Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Sarapan nasi goreng


__ADS_3

Sarapan nasi goreng siap tersaji saat Lusi saat itu tidak boleh diperbolehkan masak oleh suami nya Gery. Nasi goreng pedasnya sedang menjadi pilihan Gery untuk sarapan pagi saat itu. Bahkan, Gery bukan hanya masak untuk Lusi melainkan anggota keluarga yang lain. Seperti Ayah dan ibu juga.


Selama Lusi menikah tak pernah sekalipun Lusi mendapat perhatian lebih smaapi seperti ini, Lusi tidak tahu sifat Gery yang manis atau memang Gery hanya cuci muka saja eh maksudnya cari muka saja pada keluarga Lusi saat ini.


Lusi pun merasa sangat bahagia (sebenernya) tapi Lusi untuk berusaha biasa saja untuk rasa spesial yang ia tengah rasakan.


Lalu selesai semua nya keluarga pun makan bersama saat itu.


"Ini masakan paling spesial saya untuk kalian" kata Gery memberikan senyuman dibibirnya dengan celemek yang ia gunakan Gery merapihkan meja makan dan menyiapkan empat piring nasi goreng spesial.


"Soal rasa dijamin enak" kata Gery.


Lalu Ayah pun tampak mencicip buatan Gery lebih dulu.


"Wah ini sih beneran enak. Lebih enak daripada buatan Lusi, tapi untuk rasa dibawah istri saya sih" kata Ayah yang memuji masakan Gery tapi masih membela masakan istrinya. Dan justru menghina masakan anaknya.


"Wah, masa masakan Lusi gak enak sih Ayah" ungkap Lusi.


"Iya, memang bener. Kalau untuk masak memang kamu gak jago dan tidaklah terlalu bisa kan"


"Aduh Ayah jangan diperjelas" kata Lusi


Lalu Gery pun tampak tersenyum sambil memandang Lusi.


"Ya gak apa-apa gak enak juga yang penting masih bisa kasih yang lain" sahut Gery.


"Kasih apa?" Tanya Lusi.


"Yang lain, selain masak, masaa gak ngerti?" Kata Gery melempar senyum.


"Apa?"


"Entar di WA ya?" Jawab Gery.


"Suapin dong" kata Gery yang duduk disamping Lusi.


"Suapin lagi, aku kerepotan tiap kali makan kamu minta di suapin" ucap Lusi.


"Gak apa-apa, kerjaan kamu kan cuma suapin" jawab Gery manja dan langsung menaruh kepala dipundak Lusi.


"Yaudah iya" jawab Lusi pada akhirnya pasrah


Lalu Lusi pun menyuapi Gery dengan perlahan dan pasti sampai makan itu habis. Sampai pada akhirnya kini Lusi dan Gery selesai makan.


Selesai makan Gery pun meminta dibuatkan kopi oleh Lusi.


Lalu Gery pun duduk di atas sofa diruang tamu.. sebenernya Gery ingin mencuci piring piring itu saat selesai makan tapi dilarang oleh Ibunya Lusi.


"Lusi hari ini aku akan pulang" ucap Gery.


"Iya itu memang sudah seharusnya" kata Lusi yang menaruh kopi diatas meja.


"Sebelum aku pulang aku minta sesuatu hal padamu"


"Apa?" Tanya Lusi.

__ADS_1


"Manggil aku dengan sebutan yang berbeda"


"Maksudnya" tanya Lusi heran.


"Mas sayang gitu panggilnya" pinta Gerym


"Ih apa sih gitu aneh bener" kata Lusi tak mau.


"Gak apa, coba dong aku mau denger"


" Ga ah"


"Coba dulu"


"Mas... Mas sayang" ucap Lusi singkat.


"Kok gak enak ya.. coba kamu lebih manja manggilnya pakai nada gitu.. mas.. maaaas saaaa...yyaaanag coba"


"Ih apa sih ribet deh, emang harus gitu panggil begitu" ucap Lusi merasa Gery meminta yang aneh pada dirinya.


"Yaah udahlah aku gak akan pulang kalau kamu gak mau" kata Gery ngambek.


"iya mas sayyaaaaang"


"Hehehhe enak banget sih didengarnya"


Lalu terlihat Gery yang diam-diam menarik badan Lusi yang sedang berdiri dan memangkunya.


"Kamu ih" kata Lusi.


