
Karina pun sampai di kediaman rumah milik Demian yang mewah itu. Para bodyguard yang datang awalnya tidak terima atas kedatangan Karina, namun Karina akhirnya menelpon papanya Demian.
"Hallo om, aku sudah didepan pintu, para orang om melarang aku datang" ucap Karina di telepon dengan nada kesal.
"Berikan telepon ini pada orang ku" kata Deny ayah dari Demian.
Baiklah" ungkap Karina memberikan telepon tersebut..
Setelah ada pembicaraan antara Deny dan orang suruhan mereka pun memperbolehkan masuk dan percaya kalau Karina adalah wanita yang kelak akan menjadi istri Boss mereka.
"Kalian memang tidak pantas menghalangi ku masuk, karena nyatanya aku lah nyonya dirumah ini!!!" kata Karina wanita berusia 25 tahun itu.
Karina memanglah wanita yang kelak dijodohkan oleh papanya Demian. Sebelumnya Demian sudah mengenal Karina, hanya saja Demian tidak lah suka dan cinta pada Karina. Hingga Demian belum memikirkan untuk merajut kisah cinta dengan Karina. Apalagi untuk lanjut ke jenjang lebih serius. Namun nyatanya Karina lah yang sudah cocok dengan pria bernama Demian.
Karina pun mengedarkan pandangan melihat rumah mewah ity. Memang untuk ukuran rumah, penjagaan rumah itu cukup ketat dan tidak bisa sembarang orang keluar masuk dan hanya orang tertentu saja. Namun bagi Karina itu tidak penting nyatanya sekarang malah dirinya sendiri yang sulit untuk masuk kedalam rumah itu.
Saat melihat seisi rumah..
Karina pun jelas merasa bangga dengan dirinya yang nanti nya akan menjadi penghuni rumah yang mewah itu. Berlantaikan tiga, terdapat kolam renang dan penuh kemewahan bak putri raja tentunya. Karena bangga karena nantinya akan menjadi nyonya dirumah mewah tersebut.
Lalu...
Karina yang saat ini sedang lelah habis perjalanan dari tempat jauh itu pun lantas ingin istirahat di atas tempat tidur yang empuk.
Dan ada satu kamar yang ia memang ingin isi. Namun sayang, saat ia ingin membuka kamar itu tiba-tiba seseorang menghalangi Karina.
"Permisi nona, anda dilarang masuk ke kamar ini" ucap seorang bodyguard kepada Karina.
"Kenapa?"
"Didalam sedang ada tawanan yang dilarang keluar masuk oleh pak Demian" kata bodyguard itu.
"Tawanan? Sejak kapan dia ada. Aku yakin orang itu sudah dihabisi oleh Demian boleh aku melihatnya" kata Karina.
Bodyguard itu terdiam.
"Apakah aku boleh melihatnya" tanyanya sekali lagi.
"Saya sarankan jangan, karena takut nyonya menggangu istrihat nya" kata pria berbadan besar itu.
"Dia tawanan atau boss dirumah ini, sungguh kalian memperhatikan dirinya" nada kesal Karina.
"Lebih baik jangan"
"Berikan koncinnya karena aku mau tidur di kamar ini, mau kalian aku laporkan kepada boss kalian" ancam Karina.
Akhirnya kunci itu pun diberikan.
__ADS_1
Saat dibuka dan dicek alangkah terkejutnya Karina melihat yang disebut tawanan itu adalah seorang wanita.
"Wanita?" Kata Karina kaget.
Karina pun kaget melihat ternyata ada seorang wanita didalam kamar dan sedang terbaring diempat tidur.
"Katakan dia siapa?" Tanya Karina.
"Sudah saya katakan dia adalah tawanan pak Demian" jelas bodyguard Demian.
"Menarik, jangan beri tahu pak Demian bahwa aku datang. Aku akan mengobrak abrik dirinya" ucap Karina dengan tatapan sinis dan kesal karena ternyata Demian menyimpan wanita lain.
Lusi pun terkejut melihat wanita yang tiba-tiba datang.
"Anda siapa?"ucap Lusi keheranan.
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya kamu siapa? Katakan siapa kamu dan untuk apa kamu tidur diatas kasur yang empuk milik calon suami ku" ucap Karina.
"Aku dikurung dirumah ini oleh boss mu" kata Lusi.
"Bossku? Siapa?" Ucap Lusi yang mengira kalau Karina adalah anak buahnya.
"Demian" Kata Lusi.
"Demian bukan boss ku dia adalah tunangan ku!!!!" Jelas Karina.
"Bila aku bisa pergi sudah pasti aku akan pergi, tapi nyatanya aku tidak bisa" Ungkap Lusi.
