Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Pria Jahat


__ADS_3

Beberapa saat kemudian. Saat Lusi masih dalam keadaan sangat down. Masih dalam keadaan sendirian. Tanpa ada yang tahu kalau Lusi berada dirumah sakit, kecuali Gery. Gery datang menunjukan dirinya di depan Lusi. Gery datang membawa sekresek makanan untu Lusi. Lusi menatap Gery dengan tatapan tajam dan penuh air mata diwajahnya. Lusi terlihat sangat berantakan tak seperti biasany. Ia terlihat sangat terpukul. Perasaan kesal dan amarah pun berkecamuk dalam hati Lusi saat yang ia lihat kini sesosok pria yang jahat yang sudah ia anggap membunuh anaknya.


Dengan mata yang merah. Wajah yang penuh kesedihan mendalam. Lusi tampak pucat dan kehilangan arah. Lalu melihat yang siapa datang semakin kesal dan emosi yang tak dibendung lagi.


"Beraninya kamu menemuiku!!! Kamu tahu gara-gara kamu aku kehilangan anak dalam perutku!!" ucap Lusi dengan kesal namun air mata juga tampak terus mengalir.


Deg


Gery kaget dengan apa yang Lusi katakan.


"Apa????" Ucap Gery kaget. "Aku datang untuk minta maaf Lusi" ucap Gery lagi.


"Maaf katamu setelah apa yang kamu lakukan. Kata maaf tidak bisa mengubah dan membuat semuanya kembali" ucap Lusi.


Lusi pun langsung menangis menutup kedua wajahnya dengan tangan.


Gery pun tampak ingin menguatkan Lusi dengan tangannya yaitu membelai bahunya. Lusi pun tampak menepisnya.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku!!!!"


"Lusi" ucap Gery dengan nada lirih.


"Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada mu. Kenapa begitu jahat kamu melakukan hal ini. Kamu adalah pembunuh!!!" ucap Lusi dengan nada kesal.


"A-aku tidak sengaja membuat mu terjatuh. Aku sungguh tidak sengaja, Lusi ku mohon maafkan aku" ucap Gery.


"Cukup!!! Cukup!!! Sampai kapanpun aku tidak bisa memaafkan orang yang sudah merenggut nyawa anak dalam perut ku. Aku sangat membenci mu. Bahkan suami ku dirumah sakit itu karena ulah mu kan!!!!"


"Lusi kumohon maaf kan aku" ucap Gery bersimpuh memohon.


Gery masih tampak tak mau pergi. Ia masih tampak meminta maaf dan memohon pada Lusi.


"Jangan pernah tampakan diri di hadapan ku!!!" ucap Lusi dengan nada tinggi.


Lusi pun langsung mengambil apa saja yang ada disitu untuk melempar ke arah Gery. Ia melempar Gery dengan sendok, gelas dan peralatan yang ada disitu.

__ADS_1


praak..


prakk...


praaang...


"Pergi kau dasar pembunuh!!!!!" Ucap Lusi menangis dan kesal. "Pergi kamu..... Pergi kamu"


Gery pun tampak terdiam sejenak sambil merenungi apa yang telah ia lakukan


Kini Gery benar benar menyadari. Bahwa apa yang ia lakukan semua adalah salah. Ia telah merusak rasa yang seharusnya suci dalam cinta itu. Namun bukan cinta tapi kebencian yang ia dapatkan.. kebencian Lusi terhadap Gery sudah tak main-main lagi. Baru kali ini Lusi mengatakan pembunuh pada orang lain..


Ya Gery merasakan dirinya memanglah pembunuh. Karena membuat Lusi keguguran. Gery pun tampak sedih melihat Lusi yang begitu hancur ketika itu.


Saat seorang suster datang untuk melihat keadaan Lusi yang histeris. Gery pun akhirnya memutuskan keluar.


Selama perjalan Gery merutuki dirinya sendiri. Menyesali semua yang ia lakukan.

__ADS_1


"Betapa bodohnya kamu Gery. Bodoh. Kenapa bisa malah membuat Lusi hancur. Ya aku memang pembunuh. Aku harusnya tak melakukan pada orang yang aku cintai" ucap Gery meremas kepalanya. "Aaaaaarrrrrrggghhh" Gery kesal pada dirinya sendiri.


__ADS_2