Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
24 milyar?


__ADS_3

Lusi tidak menyangka bila Liana malah terjatuh dari tangga.


Lusi takut bila sesuatu hal buruk akan terjadi pada Liana. Bagaimana tidak Liana adalah saudara sepupu dari suaminya yang telah meninggal. Meski kini Lusi sudah menikah lagi, namun Lusi masih tetap menganggap saudarinya.


Kalau tahu Liana akan terjadi celaka seperti ini, sungguh Lusi tidak ingin ikut ke rumah yang ditempati Gery didalam keluarga besarnya. Apa yang menimpa Liana mungkin sudah menjadi suratan takdir dari yang maha kuasa. Tapi tetap saja hati Lusi ikut hancur merasakan apa yang kini menimpa Liana.


Pikiran Lusi pun kalut saat itu bahkan dirinya tak bisa tidur mengkhawatirkan keadaan Liana saat ini berat sekali apa yang menimpa Liana perasaan bersalah terus saja meradang didalam hati Lusi yang paling dalam. Dan kini Lusi hanya dapat berharap bahwa Liana akan baik-baik saja. Itulah doa yang Lusi panjatkan didalam hati. Berulang kali diucapkan dalam hati Lusi.


Lalu saat pagi hari mata Lusi pun tampak sembab dan serta menghitam dibawah matanya, setelah kejadian Liana terjatuh itu Lusi tak bisa tidur lagi matanya sulit untuk terpejam. Bahkan untuk tenang saja seperti nya sulit, Lusi terus saja memikirkan keadaan Liana. Dan bahwa berita yang terakhir Lusi ketahui Liana masih belum sadar hingga saat ini.


Lusi pun tampak frustasi berkali-kali meremas kepalanya.


Pagi itu mama Selly baru akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Liana setelah sarapan pagi.


Lusi pun terlihat melamun memikirkan keadaan Liana, perasaan bersalah kini menyelimuti hati Lusi yang paling dalam. Kalau saja Lusi tdiak ikut kesini, hal ini tidak akan terjadi. Pasti Liana tak akan marah pada Lusi, dan kecelakaan berat itu takan terjadi sekalipun awalnya Lusi yang ingin dicelakai tapi tetap saja yang menjadi korban saat ini adalah Liana. Lusi pun tampak melamun tak tentu arah. Sampai dimeja makan saat makan pagi bersama Lusi tak santap sedikit pun makanan diatas meja saat itu. Hanya diam dengan tatapan kosong.


Dirumah sakit sudah ada Marisa dan juga Juna.. kemungkinan Selly menyusul setelah sarapan.


"Bagaimana kejadiannya?" Tanya Selly yang saat itu menanyakan Lusi secara langsung dimeja makan.


"Lusi benar-benar tidak paham, Lusi hanya menghindar dari Liana saja" kata Lusi yang terlihat sangat bersalah. Lusi pun menundukkan kepalanya dan terlihat menjatuhkan air matanya sesekali.


Lusi tak menyangka akan terjadi hal buruk menimpa Liana. Perasaan bersalah terus saja menghinggapi didalam diri Lusi.


"Sudahlah Lusi kamu harus tenang, saat ini. Kita doakan semoga Liana segera pulih" kata Selly yang melihat Lusi yang sangat kahwatir dengan Liana.


"Iya ma" Lusi pun tertunduk dengan air mata yang basahi pipi.


Lalu terlihat David yang malah memicing tajam menatap Lusi saat itu, dengan tatapan tajam dan ia pun terlihat membawa sebuah kertas ditangannya. Yang entah isinya apa.


"Bagaiman keadaan Liana? Apa betul kamu mendorong nya" Tanya David yang kali ini malah terlihat memojokkan Lusi.


"Dorong, aku sama sekali tidak mendorongnya" ujar Lusi yang saat itu terlihat kaget dengan ucapan David.


"Apa betul begitu?" Tanya David yang seolah tak percaya dengan ucapan Lusi.


"Iya aku berani bersumpah" jawab Lusi singkat dan Lusi merasa jika David seolah tak percaya dengan apa yang Lusi sampaikan.


"Apa kamu saja yang mengarang cerita supaya kamu bisa-"kata David yang tidak melanjutkan kata-katanya.


"Bisa apa?"


Lusi pun memandang dengan tatapan sakit, disaat mungkin David menatap diri Lusi seperti orang yang paling salah dalam hal ini.


"Saya jadi curiga?" Ucap David yang menatap Lusi sinis.


"Curiga?" Kata Lusi dengan tatapan nanar.


