Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Moment indah bagi Gery


__ADS_3

Lalu terlihat Lusi dan Gery yang duduk berdua didalam taksi. Lusi yang tampak memakai baju kebesaran dan celana kebesaran harus tampak pede kali ini, karena namanya juga hasil pinjam orang lain memang sudah resiko tidak sesuai ukuran. Lusi sebenarnya masih terasa sakit pada kaki, wajah, tangan dan semuanya. Namun ia berusaha untuk tidak memikirkan dan menghiraukan, berusaha bahwa semuanya baik-baik saja. Dalam perjalan Lusi tampak memandang Gery yang sedang menatap jalan, dirinya tak pernah menyangka bahwa ia bisa bersama orang yang ia anggap musuh sekaligus ia anggap penolong juga.


Dan itu betul-betul sebuah hal yang sulit disatukan namun itulah kenyataan.


"Gery" ucap Lusi.


"Ya?"


"Tahukah kamu?" Ucap Lusi.


"Apa?"


"Sebelum aku menjadi orang yang kuat aku adalah orang yang lebih lemah"


"Lemah, semua orang juga lemah karena mereka bukan pahlawan super seperti di difilm-film, jadi aku rasa wajar jika kamu lemah"


"Maksud ku, bukan tubuh ku yang lemah. Tapi jiwa ku yang lemah, mudah putus asa dan mudah rapuh. Aku pernah merasakan yang namanya rapuh serapunya sampai. Aku pernah" kata Lusi.


"Pernah apa?"


"Pernah menjadi ODGJ, aku pernah gangguan mental dan kasarnya aku pernah menjadi orang gila, aku berharap aku tidak kembali lagi seperti dulu, aku ingin melihat putraku besar dengan keadaan ku normal" ungkap Lusi.


Gery pun seketika terdiam, Gery tak pernah menyangka bila Lusi pernah mengalami hal yang tak pernah ia duga sebelumnya. Gery tak percaya sebenernya jika Lusi pernah mengalami hal demikian, tapi dari wajah Lusi sebenernya ia terlihat jujur. Seketika tangan Lusi yang diperban tampak dipegang oleh Gery.


Lalu Lusi pun menarik secara perlahan tangannya yang dipegang oleh Gery.


"Aku percaya pada mu, kamu mampu menjalani semuanya. Kamu dapat melihat putra mu besar sehat wal Afiat, semua kamu akan rasakan Lusi, percayalah" kata Gery melihat ke arah Lusi.

__ADS_1


Lusi pun mengangguk...


Jika ia pernah mengalami gangguan jiwa, lalu kenapa dia bisa mengalaminya batin Gery bertanya dalam hati.


Gery pun terdiam tak mau membahas lagi, karena Gery hanya ingin Lusi memandang masa depan yang bahagia bukan yang kelam.


"Lusi, maaf mungkin aku membahas masalah yang kemarin, aku mau tahu siapa pelaku yang ingin menodai mu kemarin"


"Karyawan mu, dia adalah karyawan mu. Namanya Arga"


"Arga??Pria sialan akan aku habisi dia"


"Kamu tahu, kalau Arga bilang padaku. Bertahun-tahun lama nya ia bekerja di perusahaan mu, ia tidak pernah dianggap sekali pun. Tidak pernah naik jabatan"


"Lusi, aku bukan tidak mau menaikan karyawan jabatan. Aku hanya ingin melihat semua karyawan dari kualitas kerja. Bukan dari lamanya ia berkerja, aku pun memberikan reward pada karyawan lama itu sudah pasti tapi dalam bentuk yang lain. Tapi kalau cuma karena lama belum ada kualitas aku pun tidak bisa memberikan tanggung jawab untuknya. Karena tingginya jabatan itu semakin tinggi pula tanggung jawab yang yang harus dipegang"


"Lusi?" Tanya Gery.


"Ya" sahut Lusi.


"Sampai kapan kamu menutup pintu hatimu padaku?"


"Aku rasa kamu tahu jawabanya. Aku sudah menikah, kamu pun sudah menikah dari dua orang yang sudah menikah apakah bisa untuk bersatu. Dan aku lupa aku tidak mungkin bersatu pada mu dan itu untuk apa? Aku tidak mencintai mu" ucap Lusi.


Gery pun tidak menyahuti lagi, hanya berbicara dalam hatinya. Karena mau bicara sepanjang lebar apapun Gery tahu jika Lusi tak akan bilang cinta pada Gery namun Gery masih tetap optimis pada dirinya sendiri bahwa Lusi kelak akan mencintai dirinya.


