Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Wanita Bukan Barang


__ADS_3

Saat itu Rian yang merasa emosi memukuli habis-habisan Gery yang terlihat babak belur. Mungkin saja gery akan mati saat itu juga. Namun Lusi tiba-tiba mencegah semuanya.


"Cukup Rian kamu bisa membunuhnya" ucap Lusi menarik tangan Rian dan menghalangi Rian untuk memukuli Gery lagi.


"Pria berengsekk ini harus mati ditanganku" Rian kesal.


"Aku tahu tapi caranya tidak seperti ini. Kamu bisa membunuhnya"


"Belain kamu. Setelah dia seperti itu" ucap Rian emosi.


"Gak gitu, ini bukan keputusan yang tepat" ucap Lusi.


Rian pun tampak menarik pukulannya dan menarik napas kasarnya.


Bukannya meminta maaf Gery malah terlihat masih marah.


"Rian, asal lu tahu. Apa yang sudah lu lakukan saat ini ke gue. Lu akan tahu akibat nya" ucap Gery yang masih tersungkur.


"Gue ga takut!!!"jawab Rian.


"Bokap gue penguasa bisnis. Dan kerjasama kita batal"


"Batalin aja, gue gak butuh kerja sama orang seperti lu"

__ADS_1


"Miskin lu abis ni, abis bisnis lu sama gue" ucap Gery penuh ancaman dengan mata membulat.


"Bisnis gue hancur atau ga gue gak perduli. Paling penting istri gue"


Gery pun memandang Rian tajam.


"Asal lu tahu, lu udah dapat apa yang gue mau termasuk Marisa. Wanita yang gue cintai ternyata adik gue. Tapi please lu jangan ambil semuanya. Cuma Lusi yang gue mau. Yang bisa gantiin marisa di hati gue. Karena takdir gue gak bisa miliki Marisa. Gue harap lu bisa ngertiin gue dalam hal ini. Lu sahabat gue. Gue butuh wanita. Dan anggap aja kita barter. Lu ambil adik gue, dan gue ambil bini Lo"


Rian sontak semakin kesal dan memukul Gery habis-habisan. Sampai Gery terlihat babak belur.


"Wanita bukan barang ger. Lu bisa ambil siapa pun tapi bukan Lusi. Dan Marisa sudah pulang asal lu tahu. Gue hanya mencintai Lusi seorang titik. Dan lu gak bisa miliki dia" ucap Rian kesal.


"Arrrrrgghhh.... gue ingatin lu akan nyesel" Gery kesal.


Lalu Gery pun pulang dengan perasaan kesal yang berkecamuk. Gery tak pernah tahu jika orang tua Rian pun sangat menguasai bisnis. Dan bahkan diatasnya. Apalagi almarhum dari orang tua Rian. Orang yang paling dihormati dalam dunia bisnis. Kalau saja Renata tahu, mungkin nama baik keluarga Gery akan habis ditangannya saat menantunya menjadi korban pelecehan.


"Sejak kapan dia melakukan itu" tanya Rian.


"Aku gak tahu, tapi yang lebih pasti tahu adalah bi Asih. Aku akan tanyakan pada dia" ucap Lusi beranjak pergi dari hadapan Rian, untuk menemui bi Asih.


Namun saat Lusi mengecek ternyata bi asih sudah tak ada dikamar. Dia kabur karena takut untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya.


"Kabur dia" ucap Lusi kesal.

__ADS_1


"Siapa?"


"Bi Asih"


"Akan ku cari dia"


"Gak perlu, ini sudah tak ada sangkut pautannya lagi. Semua yang menjadi masalah kita hanyalah Gery. Kalau bi Asih nanti aku saja yang urus"


"Aku akan memasang semua cctv dirumah ini. Kalau perlu kamar mandi sekalian"


"Gila, kamu. Gak perlu gitu juga"


"Iya aku bercanda sayang. Kita akan pindah rumah saja cari yang lebih aman"


"Iya, kalau yang ini aku setuju"


Tiba-tiba terdengar suara telepon berdering, dari handphone milik Rian? Rian pun mengangkat dan tampak membulat kan matanya dengan panggilan tersebut.


Siapakah yang menelpon nya....


Mari kita simak cerita selanjutnya?????


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2