Lusi tidak menyangka bila David menyudutkan diri Lusi saat itu.


"Kamu ingin menguasai Gery kan makanya kamu ingin mencelakai Liana, atau kamu ingin menguasai semuanya supaya kamu bisa merebut harta dari putra saya" kata David dengan tegas.


Lusi heran kenapa David bisa bicara seperti itu berpikiran buruk tentang diri Lusi.


Ya, Lusi sadar diri dimata orang lain mungkin sebagai istri kedua dan tak ada baiknya. Tapi kenyataan yang paling nyata tidak lah semua orang yang menjadi istri kedua tidak seperti itu. Termasuk diri Lusi yang tak ada sedikitpun memiliki rencana jahat untuk meminta harta.

__ADS_1


"Tidak, saya hanya menghindar dari Liana" kata Lusi berkata jujur apa adanya.


"Bohong" kata David yang tak percaya


"Saya berani bersumpah" kata Lusi.


"Tidak mungkin, kamu hanya ingin harta anak saya kan" kata David membuat tuduhan yang tak benar.


"saya datang kesini bukan untuk meminta harta, saya hanya mengikuti apa yang menjadi saran oleh Gery untuk tinggal bersamanya, itu saja, tak pernah terbesit sekalipun saya meminta harta atau semacamnya" ucap Lusi yang kali ini penuh penekanan dan menjatuhkan air mata kepada sang ayah mertua barunya yang mengatakan hal tesebut.


"Ya bisa saja itu benar kan, mana ada wanita yang mau menjadi yang kedua. Kalau kamu sendiri datang melainkan harta yang membuat kamu bertahan sampai kamu tidak punya muka mau dan untuk tinggal disini" sarkas David dengan tatapan sinis dan dengan nada tinggi.


Seketika Lusi pun merasakan perih teramat dalam hatinya, dengan apa yang diucapkan oleh sang ayah mertuanya itu. Seolah sebuah pedang tajam yang menusuk bagian dalam.


Lusi pun tak sanggup berkata sepatah kata pun selain kepedihan hati yang tengah paling dirasakan.


Hingga Lusi yang terasa air matanya kembali berurai menahan sakit termaat dalam.


Lusi tidak ingin untuk makan itu pun menjadi terasa sesak dan kaku ditenggerokan.


Lusi tidak tahu apa yang membuat David bicara seperti itu, seperti tombak yang begitu menyayat hati, apa karena Lusi menolak cintanya ataukah karena hal yang lain sehingga David tega mengatakan hal tesebut.


"Kamu, ya kamu. Saya mengira kalau kamu itu baik. Istri yang setia sampai maut memisahkan tapi setelah kejadian ini saya berpikir ulang tentang dirimu" kata David.


"Berpikir ulang bagaimana?" Tanya Lusi yang terlihat air matanya


"Hanya wanita yang tak punya hati yang masih mau untuk tinggal bersama istri pertamanya satu atap"


"Aku punya alasan kenapa aku mau ikut dengannya?" Ucap Lusi lirih.


"Tapi aku tidak jahat dan merasa paling benar"


"Mana ada istri kedua yang baik, dan kamu jahat tapi hal yang paling bodoh adalah kamu tidak menyadarinya" jelas David.


Lusi pun terdiam dan tak menyahuti lagi ucapan dari sang ayah mertuanya. Lusi merasa bersalah dengan Liana juga pada dirinya sendiri yang merasa paling gagal karena membiarkan dirinya masuk dalam cinta segitiga rumah tangga yang belum tentu arah dan tujuannya.


Lusi pun tertunduk menahan sakit yang teramat dalam batin dan hatinya.


"Lusi jangan dengarkan apa kata papa David ya" kata Selly memegang pundak Lusi saat itu.


"Sudah cukup kamu menyakiti hatinya, sudah cukup!!!!" Kata Selly kesal.


"Aku masih belum selesai" kata David saat itu.


Lalu terlihat David yang menggebrak meja dengan keras dan menunjukkan bahwa ada pengambilan dana diperusahaan sebesar 24 milyar.


"Apa ini!!!!!" Kata David pada Lusi.


"A-apa maksudnya ba-bagaimana?" Tanya Lusi sedikit terbatas.


"Kamu bilang kamu tidak matere, tapi tadi pagi saya mengecek ada uang perusahaan yang diambil oleh Gery, apa itu untuk mu" kata David saat itu.


"Bukan, tapi iya"


"Yang jelas kalau bicara" ucap David tegas.