Setidak cinta apapun kamu padaku, aku akan tetap mencintai mu seumur hidupku. Lusi aku mencintai mu selamanya, aku tidak peduli status mu sebagian istri orang lain, dan aku tidak peduli sekalipun aku punya istri. Batin Gery.

__ADS_1


Selama perjalanan..


Lusi melihat ke arah jalan dengan tatapan sayu, selama perjalan Lusi ingin sekali bertemu dengan putranya segera.


"Sabar ya kita akan pulang" ucap Lusi.


Lusi pun mengangguk, Gery paham betul dengan apa yang Lusi rasakan saat ini apalagi kalau bukan segera pulang dan bertemu putranya.


Lalu tak lama setelah sampai dibandara mereka pun mempersiapkan diri dengan naik pesawat, Gery pun tampak telaten membantu Lusi dengan kaki yang sakit untuk naik pesawat.


Meski saat itu juga Gery tampak merasakan pusakanya menegang setiap kali menggendong Lusi. Namun ia berusaha untuk biasa saja tidak terjadi apa-apa pada dirinya walau secara naluri nya dia selalu saja nafsu dengan wanita yang menggemaskan dan mengesalkan didahapannya yaitu Lusi.


Gery jarang sekali jatuh cinta pada wanita dan itu baru dua kali dalam hidupnya, yang pertama adalah adiknya sendiri dan terakhir adalah Lusi. Gery sadar diri dua-duanya tak bisa ia dapatkan. Namun Gery selalu berusaha untuk mendapatkan. Dan ia pun sudah melepaskan cintanya pada Marisa, karena ia sadar bahwa itu bukan cinta tapi perasaan sayang dirinya sebagai Kakak. Namun untuk Lusi itu bukan sekedar cinta biasa, namun cinta yang ia anggap luar biasa karena ia tak mampu membendung nya bahkan melupakan nya.


Selama dipesawat Lusi pun tampak diam menatap awan di dalam pesawat ia juga menutupi tubuhnya dengan selimut. Itu selimut tak ia lepaskan dari tangannya hanya karena ia tidak mau kalau ada yang melihat warna bra yang ia pakai. Untuk selimut yang ia bawa tidak tebal dan tidak besar jadi tidak terlalu malu-maluin.


Selama di pesawat suasana pun tampak hening seperti nya Gery kelelahan setelah menjaga Lusi dan mengangkat tubuh Lusi, ia pun tampak tertidur walau sebenarnya tidak benar-benar tertidur. Ia hanya ingin mengambil moment romantis berdua dengan Lusi dengan cara pura-pura tidur. Gery yang tertidur itu pun secara sadar menyandarkan kepalanya dibahu Lusi. Saat Gery memejamkan matanya sambil bersandar dibahu milik, Gery tampak senyum-senyum dalam hati menikmati suasana yang terasa bahagia itu bagi dirinya.


"Dia malah tertidur" kata Lusi yang melihat ke arah Gery.


Kepala Gery yang bersandar dibahu Lusi itu pun dengan jelas ia geser sedikit demi sedikit agar menjauh. Namun sudah berulang kali Lusi menggeser kepala Gery tampaknya kembali lagi kembali lagi, pada akhirnya Lusi pun tampak lelah dan Lusi membiarkan kepala Gery bersandar pada bahunya. Namun Lusi sambil membuang wajahnya. Seketika saat Gery sedang tertidur dibahu Lusi. Lusi pun merapihkan baju Gery yang terjangkat dan memperlihatkan perut seksinya.


"Apa orang ini kalau tidur biasa gak pakai baju, malu-maluin banget tidur masa perutnya kemana-mana" gerutu Lusi yang melihat ke arah baju Gery dan merpihkan nya.


Gery pun akhirnya senyum-senyum sendiri melihat perlakuan Lusi terhadap dirinya yang ternyata perhatian. Namun sebenernya itu bukan cinta Lusi pada Gery, hanya bentuk rasa terimakasih saja pada orang yang sudah baik padanya.


"Terimakasih Lusi, ternyata kamu memang sayang padaku" ucap Gery didalam hati.

__ADS_1


Gery pun yang awalnya cuma pura-pura tidur dengan menyadar di bahu Lusi. Pada akhirnya benar-benar tidur disamping Lusi. Bagi Gery itu adalah moment indah karena bisa berduaan bersama wanita yang sangat ia cinta itu. Yaitu Lusi yang selalu dihatinya untuk saat ini dan mungkin akan selamanya.


__ADS_2