Gery pun memeluk Lusi dari belakang dan memeluknya erat sambil memangkunya. Tanpa terasa benda pusaka milik Gery pun menegang padahal cuma ia memeluk Lusi dan memangku saja. Lusi pun merasakan juga ada sesuatu yang berdiri.


"Lusi aku ingin memeluk mu sebelum pulang" ucap Gery memeluk Lusi.


"Tidak bisa nanti dilihat Ayah dan ibu" kata Lusi.


"Sebentar saja" jawab Gery.


Lalu Gery pun memeluk sangat begitu erat tubuh Lusi. Lalu Gery pun ingin memegang tubuh Lusi dan ia pun tidak tahan. Dalam hati Gery ingin meraih sesuatu yang berharga milik Lusi. Tapi Gery menahannya.


"Lusi nanti kita bulan madu ya" kata Gery dengan wajah yang tampak berbeda seperti orang yang sedang bergairah.


"Untuk apa?"


"Masa untuk apa? Untuk kita lah" ungkap Gery tersenyum.


"Ya nanti kita lihat ya kalau ada waktu"


"Ya kamu harus punya waktu untukku"


Lalu tiba-tiba suara handphone Gery berbunyi, dan mengecek telepon masuk saat ia mengecek itu ternyata dari istrinya yaitu Liana.


"Dari siapa?" Tanya Lusi.


"Liana dia memberikan ku pesan singkat untuk segera pulang"

__ADS_1


"Pulang lah" kata Lusi.


"Berjanji lah untuk tetap setia padaku"


"Iya mass sayang"


"Lusi aku senang mendengarnya"


Lalu dengan cepat Gery pun menarik wajah Lusi dan mencoba mencium bibirnya.


"Ini aku Gery, suami mu bukan yang lain" kata Gery memandang Lusi dengan dalam.


Dan Gery pun menggendong tubuh Lusi lalu Gery bawa kedalam kamarnya. Karena Gery merasa Lusi sudah tidak takut padanya dan sudah lebih baik jadi Gery memutuskan untuk membawa Lusi ke kamar agar Gery bisa lebih bebas dan panas jika mencium Lusi.


"Kenapa kamu membawa ku ke kamar" tanya Lusi.


"Sepertinya kamu sudah lebih bisa menerima ciuman dari ku, ini tidak akan lama dan menyakitkan" ucap Gery berusaha menenangkan Lusi saat itu. Deru napas Gery mulai panas dan berusaha mencium bibir Lusi saat itu.


"Baiklah tapi ini hanya ciuman kan" kata Lusi sekali lagi.


"Iya"


Lalu tiba-tiba..


Ciuman Gery yang ingin mendarat kembali mengingatkan Lusi pada ingatan Lusi yang berat saat dirinya bersama Demian. Namun Gery terus berusaha untuk memberikan ciuman bibir itu.


Lusi pun kembali menjatuhkan air matanya, namun Gery tetap mencium bibir Lusi.


Tanpa terasa Lusi pun menangis tersedu. Bibir dan badan Lusi tampak bergetar saat itu Lusi menjatuhkan air matanya.


"Apa yang membuat mu sedih" tanya Gery.


"Aku sulit untuk menceritakannya" ucap Lusi menggelengkan kepalanya.


Gery pun akhirnya memutuskan untuk memeluk erat Lusi.


"Kamu kenapa?"


"Dalam hidupku, aku pernah ditiduri oleh Demian secara paksa saat aku bersamanya"


Wajah Lusi pun tampak merah dan sangat sedih saat itu mengingat semuanya yang pernah menimpanya namun dibalik kesedihan Lusi. Membuat Gery mengingat akan kesalahan dirinya saat dulu.


"Ada suatu hal yang harus aku akui" ungkap Gery.


"Apa?" Tanya Lusi.


"Apa yang akan kamu lakukan, setelah kamu tahu jika kalau anak yang kamu kandung itu adalah anakku" kata Gery.


"Aku akan cerai dengan mu"


Deg...


"Kenapa?"


"Aku masih mau dengan mu, karena aku yakin kamu tidak mungkin melakukan hal buruk itu. Tapi kalau sampai aku tahu bahwa ini anakmu. Kamu adalah salah satu orang yang paling ku benci dan aku tidak bisa terima itu" kata Lusi.

__ADS_1


Seketika Gery pun termenung mengingat dirinya yang pernah salah juga pada Lusi.


__ADS_2