Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Hmmmmppppp


__ADS_3

Hari itu Lusi pun menerima sebuah paket yang entah isinya apa didalam sebuah dus besar. Ketika Lusi membuka itu berisi sebuah bunga.


Lusi pun melihat siapa yang memberi dan itu terlihat dari seorang nama pria yaitu David. Lusi pun merasa jika David memang agak genit pada dirinya. Namun Lusi tak mau meladeninya. Dan Lusi pun mengembalikan hadiah itu kepada sang kurir yang membawa bunga tersebut, untuk dikembalikan saja kepada pengirim.


Tiba-tiba saja Liana datang menemui Lusi. Terlihat Lusi yang memang setiap pagi sedang menyiram bunga.


"Kapan kamu bilang Gery untuk segera mempercepat pernikahan ku" ucap Liana tanpa basa basi itu.


"Kamu yang akan menikah Liana, kenapa harus aku. Bicarakan saja langsung pada Gery" jawab Lusi.


"Yang ku dengar ia akan pergi keluar negri. Aku hanya tidak mau dia tidak bertanggung jawab. Dan aku tidak mau anak ini lahir tanpa seorang ayah" ungkap Liana menatap Lusi tajam.


"Aku akan bantu setiap keperluan pernikahan kamu seperti apa yang diminta Gery untuk aku menjadi WO nya. Hanya saja untuk tanggal aku memang tidak tahu"


"Atau kamu ada perasaan sama Gery sehingga kamu memperlambat semuanya" ujar Liana.


"Liana, dari awal apa yang mama minta. Untuk aku memohon dikaki Gery, supaya Gery menikahi mu sudah aku lakukan. Jadi untuk apa kamu mempermasalahkan ini pada ku. Coba tanya langsung sama Gery untuk masalah pernikahan mu sendiri"


"Lusi, aku mau kamu yang bicara segera pada Gery untuk mempercepat pernikahanku. Kalau sampai anak yang ku kandung keburu lahir sedangkan Gery tak mau tanggung jawab. Bagaimana???!!!! itu adalah kesalahan mu" tegas Liana dengan raut penuh emosi.


"Liana??? Siapa suruh kamu hamil diluar nikah seperti ini Liana. Kalau saja kamu tidak hamil, semua nya mungkin tak akan terjadi"


Lalu dengan cepat Liana malah menampar Lusi.


Plaaaaakkk.....


Lusi pun tampak kaget, saat tangan Liana menampar pipi Lusi.


"Jangan sok hebat kamu. Harusnya kamu tidak bicara begitu. Karena kamu pun wanita. Harusnya kamu lebih punya perasaan. Kamu sadar kamu cuma menantu dirumah ini"


"Aku tahu aku cuma menantu dirumah ini tapi tidak selayaknya kamu menampar saya. Kalau saya mau tampar kamu bisa saja. Namun saya ingat kamu lagi hamil jadi kamu masih beruntung" Lusi pun tampak memandang Liana tajam dan pergi kedalam rumah.

__ADS_1


Lalu Liana pun juga langsung pergi dan meninggalkan rumah besar milik tantenya.


.


.


.


Siang hari ...


Lalu setelah Gery tahu akan bukti bahwa Lusi telah membohongi dirinya, apalagi dengan bukti cctv yang Gery putar ulang saat dikantor. Bahwa Lusi memang jelas sudah mendatangi David, dikantornya. Membuat Gery tampak kesal.


"Pantas saja secara tiba-tiba papa menyuruh ku untuk aku yang melakukan tugas keluar negri. Pintar juga dia sebagai perempuan"


Hari itu juga David langsung datang ke rumah Lusi.


Tok..


Tok..


Terdengar jelas suara ketukan pintu. Lalu kebetulan sekali yang buka saat itu adalah Lusi.


Lalu dengan cepat pula, Gery langsung tampak melotot tajam pada Lusi.


"Aku tahu semuanya" unkap Gery kesal.


"Semuanya apa?"


"Semuanya, kamu diam-diam mendatangi kantor papaku bukan. Aku tahu semua"


"Terus? Kamu mau marah" Ucap Lusi tenang walau sebenarnya Lusi kaget. "Kalau memang kamu merasa tidak setuju, kamu tinggal bilang saja kan sama papa kamu kalau kamu tidak mau. Buat apa menyalakan orang lain"

__ADS_1


"Lalu untuk apa kamu ke kantor papaku" tanya Gery dengan tatapan kesal.


"Ya cuma bilang semua apa yang kamu lakukan pada aku"


"Termasuk kamu bilang juga kalau aku suka pada Marisa"


"Ya, iya itu juga"


"Kamu" ungkap Gery menatap Lusi kesal.


"Gery, apa yang terjadi memang benar kan"


Lalu Gery pun tampak menarik Lusi dan mencengkram wajah Lusi.


"Beraninya kamu" ungkap Gery kesal.


Gery yang merasa jika saat itu hanya ada Lusi dirumah itu. Lalu mencoba mencium bibir Lusi.


"Lakukanlah sesuka hatimu Lusi. Aku pun sudah mengikhlaskan adikku. Aku akan ikuti permainan kamu. Tapi untuk mengikhlaskan mu. Jangan pernah harap"


"Kamu bukan siapa-siapa aku" ungkap Lusi berusaha melepaskan diri dari Gery.


"Ya memang tidak ada. Tapi hatiku, bertaut dengan dirimu"


Lalu dengan cepat, Gery pun mendorong Lusi ke sofa. Dan berhasil membuat Lusi kewalahan dengan badan yang Gery lebih besar itu.


Lalu Gery pun mendorong Lusi hingga Lusi jatuh ke atas sofa. Dengan penuh tenaga Gery tampak memegang kedua tangan Lusi dan mencium bibir. Lusi berusaha untuk mencoba melepaskan dan teriak namun Gery tampak semakin beringas mencium bibir Lusi hingga Lusi tak mampu bergerak.


Lalu dengan tenaga nya Gery mencium bibir Lusi tampak Lusi yang seolah kehabisan napas. Lusi masih terus berusaha melepaskan diri dari Gery.


Dan tiba-tiba Liana datang kaget melihat kejadian diantara keduanya. Antara Gery dan Lusi.

__ADS_1


"Kalian berdua" ungkap Liana kaget.


__ADS_2