
Lalu setelah Lusi tahu bahwa dirinya akan pulang dengan pria yang ia anggap ingin merusak hubungan dan jahat itu, Lusi pun tampak cemberut. Lusi kesal karena dari sekian banyak pria kenapa harus pria sialan yang menemani dirinya.
Mungkin baru kali ini Lusi merasa dirinya tidak tahu terima kasih pada orang lain, Lusi yang punya sifat baik tidak memiliki rasa terimakasi pada pria yang selalu menawarkan bantuan, tapi secara tidak cuma-cuma. Buat apa bagi Lusi, berterimakasih pada pria seperti itu.
Ya, dia adalah Gery yang memberi seratus kebaikan tap siap-siap saja akan dibayarkan dengan rasa kekecewaan yang mendalam.
Suasana saat dirumah sakit saat itu. Lusi hanya duduk menatap menatap kesal pada Gery .
Saat kekesalan Lusi yang terasa didalam hati, Lusi hanya menatap wajah Gery dengan kesal dan emosi yang mendalam. Gery pun hanya tampak tersenyum karena sadar bahwa Lusi menatapnya dengan tatapan kesal.
"Kenapa?? gak ikhlas?? Gak ikhlas aku baik padamu hah??? Dasar wanita maha benar, kamu mau apa. Mau bilang aku jahat, mau bilang aku apa? Terserah?? Aku tidak keberatan jika kamu mengatakan seribu cacian makian hinaan dan apapun itu. Tapi asal kamu tahu aku mencintai mu lebih dari seribu cacian itu, bahkan hinaan darimu tak mempan padaku!!" kata Gery melihat kearah Lusi dengan gaya santai nya menampilkan dirinya yang keren sambil bertolak pinggang.
"Hey???kalau memang kamu mencintai ku, biarkan aku pergi dan biarkan aku hidup dengan jalan ku. Jangan kamu campuri hidupku dengan kehadiran kamu yang selalu meresahkan"
"Resah, jika hatimu resah itu bukan benci tapi cinta asal kamu tahu" ucap Gery sambil menunjuk ke arah Lusi.
"Hanya orang bodoh yang bilang bahwa itu cinta"
"Dan hanya orang munafik yang mengatakan kalau itu bukan cinta"
"Jadi, kamu mengatakan aku munafik!"
"Iya kamu munafik!!! Lebih baik aku jujur apa adanya, daripada munafik seperti mu" kata Gery.
"Aneh!!! Dasar orang aneh"
"Hahaha, lebih baik aneh daripada bohongin perasaan aku sendiri, Lusi asal kamu tahu. Ya.. Asal kamu tahu, cinta itu memiliki merasakan dan menikmati. Kamu tahu makanan?"
"Apa urusannya sama makanan"
"Aku suka ayam goreng, terutama bagian paha. Anggap aku cinta dengan ayam itu, aku tidak akan bisa jika tidak memakan dan merasakannya. Apa jadinya kalau hanya cinta tanpa memilikinya, apa jadinya jika hanya cinta pada sebuah benda atau makanan tanpa ada perjuangan untuk mendapatkannya. Kesel, sedih dan marah bukan?"
"Tapi aku bukan makanan dan juga benda, jadi tidak usah kamu samakan pada hal itu" ucap Lusi kesal.
"Tapi wlaupun beda rasanya akan tetap sama maksudnya"
"Itu mah emang kamu nya aja yang nafsu. Tolong bedain cinta sama nafsu!!!"
__ADS_1
"Gak, gak, itu bukan nafsu. Bukan nafsu saja tapi juga cinta. Kalau nafsu saat kita meniduri nya udah selesai, gak akan ada candu lagi. Kalau cinta itu seperti candu, mau kita tidur atau gak dengannya akan ada daya tarik didalamnya" ucap Gery menjelaskan.
"Kalau memang candu, belajarlah untuk menahan diri"
"Tidak bisa, Aku haus akan cinta, yaitu cinta kepada mu. Yang sulit aku gapai namun tetap akan aku perjuangkan" jawab Gery.
"Apa kamu tidak lelah memperjuangkan cinta yang tak pernah kamu dapatkan" kata Lusi lagi.
"Aku tidak pernah lelah dan tidak akan lelah!!! Justru aku lah yang merasa"
"Merasa apa?"
"Merasa bahwa dirimu yang akan lelah karena menghindar dariku terus" ucap Gery, tiba-tiba Gery pun berusaha memeluk Lusi.
Lusi pun berusaha menghindar yang saat itu sedang duduk diatas kasurnya.
