
Lusi pun tak menyangka dirinya akan bertemu dengan wanita yang tak ia duga sebelumnya yaitu mantan istri dari Hilman. Lusi pun seketika memandang dengan tatapan diam tak tahu harus bicara apa.
Dirinya seperti bermimpi dapat bertemu dengan wanita yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bahkan lebih cantik dari dugaan, ya lebih tepatnya inner beauty yang sangat terpancar.
Senyuman yang tulus dalam hati begitu terpancar mungkin jika dilihat dari wajah sangat kalem dan begitu baik. Tak ada sedikit pun cacat yang tampak yang ada hanyalah sebuah ketulusan yang tersirat.
Entah mengapa Lusi tak sedikit pun ada rasa cemburu sekalipun dia adalah mantan istri dari calon tunangannya.
Lusi pun mencoba bertanya kepada Bu Diana.
"Ibu tadi sudah bertemu sama bapak, sudah banyak mengbrol dong ya" kata Lusi tersenyum.
"Belum banyak mengbrol karena Hilman masih tidur. Oh tadi kamu barusan bilang apa? Bapak?" Tanya Diana yang heran mengapa calon tunangan Hilman menyebut calon suaminya sendiri dengan sebutan bapak.
"Iya Bu saya panggil nya dengan sebutan bapak karena bagauama pun selain umurnya yang jauh dia adalah atasan saya Bu" kata Lusi menjelaskan.
"Tapi kamu hebat sejauh kamu mau menikah dengan dia, sangat konsisten memanggil Hilman dengan sebutan bapak. Saya salut loh" kata Lusi.
"Saya tetap lah saya, yang takan bisa menggantikan posisi ibu sebelumnya didalam hati pak Hilman"
"Masa lalu adalah masa lalu, saya hanyalah masalalu dari Hilman. Sedangkan kamu adalah masa depannya" kata Diana memegang punggung milik Lusi.
Lusi pun terdiam, Lusi merasa sekalipun dirinya adalah masa depan tapi merasa ada yang mengganjal.
Lusi pun mengintip dan melihat Hilman yang ternyata sudah terbangun daritidurnya.
"Bu, pak Hilman sudah bangun. Sepertinya ibu harus temui beliau" kata Lusi yang berdiri dan melihat dari kaca.
Lalu Lusi pun menarik tangan Diana dan membawanya ke dalam.
"Segera temui bapak Bu" pinta Lusi.
"Tapi kamu?"
Lusi pun hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Lalu saat Diana masuk dan terlihat Hilman yang begitu kaget melihat mantan istrinya yang sudah lama tak ia temui berada didekatnya. Matanya melebar seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
Ia tak menyangka kenapa Diana bisa hadir didekatnya secara tiba-tiba.
"Diana?" Ucap Hilman.
"Iya ini aku mas" kata Diana.
"Kamu datang" ucap Hilman.
"Iya aku dapat kabar dari Sarah kalau kamu kecelakaan kebetulan aku ada di Jakarta" Diana pun mendekati Hilman dengan cepat Hilman pun memeluk Diana.
Deg...
Hilman pun menjatuhkan air matanya sesungguhnya Hilman sangatlah merindukan wanita yang sudah pergi darinya selama 15 tahun yang lalu.
Hilman seperti mimpi dapat bertemu kembali mantan istri yang sangat ia rindukan.
Penyesalan pun membelenggu hatinya dan dirinya yang tak mampu membohongi perasaannya bahwa dia merindukan sosok wanita yang pernah ia tinggalkan dalam hidupnya dan kini wanita itu pergi namun Hilman yang justru yang merasa kehilangan sosok wanita yang sebenernya sangat ia cinta.
Tampak Diana pun seolah terhanyut dalam perasaan yang sama Diana tampak menjatuhkan air matanya.
"Maafkan aku yang pernah tinggalkan dirimu maafkan aku yang-" ucap Hilman yang tak melanjutkan kata-katanya.
"Sudah mas sudah, jangan kamu ungkit kesalahan dimasa lalu aku sudah memaafkan kamu mas" kata Diana.
