Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Serangan untuk Demian


__ADS_3

Lusi kembali tertunduk dengan perasaan duka paling dalam hidupnya.


Tidak ada cinta, kehilangan keluarga tercinta itu seperti hal yang paling sulit dalam hidup Lusi.


Hal berat yang sulit dilalui tapi itulah kenyataannya.


Lusi tertunduk dan merasa sedih dirinya seolah kesal dengan apa yang menimpa dirinya tak bisa berbuat banyak selain menerima semua yang ada.


Lusi berkali-kali memejamkan mata merasakan kesal keperihan batin namun Lusi hanya bisa terdiam dan tertunduk mengepal tangan pada dirinya sendiri.


Seketika itu Lusi pun menatap bayi yang ada disampingnya melihat bayi yang masih berusia dua hari itu, jika melihat wajahnya memang tak mirip dengan Fabio dan tak mirip dirinya juga. Lebih mirip pada ayah biologisnya yaitu Gery.


Perih....


Hal itu yang paling dirasakan oleh Lusi saat ini.


Lusi tidak tahu apakah dia bisa menjalani semuanya sendiri terlebih lagi.. ah sudah lah Lusi pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menghela napas beratnya. Lalu sekali lagi, Lusi pun mengempok bayi kecil disampingnya yang sudah ia beri nama Yasmin.


Yasmin Mutiara


Nama yang bagus Lusi pilihkan untuk bayi cantik yang selembut sutra dan suci. Tidak ada dosa sedikit pun dari bayi yang Lusi lahirkan, meski Lusi sadar bayi ini mungkin lahir dari kesalahan terdalam yang Gery lakukan namun Lusi berusaha untuk meredam semuanya dan berusaha untuk menganggap bayi ini lahir dari cinta dua insan yang saling mencintai.


Lusi tidak mau anggap bahwa bayi ini lahir dari kesalahan, Lusi ingin membesarkan bayi ini dengan cinta seperti Lusi yang lahir dengan cinta dan dibesarkan pula oleh cinta dari sang ayah dan ibunya.


Lalu Lusi pun memandang nasi dan lauk diatas meja miliknya.


Lusi yang saat itu dalam masa menyusui sang bayi tidak boleh bila sampai telat makan siang atau telat makan supaya baby Yasmin dapat menyusu pada Lusi dan tidak kekurangan nutrisi.


Sendirian dirumah sakit, Lusi merasa sedih sebenarnya tapi Lusi tidak mau egois. Lusi tahu Ibunya saat ini sedang sedih juga dan pasti juga kerepotan mengurus semuanya.


Nanti pulang pun Lusi akan menyewa mobil pribadi untuk sampai ke Bandung dan akan ia bayar pada saat dirumah.


Saat ini Lusi tidak punya uang sama sekali.


Lusi pun mengambil nasi dan lauk lalu memakannya perlahan.


Lusi yang saat itu sedang sedih dengan semuanya. Tiba-tiba kedatangan seorang pria yang tak Lusi duga yaitu Demian. Lusi tak tahu mengapa Demian bisa tahu semuanya.


Sebelumnya.....


#flashback on#


Terlihat Demian dengan senyuman yang menyeringai seolah senang dengan perlakukan yang dia lakukan kepada Lusi tentang dendam terdalam itu, dendam tentang dirinya yang ditinggal nikah oleh Lusi dan seolah Lusi mengabaikan semua perasaannya.


Padahal jauh dari itu Lusi sebenarnya lebih kepada benci dengan sifat Demian yang teramat tidak bisa dimaafkan karena menganggap Lusi hanya sampah yang bisa ia pakai sesuka nya, hanya karena Lusi terlibat hutang milyaran rupiah kepadanya.


Dan kini hutang itu lunas, dia dapat pergi dengan cara menikahi Gery.


Namun ia anggap apa yang Lusi lakukan adalah sebuah penghianatan dirinya.


Demian pun membalas dendam.


