
Dua minggu kemudian...
Rian kini tampak telah kembali ke rutinitas awalnya lagi. Rian sudah kembali bekerja di sebuah perusahaan yang masih dipimpin oleh Gery selaku pemegang saham terbesar di PT. Mamata utama group.
Rian pun di berikan jabatan sebagai manager area karena di anggap baik dalam pekerjaan. Rian bersyukur karena Rian murni diberikan jabatan tersebut memang pekerjaan nya bagus dalam mengemban tanggung jawab itu. Dan dia pun senang diterima baik oleh rekan kerjanya saat itu.
Sampai suatu ketika Rian bertemu dengan rekan kerja lama yang sudah lama sekali bekerja disitu, namun ia tampak tak suka karena Rian yang belum bekerja sebulan itu lantas diberikan jabatan. Sementara dia yang sudah bekerja belasan tahun mengabdi namun masih belum diberikan jabatan berati. Rian merasa kan hal itu, karena Rian merasa teman kerja nya itu selalu menatap dengan tatapan sinis dan benci setiap bertemu Rian. Dia adalah pak Arga, Rian memangil dengan sebutan bapak karena usianya yang sudah 35 tahun itu. Itu adalah bentuk rasa hormat yang Rian berikan. Namun semua itu tak lantas membuat Rian kehilangan kepercayaan diri untuk bekerja lebih baik.
Sampai sore harinya Rian pulang dengan naik motor inventaris yang diberikan oleh perusahaan untuk dirinya. Meksipun itu hanya motor bebek tapi Rian bersyukur karena pulang pergi kini ia bisa naik kendaraan.
Sesampainya dirumah tekeihat Lusi yang menunggu suaminya pulang kerumah, Rian tampak tersenyum bahagia melihat sang istri yang sudah menunggu. Sebagai seorang isteri, Lusi adalah istri yang Soleha. Mampu menerima setiap kekurangan suami dan Lusi mampu menemani suami disaat suka maupun duka. Dan Rian bersyukur telah memiliki Lusi didalam hidupnya.
Lusi pun mencium punggung tangan sang suami sebagai bentuk rasa hormat nya.
"Assalamualaikum" ucapan salam dari sang suami.
"Walaikumsalam" jawab Lusi.
Lalu Lusi pun memberikan air putih hangat untuk sang suami yang baru saja pulang kerja.
"Bagaimana mas dengan pekerjaan hari ini"
"Ya lumayan melelahkan"
"Oia aku hampir lupa bilang sama kamu kalau pernikahan Gery dan Liana itu dua minggu lagi, sedangkan kita belum perisapakan kado untuk pernikahan mereka"
"Hem hal itu tidak usah kamu pikirkan ya, Oia bukannya kamu yang diminta jadi WO nya. Apa tidak jadi" kata Rian.
"Gak tahu, gak jelas biarin ajalah aku juga udah males sebenarnya. Tapi mau bilang males ya gak bisa juga karena ini demi Liana. Kalau bukan karena Liana aku sudah pasti menolak untuk menjadi WO di acara itu" ungkap Lusi.
Lalu tak lama telepon Lusi berdering dan melihat panggilan masuk. Dan benar saja itu dari David yang meminta Lusi untuk hadir diacara meeting keluarga untuk membahas pesta pernikahan Liana dan Gery.
"Benar saja kan ada yang kirim pesan untuk membahas pernikahan mereka. Nanti malam mau meeting keluarga bagaimana?" Kata Lusi.
__ADS_1
"Yaudah nanti ku temani" ujar Rian.
Hingga malam harinya tiba, Lusi dan Rian pun tampak datang mengunjungi rumah keluarga besar dari Gery.
Sebagain keluarga tampak berkumpul, ada Liana, Gery, David dan istir, Marisa, Renata, Lusi dan juga Rian. Mereka tampak dikumpulkan dalam membahas apa yang memang perlu dibahas apalagi dengan pernikahan Gery dan Liana. Sementara Fabio saat itu sedang ada distrolernya.
Lusi pun tampak tak mau memandang sama sekali Gery mengingat saat ini Gery akan menjadi anggota keluarga besar suaminya. Lusi pun tampak tak mau ambil pusing dan ribut dengannya lagi.
"Ya, kali ini kalian saya kumpulkan untuk membahas pernikahan putra saya yang bernama Gery" ucap David.
