Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kedatangan Ayah dari Demian


__ADS_3

Gugat cerai yang dilayangkan oleh Gery tak membuat Liana ingin segera berpisah. Pasalnya karena Liana yang tak mampu hidup dengan Gery Liana juga masih cinta, walau secara garis besar Liana sudah mengkhianati Gery. Liana tidak mau diceraikan karena Liana memang juga tak bisa bila hidup tanpa uang yang Gery berikan selama ini. Sekalipun Gery tidak mencintai Liana tapi selama Liana masih menjadi istri Gery, Gery memberikan fasilitas dan kemewahan yang Gery berikan.


Saat hari itu..


Liana diapartemt Gery, Liana memohon dan meminta pada Gery untuk tidak menceraikan dirinya.


"Aku memohon padamu, aku mohon jangan ceraikan aku. Aku minta maaf, aku tidak bisa hidup tanpa kamu" ungkap Liana yang duduk dilantai memegang kaki Gery.


"Keputusan aku sudah bulat, tolong terima apa yang sudah menjadi keputusan ku" jelas Gery dengan nada tegas.


"Aku mohon sayang!! Apapun aku akan aku lakukan yang penting kamu tidak menceraikan ku" kata Liana memohon.


Sejenak Gery pun berfikir dengan apa yang Liana ucapkan mungkinkah serius.


"Apakah kamu serius" tanya Gery menayakan ucapan Liana.


"Aku serius"


"Baiklah, aku tidak akan menceraikan mu asal ada syaratnya"


"Apa?"


"Aku boleh menikah lagi" ucap Gery.


"Apa!!" Kata Liana kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Gery.


"Aku akan menikahi lagi" kata Gery.


"aku tidak mau, aku tidak mau"


Liana menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.


"Aku tidak setuju" tolak Liana.


"Baiklah, seusuai apa yang menjadi keinginan ku kita tidak lagi bersama" kata Gery.


"Cukup!!!! Oke kamu menikah lagi. Tapi...." Kata Liana.


"Tapi apa?"


"Aku tidak mau kalau kamu berat sebelah sebagai istri pertama aku harus lebih berhak atas dirimu, apa kamu sanggup menjadi pria yang mempunyai istri dua. Apa kamu siap?"


"Aku sebenernya dari awal tidak pernah mencintai mu, sekalipun ada itu hanya lah sebuah rasa karena aku mencintai anakku"


Liana pun sangat jengkel dan kesal dengan apa yang dikatakan oleh Gery seperti sebuah pukulan keras pada diri Liana. Bagaimana tidak hidupnya harus dihadapi pilihan yang sulit yaitu akan dipoligami dan pilihan terakhir adalah cerai. Meksipun Liana tahu salah dirinya yang selingkuh namun perceraian bukanlah keinginannya pasalnya Liana merasa Gery memiliki segalanya untuk materi yang dan Liana membutuhkan itu. Bahkan uang yang diberikan Gery jauh lebih besar dari gaji dirinya selama ia menjadi seorang DJ.


Bak seperti menang jadi arang, kalah jadi abu.. sesuatu yang sulit dan sama-sama rugi.


Namun pada akhirnya Liana pasrah pada Gery yang memang ingin menikah lagi asalkan ia mampu memberikan yang Liana butuhkan.


"Jangan bilang kamu akan menikahi Lusi" tebak Liana dengan wajah sinisnya.


"Betul" jawab Gery.


"Aku tidak yakin Lusi akan mau"kata Liana.

__ADS_1


"Aku akan terus berusaha sampai ia mau" ucap Gery dengan keyakinannya.


"Dasar keras kepala sekali!!!!!"


"Itulah aku!!!"


Gery hanya tampak tersenyum miring pada Liana. Karena sekarang Gery merasa sudah ada jalan untuk bersama wanita yang ia cintai meksipun harus tetap bersama istri pertamanya.


"Meksipun nanti nya aku menikahi Lusi aku tidak akan membedakan mu dengan Lusi. Aku akan tetap menjadi suami mu, dan kamu tidak perlu merasa dibedakan, sebisa mungkin aku akan memperlakukan mu sama dan pastinya semua akan sama" ucap Gery menjelaskan.


Lalu Gery pun berencana besok pagi akan mendatangi Lusi dirumahnya untuk mengutarakan apa yang menjadi tujuannya yaitu menikahinya.


.


.


.


.


Sementara itu...


Saat malam hari ...


Lusi masih didalam kamar termenung meratapi nasib diirnya yang tak selalu baik dan membuatnya nyaris putus asa. Lusi beberapa kali mengepalkan tangan menahan rasa kesal yang begitu mendalam dan begitu menyakitkan hatinya.


Apa yang dilakukan Edy memang seratus persen membela Lusi karena merasa kasihan dengan dirinya yang kini tengah hamil. Memang Edy mendukung agar Demian mencintai nya namun tidak dengan cara yang tidak baik yaitu menidurinya. Sekalipun hidup Lusi saat ini berada di rumah Demian dan memiliki hutang bukan berarti Demian melakukan hal tersebut dengan cara memaksa. Edy pun merasa kecewa pada apa yang dilakukan Demian.


Nyatanya....