Dengan tertawa lepas Demian tampak tega membuang Lusi ke hutan belantara padahal keadaan Lusi sedang mengandung besar.


Namun saat itu, dia mendapat sebuah kenytaan dari orang lain bahwa Lusi dan Gery telah bercerai.


"Permisi pak" kata anak buahnya.


"Ada apa?"


"Dari berita yang saya ketahui barusan saya dapat info dari kediaman rumah pak Gery yakni pembantunya bahwa Lusi dan pak Gery sudah bercerai dari sebulan yang lalu"


"Apa!!!!!! Serius kamu!!!!" Kata Demian yang membulat mata mendengar ucapan dari anak buahnya.

__ADS_1


"Iya itu benar dan bapak bisa cek langsung terkait ini"


Demian menarik napas panjang merasa bersalah pada Lusi.


"Segera cari wanita itu didalam hutan cari sampai ketemu, jangan sampai tidak ketemu!!!! Sekarang!!!!" Kata Demian.


"Baik pak"


Lalu Demian pun tertunduk tak percaya dengan semuanya. Demian kembali melakukan kesalahan lagi, dia yang kesal pada Lusi yang menikah dengan Gery nyatanya Lusi sudah bercerai.


Harusnya Demian mencari info lebih dalam soal Lusi dan kini dia berharap jika Lusi segera ditemukan.


Satu jam kemudian...


"Info pak Lusi tidak ada dihutan dia sudah ditemukan oleh orang lain dan kini sedang di rumah sakit. Dia melahirkan" kata orang suruhan Demian.


"Baiklah saya akan kesana kamu beritahu rumah sakitnya" jelas Demian.


"Baik pak"


Lalu Demian pun melesatkan mobilnya untuk menyusul Lusi dirumah sakit.


Gery selama perjalanan menuju rumah sakit tempat Lusi dirawat tak hentinya dia meremas kepalanya.


#flashback off#


Kini Lusi sudah melahirkan Demian pun tampak berani kembali menemui Lusi saat itu.


Dengan mata merah dan membara Lusi tak percaya saat itu ada Demian.


Lusi masih tidak mengerti mengapa Demian datang padahal jelas Lusi sudah melunasi semua hutangnya buat apa ia datang. Lusi merasa ada hal yang tak baik akan terjadi.


"Demian" kata Lusi saat itu.


"Lusi??"


"Ada apa kamu datang!!!" tanya Lusi dengan suara tegas. Seolah tak terima atas kedatangan Demian.


"Tentu aku ingin memint maaf pada mu" jelas Demian.


"Soal apa?" Tanya Lusi masih keheranan.


Lalu Demian pun mendekat ke arah Lusi saat itu. Lusi menatap Demian dengan tatapan bingung mengapa Demian datang lagi.


"Aku-" ucap Demian yang seolah terbata dan sulit berbicara.


"Ada apa!!!" Tanya Lusi dengan suara tegas.


"Aku meminta maaf pada mu karena aku salah paham"


"Salah paham"


"Sebenernya aku lah yang memperkosa mu saat itu dan yang sudah membuang mu ke hutan"


Deg...


Serasa petir menyambar itulah yang menjadi kemarahan Lusi saat ini.


Lusi langsung naik pitam mendengar penuturan yang disampaikan oleh Demian. Seolah membua genderang perang dengan dirinya.


Seketika air mata Lusi tampak tumpah namun yang paling ia rasakan adalah kesal yang teramat dalam.


Lusi yang baru saja melahirkan itu tidak peduli lagi dengan kondisinya, dengan cepat Lusi menarik kerah baju Demian langsung menatap tajam dengan mata yang membulat.

__ADS_1


"Sialan!!!!!" Teriak Lusi teramat emosi.


Dengan cepat Lusi langsung menarik Demian kuat, dari pihak Demian sama sekali tak melakukan perlawanan.


Lusi yang terlampau emosi itu pun langsung menarik Demian dan menghantamnya.