"Baiklah, kita akan bicarakan semuanya. Di mulai dari acara pernikahan nanti, saya dan Liana akan melaksanakan akad nikah dijakarta pukul 08.00 pagi, acara akan dilaksanakan di hotel mewah milik papa David, acara sampai pukul 11.00 siang. Lalu dilanjutkan lagi dari jam 18.00 sampai 22.00 digedung pernikahan yang ada di Semarang. Jadi nanti jam 12.00 saya sudah siap untuk ke Bandara dan berangkat ke Semarang. Kenapa aku memilih Semarang karena itu adalah tempat kelahiran ku dan keluarga alm. Mama semua disana. Jadi saya mau disana"
"Lumayan melelahkan ya jika harus dua tempat seperti itu" kata Renata.
"Iya anggap saja setelah itu saya akan honey moon disana. Jadi semua kebagian Jakarta juga, Semarang juga"
"Kenapa tidak besok nya saja di Semarang, langsung ke Semarang habis akad apa gak capek" sahut Marisa.
"Ya nggak dong, kalau ke Semarang nya jalan kaki iya capek ini kan naik pesawat tinggal duduk manis. Lagi pula nanti kan ada Lusi yang mengatur semuanya saat di Semarang" ucap Gery menatap ke arah Lusi yang masih sibuk dengan menyuapi makan Fabio.
"Siapa aku??"
"Iya kamu, kamu pikir siapa? Aku mau nya kamu yang atur pernikahan ku di Semarang. Mulai dari dekorasi pernikahan, makanan dan Mua semuanya kamu yang memastikan berjalan lancar. Oia satu lagi, Fabio jangan kamu ajak deh ribet pasti kamu akan lebih fokus urus Fabio ketimbang acara nanti"
"Ya ini anak aku hak aku" tolak Lusi.
"Sehari saja titip dulu sama neneknya kan bisa" kata Gery.
"Ya baiklah gak apa-apa" sahut Renata yang mengiyakan karena ia tidak mau keponakan nya Liana batal nikah hanya karena Lusi yang ribet mengurus Fabio.
"Nah terus aku disana aku gak kenal keluarga kamu" kata Lusi.
"Lusi.. bukan nya kamu berjanji untuk mau jadi WO. Ini perintah, dan acara yang di Jakarta sudah tidak usah kamu pikirkan. Aku akan memberikan penginapan hotel mewah dan kamu bisa jalan duluan sebelum hari H" kata Gery.
__ADS_1
"Setelah itu, besoknya kamu boleh pulang setelah acara di Semarang selesai" ucap Gery lagi.
"Hah...." Lusi hanya menarik napas berat nya tidak mengatakan iya dan tidak. Mau melawan pun seperti nya susah dengan anak keras kepala yang satu ini.
Hingga seminggu kemudian....
Lusi pun sudah mengatur rencana persiapan pernikahan Gery mulai mencari melalui media online yaitu catering, mua dan semuanya. Karena Semarang dan Jakarta itu lumayan jauh. Lusi hanya bisa memesan semua nya melalu telepon genggam nya. Nanti untuk bagus tidaknya, bisa Lusi lihat saat hari H. Mau bagus atau jelek seperti nya semua sudah tak jadi masalah, yang penting ada. Lusi pun tidak tahu dan kenal dengan nama nama undangan di Semarang itu karena Lusi yakin bahwa itu adalah saudara dari pihak ibu nya Gery. Kalau untuk keluarga dijakarta memang semuanya akan dilaksanakan di Jakarta dan hanya diundang dijakarta. Dan hanya Lusi yang terdampar untuk ikut rangkaian acara yang berada di Semarang. Sebagai orang asli jawa barat, Lusi tidak tahu adat istiadat orang Jawa. Jadi kalau ada kesalahan dalam adat Lusi tampak pasrah saja.
Sampai waktu malam tiba, tiba-tiba Rian memberikan kabar yang mengejutkan untuk Lusi. Standar sih tapi Lusi merasa ini mengejutkan bagi dirinya.
"Lusi" panggil suami.
"Ya?" Jawab Lusi.
"Aku tidak bisa datang diacara Liana dan Gery nanti" kata Rian.
"Kenapa?" Tanya Lusi.
"Aku dapat tugas keluar kota, untuk mendapatkan pelatihan kerja disana?"
"Di sana? Disana itu dimana?"
"Di Sumatra, waktunya kurang lebih satu bulan"
"Yaah berati kamu gak ikut dong ke acara nikahan Gery dan Liana"
"Iya semua yang naik jabatan harus pernah merasakan kerja dikantor cabang, maaf ya sayang aku tidak bisa menemani"
"Yaudah lah Hem tapi aku sedih"
"Aku juga sedih dan bingung sayang"
"Yaudah kamu hati-hati disana"
__ADS_1
"Kamu juga ya sayang" ucap Rian mengecup kening sang istri.