Lusi yang sedang berdiri dibelakang Diana seolah tak dianggap Hilman sama sekali, padahal Lusi adalah calon istri Hilman meski begitu Lusi sama sekali tak cemburu melihat keduanya yang sedang saling rindu satu sama lain.
Justru Lusi malah merasa terharu pada dua insan yang sudah lama tak bertemu.
''Aku sadar kesalahan ku di masa lalu telah membuat mu pergi dari ku dan sekarang kamu pasti sudah bahagia dengan dia pria yang kini menjadi suami mu" kata Hilman.
"Iya aku bahagia sangat bahagia" kata Diana.
__ADS_1
"Kamu pun semoga bahagia bersama wanita mu yang kini dibelakang ku yaitu" kata Diana.
"Iya.. Lalu bagaimana dengan kabar suami sekarang"
"Dia sudah meninggal" jawab Diana.
Mata Hilman yang membulat kaget.
"Apa?" Kata Hilman kaget.
"Iya dia sudah meninggal dua tahun lalu" ucap Diana.
"Diana, kenapa kamu tak pernah bilang akan hal ini. Kenapa kamu tak pernah datang kepadaku jika suami mu sudah meninggal aku sungguh ingin sekali mengulang masa lalu dengan mu" kata Hilman memegang tangan Diana.
Lusi pun tampak melihat Hilman sambil menunduk ada persaan canggung dan tak percaya.
"Aku sungguh ingin kembali padamu, aku sangat masih mencintai mu" ucap Hilman penuh keyakinan.
Kata cinta pun keluar dari mulut Hilman begitu saja, Lusi pun seketika tersenyum dengan ucapan Hilman yang ternyata benar bahwa Hilman masih sangat mencintai.
Ternyata benar kamu sangat mencintai nya.. batin Lusi ketika itu.
Hilman pun melihat ke arah Lusi.
"Lusi? Aku sungguh minta maaf aku tidak bermaksud untuk membuat dirimu sakit dan menyaksikan hal ini di depan mu" kata Diana yang tak enak pada Lusi yang adalah calon dari Hilman.
Lusi pun medekati Keduanya sembari tersenyum.
"Tidak, tidak ada yang tersakiti. Tidak ada yang salah dari cinta kalian berdua. Aku justru memang ingin pergi, aku akan pergi demi kalian bisa bersama. Ini bukan sebuah pengorbanan untukku tapi ini kenyataan aku pun sejujurnya belum siap menikah dengan pak Hilman" ucap Lusi yang tampak menjatuhkan air matanya. Lusi merasa terharu dengan cinta Hilman dan Diana.
"Lusi maafkan saya" Kata Hilman dengan rasa tidak enak pada Lusi.
"Tidak pak, tidak ada yang perlu di mintai maaf kita adalah manusia yang penuh salah dan dosa. Jika ada waktu kalian untuk kembali bersama lakukan lah. Aku sungguh ikhlas. Aku pergi.... Aku permisi, aku pergi bukan karena aku benci karena waktu dan takdir yang memang berkata seperti ini. Aku mengikuti apa kata hati yang memang masih meragu" ucap Lusi yang memberikan sebuah cincin ditangan Hilman.
"Dan anggap lamaran kemarin" kata Hilman.
"Dan anggap lamaran kemarin tidak ada. Kita batal. Begitu kan pak. Kalau gitu saya permisi" ucap Lusi yang pergi meninggalkan Hilman dengan Diana.
Ada perasaan sedih yang teramat tapi Lusi sadar ini hanyalah air mata kepedihan karena kesendirian. Bukan karena kecemburuan.
Lusi pun merasakan perih dalam hati...
jika Hilman dapat menemukan cinta sejatinya lalu bagaimana dengan Lusi yang masih setia dengan kesendirian dan kepedihan. Ya Lusi hanya perlu waktu...
Setelah itu...