Dan saat itu Edy pun malah mendapat hukuman dari Demian dengan memberikan tugas keluar kota. Demian merasa Edy hanyalah menjadi pengganggu kehidupannya saja.


Demian merasa dan berhak atas kehidupan Lusi karena nantinya setelah ini, ya paling tidak setelah Lusi melahirkan dirinya akan menikahi Lusi. Demian pun akan menyembunyikan status yang dulunya janda. Ia tetap ingin menikahi wanita yang single, bukan single parent itu sebab nya Demian tidak segera langsung menikahi wanita yang tengah hamil itu. Dan Demian juga tidak peduli mau secara agama saja atau sah. Yang penting itu adalah bentuk dari cinta nya dan semuanya ia harus lakukan karena Demian sebenernya tidak mau kehilangan Lusi.


Lusi pun tampak sedang menangis didalam kamar perasaan yang campur aduk kini ada dipundak Lusi.


Sedih, kesal, benci dan semuanya menjadi satu. Dirinya pun sudah rindu pada putranya yang saat ini jauh dari dirinya.


Demian pun masuk tanpa mengetuk, dan melihat Lusi yang sedang terbaring diatas tempat tidur.


Demian pun langsung memegang tangan Lusi.


"Apa yang ingin kamu lakukan" tanya Lusi ketakutan melihat Demian yang datang lagi dengan tatapan ingin mencengkram.


"Menurut mu" tanya Demian menatap Lusi.


"Aku tidak mau lagi Demian lepaskan aku" pinta Lusi sambil menangis.


"Kamu harus mau, kita saling mencintai"


"Aku tidak mau, aku tidak mau!!!!" tolak Lusi.


Demian pun langsung menangkap Lusi dan kembali melakukan nya.


Seolah apa yang menjadi keinginan Lusi untuk lepas dari belenggu sama sekali tidak dipedulikan oleh Demian.

__ADS_1


Demian kembali meniduri Lusi pada malam itu tidak peduli sekalipun Lusi tengah hamil besar yang Demian pikirkan kepuasan batinnya bersama Lusi. Awalnya Demian akui salah dalam keadaan mabuk namun sekarang Lusi seolah candu untuknya yang harus siap memberikan seluruh tubuhnya.


Lusi hanya menangis menerima perlakuan Demian yang sudah sangat diluar batas dan dirinya benar-benar merasa hina.


Saat selesai terlihat Demian yang berbaring dibalik selimut tanpa memakai baju ataupun celana. Begitu pula Lusi yang hanya menutup selimut sambil menangis. Sel sel yang dikeluarkan Demian sudah menumpahi tubuh Lusi yang sedang hamil.


Marah sudah pasti...


Namun Lusi tidak bisa berbuat banyak selain tangisan yang ia lakukan. Apa yang dilakukan Demian sudah teramat terlalu dalam bagi Lusi.


Sampai pada malam itu terdengar suara langkah kaki yang terdengar banyak.


Tiba-tiba....


Braggg....


Pintu terbuka tanpa kunci dan langsung mendobrak nya dari luar.


Alangkah terkejutnya Demian melihat papanya yang datang dan melihat Demian yang baru saja selesai bermain cinta dengan seorang wanita.


"Papa!!" Ucap Demian membulatkan matanya.


Lusi pun menarik selimut itu dan berlari ke kamar mandi, sementara Demian mengambil handuk kimononya menutupi tubuhnya yang polos.


Lusi pun lansung memakai baju yang ia sudah ia ambil secara acak.


Lusi tidak mengenal siapa yang datang saat itu, seorang pria paruh baya dengan lima orang bodyguardnya membuat Lusi kaget dan membuat Lusi pun tak berbuat banyak.


Setelah Lusi memakai bajunya, dan Lusi keluar dari kamar mandi.


melihat tatapan seorang pria paruh baya itu pada Demian terlihat marah.


Tiba-tiba....


Plaaakkkk


Terdengar sebuah tamparan keras yang dilayangkan kepada Demian.


"Sudah tahu, kamu papah jodohkan dengan Karina masih kamu meniduri wanita lain yang tidak tahu asal usul nya darimana, tidak jelas kehidupannya seperti apa!!!!!" Ucap sang papa yang marah pada putranya yang kepergok bermain cinta diatas ranjang.


"Aku mencintainya!!"


"Papa tidak mau kamu merajut kisah cinta pada wanita lain kecuali Karina. Sekarang kalian tarik wanita ini, bawa dia pergi!!!!" Perintah Deni.


Tangan Lusi pun ditarik oleh para bodyguard dari papanya Demian.


"Pah, jangan bawa Lusi pa" ucap Demian yang tak terima Lusi di bawa pergi. "Pah aku mencintai Lusi''


"Cinta kata mu, papa tidak mau kamu mencintai wanita yang tidak papa kenal itu. Kamu harus menikah dengan Karina"


Demian pun tak bisa berbuat banyak saat dirinya dipegang erat oleh para bodyguard papanya.


Sementara Lusi dibawa pergi oleh Deni dan dibawa dengan mobilnya.


Lusi pun hanya bisa menjatuhkan air matanya terlihat lemah dan tidak tahu harus bagaimana lagi dengan kehidupannya.

__ADS_1


Lusi pun juga tidak tahu harus dibawa kemana lagi setelah ini.


__ADS_2