Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Dasar Lemah


__ADS_3

Lalu saat pagi itu, Gery tampak kepergok sedang mencium Lusi. Dan terlihat dalam posisi Gery yang berada dibawah tubuh Lusi. Sungguh pemandangan yang membuat Liana kaget.


"Kalian apa yang kalian lakukan" ungkap Liana kaget.


Gery pun langsung berhenti mencium Lusi saat Liana datang. Dan bangun dari tubuh Lusi.


Keadaan Lusi, jangan ditanya. Dia shock, marah, dan tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya Lusi sudah lelah sekali dengan apa yang Gery lakukan pada dirinya. Kemarahan Lusi pun tampak berubah dengan air mata. Lusi tampak menangis. Memegang wajahnya, tubuhnya tampak gemetar.


"Aku gak tahu kamu kenapa kamu bisa begini" ungkap Liana yang melihat tajam Gery.


Gery pun tampak membuang wajahnya saja. Tampak tak peduli melihat Liana yang sedang marah padanya. Dan Gery pun menoleh ke arah Lusi. Ya, Lusi yang terlihat sedang menangis.


Gery pun langsung mendekati Lusi yang tampak menangis itu.


"Aku minta maaf" ucap Gery.


Lusi tampak tak bergeming, ia masih menangis menutupi wajah dengan kedua tangannya.


"Lusi, apa kamu mendengar aku. Aku bilang aku minta maaf" ungkap Gery melihat ke arah Lusi. Lusi masih diam menutupi wajahnya.

__ADS_1


Gery pun tampak memegang tubuh Lusi untuk meminta maaf.


"Aku minta maaf" jelas Gery sambil memegang pundak Lusi.


"Jangan sentuh aku" Lusi menampik tangan Gery. "Aku tidak sudi tangan menyentuh ku"


"Baiklah, aku tidak menyentuh mu" ungkap Gery tampak tersenyum miring.


Dalam keadaan genting itu tampak baby sitter datang membawa Fabio. Baby sitter tersebut habis mengajak Fabio jalan-jalan ke taman. Sontak Gery langsung mendekati baby Fabio. Dan menggendongnya sebelum ibu dari Fabio itu menggendongnya. Gery sengaja melakukan itu.


Lusi pun tampak kaget saat Gery tiba-tiba menggendong putranya. Putra yang kini berusia 9bulan.


"Oh ini putramu" ungkap Gery yang sedang menggendong Fabio, lalu Gery tampak mengayun-ayun tubuh Fabio ke atas dan bawah dengan ritme yang cepat dan hingga Lusi takut Fabio jatuh.


"Lepaskan!!!!"teriak Lusi ketakutan putranya terjatuh.


"Tenang Lusi, aku hanya mengajaknya bermain. Kamu tak perlu khawati" jelas Gery.


Lalu Lusi pun tampak menghampiri Gery berusaha merebut Fabio. Namun Gery tampak tak melepaskan Fabio dan tak memberikan pada ibunya.

__ADS_1


"Aku mohon berikan dia padaku" pinta Lusi.


"Akan aku berikan, asalkan kamu maafkan aku"


Lusi pun tampak terdiam dalam hal artian, bahwa Lusi berat untuk memafkaan Lusi.


Lalu Gery pun tampak ingin mengayun Fabio lagi. Sambil tersenyum menyeringai. Sedangkan Fabio tampak menangis karena ia tidak mengenal siapa yang menggendongnya. Ya, bayi berusia 9 bulan itu memang takut bila bertemu dengan orang asing yang baru ia temui.


"Baik, baiklah. Aku maafkan kamu. Tapi aku mohon berikan dia padaku" pinta Lusi penuh harap.


Lalu Gery pun tampak memberikan Fabio pada Lusi.


Lalu Lusi pun langsung memegang erat saat putranya sudah berada ditangannya.


Lusi pun tampak berlari ke kamar membawa putranya, sambil menghapus air matanya. Ia tidak mau kehilangan putranya. Sama hal pada saat Gery yang sudah membuat Lusi juga pernah kehilangan bayi dalam perutnya dulu.


Gery pun hanya tampak tersenyum melihat Lusi yang berlari pergi menghindari dirinya.


Dasar lemah!!! Baru begitu saja sudah ketakutan, batin Gery sambil tersenyum melihat Lusi yang pergi ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2