Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Merindukan Fabio


__ADS_3

"Lepaskan tangan anda dari wajah ku!" Ucap Lusi sambil memegang tangan Deni untuk segera lepas.


"Lepaskan!!" Kata Lusi sekali lagi.


Akhirnya Deni pun melepaskan tangan nya yang memegang wajah Lusi kuat.


"Sukurlah" ucap Lusi yang kesakitan dengan cengkram tangan Deni yang sangat menyakitkan.


"Aku tidak bisa bicara siapa aku kalau bapak sendiri tidak memberi ruang untuk saya bicara" ucap Lusi.


Lalu Deni pun memandang Lusi. Dari atas hingga kebawah. Dan berfikir bila Lusi sedang mengandung anak dari Demian.


"Saya minta segera gugurkan anak itu" titah Deni.


"Gugurkan" ucap Lusi keheranan.

__ADS_1


"Anak yang kamu kandung saat ini adalah anak dari putra saya kan. Saya tidak mau anak saya menikah dengan kamu" ucap Deni nada tinggi.


"Saya tidak hamil dengan anak bapak" jelas Lusi.


"Tidak mungkin, kalau anak itu bukan anak putra saya. Kenapa kamu tidur dengan anak saya" jelasnya lagi.


"Dan saya tahu kamu menutupinya setelah anak itu lahir akan kamu jadikan untuk menguras harta anak saya kan!!!!!" Kata Deni.


"Bapak sebelum bapak meminta saya gugurkan tanpa tahu kebenarannya, saya harus jelaskan bayi yang saya kandung bukan anak dari putra bapak" jelas Lusi emosi.


"Tidak mungkin, buktinya kamu mau ditidurinya"


Seketika Deni pun terdiam memandang Lusi, Deni pun langsung memanggil orang suruhannya untuk mempertanyakan siapa Lusi.


Seorang pria pun datang.

__ADS_1


"Permisi pak. Wanita ini yang saya tahu dari informasi yang ada bahwa dia adalah wanita yang memiliki hutang pada keluarga bapak sebesar 24 milyar dan karena tidak mampu bayar sehingga pak Demian membawa pergi wanita ini" kata seorang pria yang yang menjelaskan.


"Oh begitu" jawab Deni.


"Rupanya itu alasan Demian memperlakukan wanita seperti mu. Sudah berapa kali Demian melakukan hal tersebut?" Tanya Deni.


"Tapi seperti nya kamu tidak usah menjawab aku sudah tahu pasti lebih dari satu kali " kata Deni membelai wajah Lusi.


"Bawalah wanita ini ke dalam ruangan sendiri. Jangan biarkan dia kabur sebelum melunasi hutangnya dan terakhir jangan biarkan dia bertemu dengan Demian" perintah dari Deni.


Lalu orang suruhan Deni pun membawa Lusi disebuah ruangan. Ruangan itu sangat sempit dan gelap tanpa penerangan sama sekali, bahkan untuk tiduran saja Lusi sepertinya tidak akan bisa. Tangan Lusi masih terikat ke belakang dan ia seperti orang yang terpenjara dan tak tahu harus bagaimana lagi.


Seketika Lusi pun menangis dengan keadaan yang memang teramat menyedihkan baginya.


Deni pun bukan justru melepaskan Lusi, malah Deni mengurung Lusi karena uang 24 milyar itu sebenernya memang miliknya.

__ADS_1


Selam itu juga Lusi tidak bisa kemana-mana, bahkan untuk ke kamar mandi saja Lusi terkadang susah harus menggedor-gedor pintu dengan keras barulah mereka membukakan pintu tersebut. Lusi pun bak terpenjara kini dalam hidupnya. Tak bisa kemana mana dan penuh kekangan. Hingga pada hari itu Lusi pun bermimpi ia sedang menggendong putranya yang berumur satu tahun, dalam mimpi Lusi memeluk dan mencium Fabio. Fabio tampak tertidur dalam gendongan Lusi. Sampai Lusi pun tersadar bahwa itu hanyalah mimpi dan tidak nyata.


Lusi pun menangis saat ia kembali tersadar bahwa dirinya kini sedang berada ditempat yang tak seharusnya diruang gelap, sepi dan sempit. Lusi pun menangis mengingat putranya dan tentang kerinduan yang begitu terasa mendalam dihati.


__ADS_2