Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Makan malam


__ADS_3

Lusi pun hanya bisa menahan perih yang dirasa sangat terasa, hidup bak seperti didalam dilema dan serba salah yang teramat dalam.


Lusi hanya bisa menghela napas beratnya dan air mata pun tidak tertahan saat itu.


Jika yang lain sedang merasa bahagia dengan keadaan pengantin baru lain hal dengan Lusi yang merasa sakit hati dengan keadaan nya saat ini. Terpaksa hidup dengan keadaan berat dalam hidup.


Gery pun menghapus air mata Lusi yang menetes saat itu.


"Maafkan aku aku sudah membuat mu menangis"


"Aku tidak menangis karena kesalahan mu, aku hanya menangis"


"Kenapa?"


"Dengan takdir hidupku yang memilukan, kamu pandang aku. Kamu lihat aku, mana ada hal yang tidak perih saat orang lain melihat ku. Aku ditinggal suamiku dengan keadaan hamil, ditinggalkan hutang yang membuat ku semakin menderita. Sekarang aku pun sudah menikah tapi dengan status menjadi wanita kedua. Aku tidak menangis karena ulahmu tapi karena perih akan takdir hidupku" ucap Lusi yang menangis.


"Lusi...." Ucap Gery dengan nada lirih.


"Aku tidak minta dicintai oleh siapapun, namun kenapa setiap aku dicintai aku merasakan sakit"


"Lusi"


"Apa?"


"Duduklah dulu"


Beberapa saat kemudian terlihat David yang datang ayah dari Gery, dan melihat Lusi yang menjatuhkan air matanya. Lusi pun langsung buru-buru menghapus air matanya karena malu jika dilihat sedang menangis didepan orang lain.


Sekalipun Lusi sedih tapi Lusi berusaha menahannya jika didepan orang lain.


"Ada tamu rupanya" kata David. "Ini Lusi kan?"


"Ada hal yang perlu aku bicarakan Ayah saat makan malam nanti"


"Apa?"


"Hal penting"


"Soal siapa, apa dan bagaimana?"


"Ini penting, tapi aku akan beritahu nanti"


"Baiklah"


Lalu David pun meninggalkan Lusi dan Gery saat itu. David pun langsung masuk kedalam kamar mandi karena baru saja pulang kerja. Dan ia merasa perlu mandi.


Lalu saat itu Lusi pun hanya duduk di ruang tamu sampai makan malam tiba, karena Gery baru akan bicara semua setelah makan malam. Saat makan malam seluruh keluarga berkumpul saat itu.


Saat makan malam tiba...


Gery pun membawa Lusi ke meja makan saat itu untuk makan bersama keluarga saat itu.


Di meja makan terlihat Mama dan papa yang sedang duduk makan bersama. Sementara Marisa dan Juna belum datang masih diluar masih sibuk dengan aktivitasnya.


Selly pun menyambut baik saat itu kehadiran Lusi yang ia tahu hanya sebagai tamu. Sementara David tampak bingung kenapa ada Lusi dan tumben sekali ada Lusi untuk makan malam bersama.


"Lusi aku ajak makan malam disini gak apa-apa kan" kata Gery saat itu.


"Gak apa-apa cuma bingung tumben sekali dia datang ke sini, Oya Liana mana?" tanya mamam


"Dia masih dikamar, aku biarkan dia sendiri karena memang kondisinya masih belum baik" jawab Gery.

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana?" sahut Papa David yang bertanya


"Tadi dia mabuk jadi biarkan dia dikamar dulu" kata Gery menjelaskan.


"Mabuk. Liana Liana sudah punya anak masih saja" ucap papa tak percaya.


"Gery???" Kata mama


"Ya ma"


"Alena tadi diajak sama Marisa main ke taman bermain senang banget dia"


"Oh jadi Alena sama Marisa"


"Iya. Dari siang di ajak sama aunti Marisa. Mama sampai bosen mama tinggal aja"


''Terus Alena gak bosen ma"


"Gak dia malah senang banget"


"Apa? Waduh ini akan bahaya"


"Kenapa?"


"Nanti ketularan doyan belanja sama persis Maria"


"Kayanya sih sama seperti Omanya juga" sahut David


"Tadi aja pas mama kamu jemput katanya, gak mau. Nanti aja sama Juna katanya. Ya itu anak terserah mau nginep di mall kayanya" kata papa David.


"Ayah kalau aja mall itu buka 24 jam, bisa nginep di mall" kata Selly.


"Ya biarin aja ma, asal jangan nginep di tempat club malam seperti Liana" kata papa David.


Sesampainya Marisa pun tampak heran yang melihat Lusi diajak makan bersama dirumah keluarganya, karena Marisa memang sudah lama tidak main kerumahnya dan ini baru main lagi.


"Pulang juga kamu, kirain lupa jalan pulang. Tuh liat Juna istri kamu lebih setia ke mall daripada sama kamu" ucap mama kepada Juna yang juga baru datang.


Juna pun tampak tersenyum saja menanggapi ucapan sang mama mertuanya. Juna pun tampak kaget melihat Lusi yang datang saat itu.


"Lusi" kata Juna kaget.


Lusi pun hanya tersenyum saat nama Lusi di sebut oleh juna. Di meja makan yang bukan meja makan keluarganya Lusi enggan buka suara hanya duduk sambil memangku Fabio. Mama Selly pun terlihat sedang menaruh nasi ke setiap piring makan milik menantu dan anaknya.


"Kamu panggil Liana suruh makan disini" kata mama Sely pada Gery.