Wajah Demian memerah dengan apa yang Lusi lakukan.


Lusi langsung berdiri dan langsung mendorong Demian kuat ketembok dan kembali mem*kul Demian keras karena terlalu kesal.


Tanpa ia sadari juga saat itu impusan yang ditangan Lusi pun terlepas.


"Lusi sadarlah kamu baru saja melahirkan"


Lusi seolah tak peduli matanya terlihat marah dan membara.


Tak sampai di situ Lusi pun langsung mengambilnya cangkir yang terbuat dari aluminium dan mem*kul dengan itu sangat keras. Dan mengambil sebuah nampan yang berisi makanan hingga makan itu tumpah dan nampan ia pakai untuk mem*kul Demian.


Lusi mendorong Demian lagi hingga Demian jatuh ke bawah tangan Lusi langsung menampar Demian keras saat itu.


Badan Lusi menunggangi Demian dan saat itu Lusi seolah khilaf dan mengambil sebilah senjata tajam untuk memotong buah, Lusi tampak ingin membunuh.


Mata Lusi seolah menyala untuk melakukan semuanya.


Seketika terdengar suara tangisan putrinya.


Dengan napas terengah Lusi mulai tersadar dan Demian terlihat seolah pasrah dan memejamkan matanya saat Lusi seolah ingin membunuhnya saat itu juga.


Seketika Lusi pun tertahan untuk melakukannya, Lusi tersadar bahwa apa yang akan ia lakukan jika membunuh orang malah akan menambah beban hidupnya.


Demian hanya terlihat pasrah dengan Lusi yang tengah marah.


Lusi perlahan sadar itu langsung bangun dan membuang jauh senjata itu dan tanpa terasa air matanya terjatuh.


Lusi pun merasakan kesakitan pada perutnya setelah ia tersadar bahwa apa yang ia lakukan adalah kesalahan fatal. Lusi berdiri dengan secara perlahan dan meraksan operasi itu masih terasa sakit. Karena terasaa emosi bahkan Lusi lupa bahwa dia baru saja selesai operasi.


Andai saja ini bukan negara hukum tidak ada hukuman untuk pembunuhan Lusi sudyH pasti membunuh Demian.


Lusi yang masih dengan emosi membara itu langsung berbalik dan menangis tersedu. Ia mengambil bantal dan memeluknya..


Tangisannya pecah saat itu juga.. perasaannya campur aduk menjadi satu. Antara sedih marah dan sakit hati menjadi satu.


Demian pun terlihat biru dipelipisnya, lalu Demian terlihat iba pada Lusi dan ingin menghapus air mata Lusi.


Lusi saat itu berteriak.


"Jangan sentuh aku!!!" Teriak Lusi.


"Baiklah"


Lalu Demian merapikan barang yang berserakan dibawah, Demian memandnag Lusi saat itu. Lusi terlihat ketakutan dan menutup tubuhnya dengan bantal.


Lalu Lusi memandang dengan tatapan seolah kosong. Namun masih dengan emosi yang membara


"Tinggalkan aku, pergi kamu!!!!"


"Lusi aku-" kata Demian sekali lagi.


"Pergi!!!!!!! Cepat pergi!!!" Teriak Lusi yang langsung memotong ucapan Demian.


Demian akhirnya memutuskan untuk pergi dari kamar inap yang Lusi tempati.


Saat Demian pergi Lusi pun kembali menangis tersedu-sedu. Dirinya terlihat shock dan seperti orang gila bila mengingat kejdian terburuk dalam hidupnya.

__ADS_1


Bahkan tangisan bayinya tampak mengalun ditelinga namun tak langsung Lusi gendong karena Lusi takut ia malah menjatuhkan bayinya. Karena saat itu tangan bergetar hebat pandangan Lusi seolah kosong. Tubuh Lusi serasa ingin ambruk dan hati Lusi perih.


Setelah 15 menit.. Lusi pun batu menggendong dan memeluk erat sang bayi perempuan.


__ADS_2