"Rupanya kamu datang karena ingin merebut hati Demian dari ku, punya hubungan apa kamu dengannya" tanya Karina emosi.
"Tidak ada, bahkan aku tidak harus mengenalnya sama sekali"
Lalu Karina melihat Lusi dan baru menyadari bahwa wanita yang dihadapannya tengah mengandung dan membuat Karina semakin kesal dengan apa yang ia lihat.
"Rupanya kamu sedang mengandung, anak siapa yang kamu kandung" tanya Karina nada tinggi.
"Ini anakku dan suami ku" jelas Lusi
"Apakah itu anak Demian!!!!"
"Jelas bukan"
"Sudah berapa kali kamu ditiduri oleh Demian, kasihan sekali kamu cuma ditiduri tanpa akan pernah dinikahi"
"Jelas ini anakku dan suamiku, bukan dengan Demian. Dan aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Demian, apalagi menikah dengannya itu tidak mungkin" Kata Lusi pada Karina.
"Baiklah kalau begitu silahkan pergi dari rumah besar ini"
__ADS_1
"Pengawal sini!!!?, bawa wanita ini pergi dan jangan boleh ia masuk lagi" perintah dari Karina kepada para bodyguard Demian.
"Maaf nona tuan Demian melarang kita untuk membiarkan nona ini pergi" ungkap nya.
"Hebat, hebat sekali" ucap Karina dengan tatapan sinis "Siapa dia?"
"Sudah dijelaskan nona, dia hanya tawanan kami dan disuruh oleh boss Demian untuk menjaga dirinya agar tetap disini" kata bodyguard berbadan besar itu.
Lalu dengan cepat Karina terlihat semakin kesal dan gemas atas kehadiran wanita yang mengancam posisinya saat ini.
"Sudah aku jelaskan bukan aku yang tidak mau keluar, tapi aku tidak bisa keluar dari tempat ini" kata Lusi yang memang tak bisa lepas dari rumah besar milik Demian.
"Kenapa tidak bisa?" Tanya Karina tak percaya.
"Aku masih ada hutang jadi aku tidak bisa pergi" jelas Lusi.
"Hutang?" Karina tampak mengerinyitkan keningnya.
"Iya aku memiliki hutang pada Demian"
"Oh hanya karena hutang. Baguslah, posisi mu tidak mungkin menghalangi ku untuk tetap jadi nyonya dirumah ini. Itu artinya kamu tidak ada guna disini, selain kamu dirumah ini cuma jadi pembantu" kata Karina percaya diri.
"Tapi pak Demian tidak memperlakukan aku seperti pembantu dirumah in"
"Tidak mungkin mana mungkin, tidak melakukan nya jelas-jelas dia itu jahat pada orang yang punya hutang padanya namun tidak mampu bayar" ucap Karina yang sudah tahu sifat Demian yang tidak ada ampun bagi orang yang punya hutang padanya.
"Aku serius mengatakannya bahkan dia sempat-" kata Lusi tak melanjutkan.
"Sempat apa?"
"Bilang cinta sama aku" kata Lusi.
"No!!! Tadi kamu yang bilang sendiri kan kalau kamu tidak ada hubungan. Dan aku baru tahu kalau Demian punya sifat yang tidak mungkin mudah jatuh cinta apalagi pada wanita yang tengah hamil seperti mu. Jangan merasa hebat kamu cuma sampah dirumah ini"
"Hey wanita rendahan seperti mu tidak mungkin disukai oleh Demian. Jangan mimpi!!! Kamu punya apa, hahaha... bukan kalangan yang sama dan tidak mungkin akan bersama dengan Demian" kata Karina meremehkan Lusi yang saat ini didepan matanya.
"Ya, aku mengharapkan seperti itu dari dirinya berharap hanya belas kasihan dan bukan cinta, aku pun tidak suka dicintai oleh pria kejam itu yang pasti kehidupannya banyak memiliki musuh" kata Lusi.
"Meskipun aku membenci mu tapi aku juga tidak mau melepaskan mu, pasti Demian punya alasan yang besar kenapa tidak mau melepaskan orang seperti mu. Boleh aku tahu hutang mu berapa sampai kamu dikurung disini" tanya Lusi.
"Lumayan"
"Sebutkan?"
"24 milyar" jawab Lusi.
"Wow hebat sekali. Lumayan banyak dan aku tidak berani melepaskan mu juga jika jumlahnya segitu kamu nikmati saja nasib mu menjadi pembantu dirumah ini seumur hidup mu" kata Karina.
__ADS_1
"Jangan pernah harap selama ada aku kamu jadi nyonya di rumah ini. Akulah nyonya dan kamu cuma pembantu karena kamu tak mampu melunasi hutang mu" kata Karina dengan senyum menyeringai.