__ADS_1


"Baiklah, saya memang dapat bantuan dari Gery untuk melunasi hutang suami saya yang sudah sebesar 24 milyar, dan itu untuk melunasi hutang saya. Dan syarat itu dipergunakan oleh Gery supaya saya mau menikah dengannya bila Gery mampu melunasi hutangnya"


"Oh rupanya kamu murahan sekali ya, dengan uang 24 milyar dirimu bisa dibeli oleh anak saya dan lalu menjadi istrinya" kata David yang dengan mudah mengatakan itu didepan Lusi sambil berdiri menatap tajam ke arah Lusi.


"Kamu tahu, secara tidak langsung kamu sudah menjual diri kamu dengan harga uang itu, sungguh hina dirimu Lusi" kata tajam David begitu terasa menyakitkan.


Lusi pun langsung menangis terisak mendengar penuturan dari ayah mertuanya yang begitu terasa sangat menyakitkan hatinya.


Wanita yang tengah hamil itu pun langsung tidak bisa banyak berkata lagi, selain tertunduk meratapi dirinya yang merasa paling terhina didunia. Merasa tidak ada guna yang semakin hari semakin rapuh.


"Kamu tidak boleh menghina perempuan seperti ini David, bagaimana pun dia perempuan dan dis sedang hamil kamu harus hargai dia" kata Selly yang kesal pada suaminya. Yang ucapan tidak disaring sama sekali.


Lusi pun juga tidak mau saat itu David dan Selly bertengkar apalagi Selly menajdi bertengkar karena membela dirinya. Cukuplah Liana yang saat ini menderita karena dirinya.


Lusi tidak mau jika kalau Selly dan David jadi betengkar hebat karena Lusi.


"Cukup, ma sudah cukup. Lusi ijin ke kamar dulu. Lusi ingin tenagi diri dulu, permisi" Lusi pun beranjak berdiri melangkah kaki dengan perasaan pilu dan air mata yang berderai..


Meski beberapa kali Lusi telah menghapus air matanya, tapi berkali-kali pula terjatuh.


Langkah kaki nya terasa gontai, begitu pula dengan perasaannya.


Lusi tidak tahu, harus bagaimana dengan keadaannya yang menderita batin tersiksa perih.


Disini terhina dan disana pun ternoda....


Seolah jalan yang paling dilalui adalah hal paling salah. Dan semua yang dilalui tidak ada benarnya, tak berujung dan tak bertepi dan semua penuh akan derita.


Air mata tercucur deras mengingat semuanya.


Disisi lain, sebenarnya.....


*Flashback on.


Sebelum kejadian itu.


David yang keluar dari kamar Lusi lantas tak sengaja bertemu dengan Liana di ruangan lain. Liana yang sangat membenci Lusi itu pun menghasut dan menjelekkan Lusi bahwa kehadiran Lusi didalam keluarga Gery secara tiba-tiba adalah ingin meraup harta banyak dan hanya memanfaatkan untuk mengeruk semua harta yang Gery miliki.


Awalnya David antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang Liana katakan bahwa Lusi hanya mengincar harta. Tapi setelah ia menelusuri saat malam itu juga ada kejanggalan soal uang perusahaan yang berkurang 24 milyar itu. Mungkin bagi David sedikit tapi David tidak terima karena berita yang mengatakan Lusi matreliastik itu adalah seolah benar dan itu membuat ia menjadi kesal terlebih lagi ia memang tidak setuju dnehna anaknya yang menikah dengan wanita yang memang ia pernah mengincarnya juga.


"Dasar kurang ajar, untung baru sedikit aku mengetahui dirimu mengambil harta ku, kalau sampai ini dibiarkan aku tidak bisa terima ini" kata David dengan nada berapi.


"Kamu mungkin memang cantik tapi tidak untuk untuk kelakuan buruk mu yang hanya mengincar harta"


*Flashback off*


Setelah hasutan Liana...


Akhirnya Lusi pun dipandang jelek oleh David. seolah Lusi hanyalah wanita hina yang tiada baiknya dan mengincar harta milik keluarganya.


Terlebih saat ini Gery dengan Liana berada dirumah sakit. Tak ada yang mampu membela Lusi saat ini.


Lusi pun seolah tak ingin bercerita tentang hinaan yang dilayangkan oleh David pada dirinya karena lagi-lagi Lusi tidak ingin kalau Gery dan David itu berkelahi karena dirinya.


Jika itu terjadi Lusi adalah orang yang paling menghukum dirinya sendiri, karena telah membuat ayah dan anak menjadi berkelahi.

__ADS_1


Lusi pun hanya menangis dikamar dengan penuh derai air mata dan hati yang begitu terasa sakit.


__ADS_2