"Percayalah Lusi jika kamu mau bersama ku, bukan cuma kata cinta. Dirimu akan lebih aman dari musuh"
"Terimakasih atas tawaran menarik ini, apalagi iming-iming aku terhindar dari musuh. Satu hal yang kamu harus pahami, musuhku selain orang yang kemarin juga adalah kamu. Tidak mungkin aku bersatu sama musuhku sendiri. Kedua, belajar lah untuk mencintai pasangan mu sendiri. Dan ke tiga, belajar lah untuk tidak mencintai ku" kata Lusi tegas.
Gery pun terdiam dengan ucapan Lusi. Dia agak bingung harus menjawab apalagi, karena menurut nya cinta itu tidak bisa dipaksa. Walau sekalipun dirinya melakukan apa yang Lusi suruh.
Lalu tiba-tiba Gery mendekati Lusi dan memandang wajah Lusi seolah ingin mencium bibirnya, wajahnya tampak sangat dekat pada wajah Lusi.
"Kamu mau apa?" Tanya Lusi panik.
"Mau kasih tahu bahwa ada cinta didalam hati ku untuk mu. Peganglah dadaku ini Lusi"kata Gery dengan nafas yang terengah sambil menatap Lusi.
Lusi pun langsung membuang wajahnya. Dan tak mau memegang dada bidang milik Gery.
"Ayo pulang, bukan kah saatnya kita pulang" ucap Lusi mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa kamu? Mengalihkan pembicaraan? Merasakan cinta juga seperti apa yang kurasakan" Kata Gery.
"Menjauhlah dariku" ucap Lusi yang membuang wajahnya.
"Tidak akan"
__ADS_1
Tiba-tiba suster masuk dan kaget melihat diantara keduanya yang saling duduk berdekatan.
"Permisi?" Kata suster.
Gery pun langsung kaget dan menghindar saat ada yang datang.
"Ibu mau pulang hari ini" kata suster.
"Iya sus"
"Baiklah saya lepas infusannya dulu"
"Iya suster" jawab Lusi.
"Saya boleh membawanya pulang kan" kata Gery.
"Ya sebetulnya kata dokter belum boleh, tapi karena tadi bilangnya akan pindah rumah sakit mungkin dokter masih mengijinkan. Tetap harus di cek ya jahitannya dan semuanya" ucap suster sambil mencopot inpusannya.
"Bagaimana kejadiannya bisa seperti ini, jatuh dari mobil atau bagaimana?" Tanya suster yang melihat ke arah Lusi dengan wajah yang memar berikut kaki juga tangannya.
Lusi pun menghela napas beratnya, antara ingin menjawab tapi terasa sulit bila diceritakan kembali.
"Mmm sepertinya dia masih sulit menceritakan semuanya kembali sus. Mengingat ini kejadian berat yang menimpa dirinya. Saya pun belum bertanya apa-apa. Rencana nya setelah ini saya akan melaporkan ke polisian atas kasus pelecehan dan tindak kekerasan yang menimpa dirinya" ucap Gery sambil memegang tangan Lusi.
Gery sebenernya baru akan melapor setelah ini. Pasalnya Gery merasa jika Lusi jiwanya masih terguncang bila membahas situasi kemarin. Terlebih lagi pada ada saat itu Gery terlalu panik dan khawatir melihat Lusi yang sakit pada sekujur tubuhnya. Jadi ia belum sempat lapor polisi dan menomorsatukan keselamatan Lusi saat itu
"Oh seperti itu, ya ampun berat sekali. Memang sebaiknya harus segera dilaporkan kejadian ini" kata suster.
Lalu tak lama suster pun keluar.
"Maafkan aku, karena aku belum sempat lapor polisi atas kejadian yang menimpa mu. Aku sudah sangat panik melihat mu, aku takut nyawa mu saat itu tidak tertolong melihat mu yang sudah hampir mati" kata Gery.
"Ya tidak apa-apa"
"Pokoknya kamu tenang saja aku akan mencari pelaku sampai ketemu dan menghabisi nya kalau perlu. Apa kamu mau ke kantor polisi sekarang kita buat laporan"
"Iya, tapi apakah tidak akan rumit kalau kita lapor polisi aku takut kalau semuanya akan tambah rumit" ucap Lusi yang tiba-tiba menjatuhkan air matanya. "Aku sudah lelah dengan semuanya, aku rindu pada putra ku dirumah. Aku tidak mau lama-lama disini"
__ADS_1
"Aku akan membawa pengacara dia akan membantu semua sampai akhir" ucap Gery yang menatap lusi sambil meyakinkan Lusi bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Kamu tidak perlu kahwatir Lusi, aku akan membantu mu sampai akhir"