Seminggu pun berlalu Lusi pun masih sibuk menjalani rutinitas hidup yang seperti biasanya, Lusi pun masih bekerja di tempat Hilman... Lusi pun dikantor mendengar bahwa Hilman akan rujuk kembali pada sang mantan istri jujur Lusi merasa bahagia saat itu.
Namun....
Saat Lusi yang sedang sibuk dipagi hari itu terlihat Gery yang datang menyapa pagi dengan senyumannya. Dan ia datang secara tiba-tiba.
"Hallo" ungkap Gery.
"Bukan Hallo tapi Assalamualaikum" kata Lusi.
"Baiklah assalamualaikum" ungkap Gery.
"Walaikumsalam" kata Lusi tersenyum.
"Aku antar kamu berangkat kerja ya"
"Boleh"kata Lusi.
"Aku pikir kamu tak datang lagi" kata Lusi lagi.
"Tidak ada alasan aku untuk tidak datang lagi" jelas Gery tersenyum.
Entah mengapa ada debaran yang begitu terasa didalam kalbu Lusi karena dapat melihat kembali pria yang ternyata ia masih cintai.
__ADS_1
Lalu Gery pun membwa Lusi berangkat dengan mobilnya.
Sepanjang perjalan Gery dan Lusi tampak menyimpan senyum yang tersirat dalam hati.
Tangan Gery pun mencoba memegang tangan Lusi saat itu.
Tiba-tiba ada sebuah kata yang begitu menangaggetkan didalam hati.
"Lusi bisakah kita kembali dalam sebuah hubungan seperti dulu" kata Gery.
Lusi pun seketika terdiam dia bingung dengan ucapnya Gery secara tiba-tiba itu.
"Lusi sebenarnya?"kata Gery.
"Sebenernya apa?"
"Aku sudah bercerai dengan Liana dua bulan lalu. Kita memutuskan untuk bercerai. Ini keputusan kita berdua. Tidak ada pemaksaan dan tidak ada yang tersakiti"
"Lalu?"
"Mau kah kamu kembali rujuk demi"
"Demi siapa?"
"Demi anak kita dan kamu"jelas Gery
Lusi pun hanya diam lagi tak bergeming.
"Baiklah jika dirimu tak mau, tak masalah aku sadar kesalahan ku sangat besar pada mu. Semoga penolakan dari mu membuat aku lebih sadar bahwa aku siapa? Aku hanya manusia yang terlalu banyak dosa dan salah. Aku juga baru tahu kalau kamu gagal menikah dan aku pikir aku belum terlambat mendapatkan kamu. Tapi kamu menolak aku dan aku bisa apa? Aku minta maaf untuk semua Lusi"jelas Gery.
"Siapa yang menolak"
"Tadi kamu diam"
"Apakah diam nya aku artinya menolak" kata Gery.
"Jadi?"
"Aku mau, aku mau kembali padamu"
"Benarkah?"
Seketika Gery pun langsung mengerem mobilnya dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Benar kamu terima aku" ungkapnya seolah tak percaya.
"Iya aku mau"ucap Lusi sambil tersenyum.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah" kata Gery yang tersenyum bahagia
"Kita rujuk ya sayang, kita rujuk ya" ucap Gery terharu.
"Iya aku mau" kata Lusi tersenyum.
Lalu Gery pun mencium tangan Lusi begitu dalam dan memandang dengan senyuman bahagia. Air mata bahagia pun tampak jatuh dari mata Gery yang pada akhirnya dapat kembali bersama pada wanita yang memang ia cintai.
Lusi pun menyadari akan hidupnya kini. Bahwa manusia hanya bisa berencana dan Allah yang menentukan.
Dan waktu yang akan menjawab semua.
Gery pun kini tampak lebih baik lebih menghargai Lusi sebagai seorang wanita. Lebih bisa menerima dan berusaha memberikan yang terbaik.
End.....
********************************
Alhamdulillah.. akhirnya End sebenernya pengen nulis yang panjangan lagi.tapi durasi... karena kalau nulis cerita seringnya saat jam istrihat kerja. dah dulu ya.... udah capek banget
🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
terimakasih buat semua.