kamu datang sama mama mu ya" tanya David.


"Iya pa. Cuma tadi aku dibawah ketemu Lusi tadi" jelas Marisa.


"Oh oke"


"Ada sesuatu yang aku mau tanyakan?"


"Oh bertanyalah"


"Lusi datang kesini ada perlu apa?"


Lalu papanya pun tampak kaget saat Marisa, menanyakan akan kedatangan Lusi. Dan ia pun teringat akan pesan Lusi agar merahasiakan apa yang dia perintahkan yaitu soal Gery.


"Iya dia disuruh Bu Renata untuk datang kesini"ujar pak David menerangkan.


"Untuk?"


"Iya untuk membuat janji ketemu antara papa dan Bu Renata. Masalah bisnis biasalah"


"Oh, tapi aku aku tanya Lusi. Dia hanya kebetulan lewat saja" ungkap Marisa curiga karena jawabannya berbeda dari Lusi.


"Dia bilang seperti itu..hahaha mungkin dia hanya bercanda"


"Oh begitu ya bercanda"


"Ya, kamu jangan pikirkan sebaiknya kita pulang yuk. Atau kamu mau makan dulu" ajak David untuk mengalihkan pembicaraan.


"Oke aku emang ingin makan dulu"


Lalu setelah itu..


Terlihat Marisa yang tampak duduk termenung dimalam hari di balcon rumah nya. Tiba-tiba saja dari kejauahan terlihat Gery yang memperhatikan Marisa dan menghampiri Marisa.


"Marisa, ngapain lu disini"


"Gak ngapa-ngapain sedang memperhatikan bintang yang paling terang" jawab Marisa.


"Oh, andai saja bintang itu jatuh. Gue akan meminta permintaan" ungkap Gery lalu Gery pun menghampiri.


"Permintaan apa?"


"Rahasia"


"Oke terserah lu aja"


"Oh ya satu lagi, Marisa gue pengen tanya" ujar Gery.


"Tanya aja"


"Kalau seandainya kita bukan saudara adik dan kakak nih. Ya misalkan saja. Lu ada rasa suka gak sama gue"tanya Gery.


"Hah, apaan gak mungkin lah. Gak mungkin gue suka sama lu"ucap Marisa tertawa.


"Eh gue serius nanya, lu beneran gak ada rasa gitu. Walaupun misal gue bukan Kakak lu"


"Ya, nggak. Dan makanya gue biasa aja pas gue tahu lu kakak gue. Ya kesel sih ada, karena lu udah mau ngerebut perhatian papa. Tapi murni kalau perasaan sih gak ada sama sekali" jelas Marisa.


"Oh gitu Mar"


"Iya"

__ADS_1


"Gue pengen ajak lu liburan boleh gak, ya anggap aja ini tanda kita udah kakak adik tapi berdua aja" ungkap Gery.


"Kemana?"tanya Gery.


"Ke luar negri kita"


"Ya kemana?"tanya Marisa lagi


"Rahasia baguslah tempatnya lu pasti suka" terang atau


"Hemz ya boleh saja kalau gue gak sibuk"


Gery pun hanya tampak tersenyum.


Lalu dari kejauhan terlihat David yang memperhatikan keduanya. Nampak ia pun menaruh curiga jika benar apa yang Lusi katakan. Bahwa Gery memang menyukai Marisa.


Namun David sengaja pura-pura tidak tahu.


Lalu saat Marisa pergi, David tampak menemui Gery. Yang sedang duduk dibalcon.


"Gery"


"Ya pa"


"Kamu sedang mengobrol apa dengan Marisa"tanya Marisa.


"Ya biasalah pa"


"Oh begitu"


"Iya"


"Papa memang sempat marah sama kamu soal yang kamu buat masalah tempo lalu. Tapi papa Ingin meminta tolong sama kamu"


"Apa?"


"Lusa kamu harus gantikan papa, untuk urusan bisinis, di singapur. Karena papa tidak bisa ada urusan juga diJakarta"


"Aku akan ajak Marisa juga, agar dia bisa belajar bisnis juga pa" ungkap Gery.


"Justru itu, papa tidak bisa kalau kamu mengajak Marisa. Papa ingin dia belajar bisinis dijakarta dulu"jelas David.


"Tapi pa, aku yang akan mengajari dan menemaninya" jelas Gery.


"Tidak perlu, papa percaya sama kamu. Oleh sebab itu papa menyuruh kamu"


"Saya tidak mau jika ini hanya cuma-cuma" Gery tampak tersenyum tipis


"Maksud kamu" tanya David heran.


"Ada hadiahnya kan"


"Ya papa akan kasih kamu hadiah" ucap David menghelas napasnya


"Apa?"


"Fasilitas dan uang. Papa akan berikan uang untuk mu"


"Baiklah" Gery senang.


Akhirnya rencana David pun berhasil. Untuk membuat Gery pergi dulu untuk sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2