"Gak ma, biarin aja. Nanti aku yang antar ke kamar"


"Yasudah terserah kamu saja yang penting dia jangan sampai tidak makan ya. Mama gak mau dia jadi tambah kenapa-kenapa" kata Mama yang walaupun cuek namun sebenarnya baik pada Liana.


"Lusi kamu nasinya yang banyak ya" ucap Sely mengambil kan nasi untuk Lusi.


"Cukup Tante sedikit aja" ucap Lusi merasa tak enak.


"Yaudah cuma kalau kurang ambil lagi yang banyak ya" kata Mama Sely.


"Lusi kamu bagaimana kabarnya, eh ada Fabio juga"


"Baik Alhamdulillah"


"Syukurlah, Oia ada baby chair punya Alena pakai itu ya" kata Marisa mengambil babychair untuk Fabio agar Lusi tidak pegal menggendong Fabio terus.

__ADS_1


"Alena mana Marisa? Mama lupa nanyain cucu sendiri" Tanya mama Sely.


"Ada di kamar aku ma, dia tidur abis dari mall kayanya kecapean tapi udah aku kasih makan kok ma" kata Marisa.


"Ouh yaudah kalau gitu kalian makan semuanya ya. Ayo dimakan jangan lupa berdoa dalam hati masing-masing" ucap mama yang sedang mengambil kan lauk di meja makan dan menaruh ke setiap piring yang ada dan setelah selesai menaruhnya masing-masing ke setiap piring mereka pun makan bersama.


Setelah Gery merasa tepat menceritakan semua, karena keluarga telah berkumpul akhirnya Gery pun mulai bicara tentang semuanya.


"Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul memang ada hal yang ingin aku sampaikan" kata Gery terlihat serius.


"Jadi sebenarnya Lusi datang kesini memang Gery yang mengajaknya" ucap Gery lagi.


Semua mata pun tampak memeperhatikan Gery yang saat itu sedang berbicara.


"Jadi ada hal yang memang perlu aku sampaikan untuk semuanya, bahwa aku dan Lusi sudah menikah siri" kata Gery kepada seluruh keluarga.


Seluruh keluarga pun tampak kaget dengan apa yang diucapkan Gery.


"Apa menikah apa kamu serius!!!!" Tanya David.


"Ya pa aku serius" jawab Gery. "Kami telah menikah kemarin, memang dilakukan secara mendadak" kata Gery memegang tangan Lusi.


"Lusi apa betul begitu?" Tanya David tampak kaget.


Lusi pun menganggukan kepala.


"Lusi, kamu kenapa mau. Bukannya kamu yang bilang kalau kamu tidak mau menjadi istri ke dua"


Lusi pun terdiam tak bisa menjawab apapun selain merasakan tidak enak hati telah masuk ke dalam rumah tangga dalam kehidupan orang lain.


"Lusi kenapa kamu mau sih, yang aku tahu kamu itu tidak pernah akur dengan Gery kenapa kamu mau?" Tanya Marisa yang terlihat tak percaya itu.


"Marisa kamu jangan bilang seperti itu, ini sudah menjadi keputusan kami berdua dan kamu tidak perlu berkata seperti itu" ucap Gery yang tak suka dengan ucapan Marisa.


"Nyatanya menikah itu bukan masalah dengan siapa yang disuka. Nyatanya orang bisa saja menikah dengan orang yang paling dibenci dalam hidupnya. Karena apa? Karena memang sebenarnya Lusi mencintai ku, ya kan??" Kata Gery.


"Cinta? Cinta karena apa? Ini pasti semua ulah kak Gery aja kan yang memaksa Lusi untuk nikah sama kak Gery. Lusi tidak akan mau secepat ini menikah, dia baru saja ia menjadi janda bahkan kurang setahun masa sudah menikah sudah gitu sama pria yang ia benci dalam hidupnya" ucap Marisa yang terlihat menatap tajam pada Gery.


"Marisa, kamu jangan bicara begitu. Nyatanya sekarang aku sudah menikah dan itu memang kenyataannya" jelas Gery.


"Kakak itu benar-benar ya"


Marisa pun sebenarnya bukan tidak setuju dengan pernikahan Lusi dan Gery. Hanya saja Marisa merasa kasihan jika Lusi harus menikah dengan Gery yang Marisa tahu bahwa selama ini Gery tidak baik untuk Lusi dan melakukan cara apa saja termasuk hal licik untuk mendapatkan Lusi.


Marisa pun terlihat kesal, dan merasa kalau Lusi menikah dengan kakaknya karena ada unsur paksaan.


"Katakan hal apa yang membuat kamu mau menikah dengan Gery" tanya Marisa pada Lusi.


"Jangan tanya apapun pada Lusi itu biarlah menjadi urusan ku dan dia. Kamu tidak perlu tahu sedetail itu"


"Tapi bagaimana pun Lusi ini sahabat ku dan aku harus tahu"


"Kamu tidak perlu tahu, karena sekarang Lusi sudah menjadi istri ku dan kamu tidak pantas menanyakan hal itu" jelas Gery.


Lusi pun hanya terdiam dan tak banyak bicara untuk karena ia sadar diri saat itu hanyalah siapa.


Sementara itu Juna pun juga seolah tak percaya dengan apa yang saat itu dikatakan Gery.


Namun ia berusaha untuk tidak bertanya lebih banyak karena ia menyadari posisinya yang hanya seorang menantu dari keluarga besar itu. Juna pun takut malah akan menjadi fitnah karena menentang pernikahan Lusi.


Apalagi mengingat dulu yang memang pernah mencintai Lusi.

__ADS_1


Sementara itu Lusi hanya tertunduk karena merasa malu dengan keluarga Gery yang saat itu mau dinikahi oleh Gery dan menjadi istri kedua


__ADS_2