
Tiga minggu telah berlalu, Tanisa tampak kehilangan arah dan tujuan. Hidup yang bahagia jauh dari dirinya. Dirinya seolah terpenjara. Deon tak memberi apapun fasilitas pada diri Tanisa. Deon yang berjanji akan membahagiakan Tanisa.
Seperti nya itu hanya dimulut saja...
Namun jauh lebih dari itu. Selain hidup Tanisa yang seolah hancur dan sudah gelap gulita. Namun yang lebih berat adalah perasaan nya juga yang turut hancur..
Semenjak beredar kabar Gavino yang akan segera menikah itu. Hidup Tanisa tampak semakin menyakitkan dan dia pun tampak kehilangan semangat hidupnya. Tanisa tampak terdiam dan dalam duka dalam hati.
Ya sedih rasanya...
Air mata kesedihan dan kepedihan yang Tanisa rasakan saat ini. Tak mampu ia bendung lagi.
Mungkin hampir tiap hari Tanisa tampak menangisi dirinya sendiri. Air mata kepedihan begitu terasa dalam dirinya.
Deon tak mau ada penolakan sedikit pun dari Tanisa. Disaat bermain cinta.
Deon tak peduli Tanisa mau dan siap atau tidak. Selama Deon ingin meniduri Tanisa, Tanisa harus siap kapan pun itu.
Tanisa pun tak boleh kemana mana. Selain menemani dirinya.
Tanisa pernah sekali menolak keinginan Deon untuk melayaninya. Namun apa Deon malah marah dan tanpa segan memukul wajah Tanisa.
Tamparan itu seolah menjadi makanan Tanisa jika Tanisa menolak. Ya sakit rasanya.
Hingga sampai saat dimana berita mengejutkan itu terjadi lagi.
Sangat mengejutkan untuk Tanisa. Dan memporak porandakan hati Tanisa.
Apa itu?
__ADS_1
Ya hari itu..
Tanisa merasakan hal beda pada tubuhnya. Ia merasa sakit namun bukan sakit.
Tanisa merasakan mual yang tak biasanya. Merasakan serta pusing. Ia pun kehilangan nafsu makannya.
Ia pun tampak penasaran dengan dirinya. Yang kali ini merasakan beda dari biasanya.
Dengan berani Tanisa pun menyuruh OB untuk membeli tespeck secara diam-diam, karena ciri dari apa yang ia alami seperti orang yang sedang hamil. Walau Tanisa tak pernah hamil sebelumnya, tapi ia tahu cirinya. karena ia pernah membaca di internet.
Tampak Tanisa yang memegang lima tespeck itu. Tanisa sengaja membeli lebih untuk meyakinkan dirinya. Tanisa harus tahu dengan kondisinya kini. Karena yang Tanisa tahu selama ini Deon tak pernah memakai pengaman dalam bercinta. Dan itu sangat membuka peluang bila dirinya bisa saja hamil.
Tanisa pun duduk di sebuah toilet duduk. Ia pun dengan perasaan sangat berdebar dengan hasilnya.
Saat ia mengecek dan benar saja. Tanisa tampak kaget bukan kepalang.
Deg...
Ini gak mungkin...
Ya Allah kenapa aku bisa hamil ini gak mungkin terjadi. Ini gak mungkin. Ya Allah aku tidak mau hamil. Disaat-saat seperti ini. Batin Tanisa.
Lalu Tanisa pun kembali mencoba dengan tespeck yang baru dan mencobanya. Namun hasil tetap saja. Garis dua itu ada.
Seketika hati Tanisa tampak sakit.
Tanisa pun tampak membanting semuanya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia alami.
Kehamilan yang tidak diinginkan itu pun terjadi. Dan itu adalah suatu hal yang paling berat dalam hidup. Tanisa tampak seolah kehilangan arah. Dan semakin merasakan kesedihan yang begitu terasa dalam hatinya.
__ADS_1
Ya garis dua..
Garis dua yang menandakan bahwa diri Tanisa kini hamil. Dan itu adalah anak Deon. Selama ini Tanisa hanya melakukan dengan satu pria. Dan ini anak Deon.
Lalu tak lama Deon yang tampak pergi itu pun kembali. Dan melihat Tanisa yang sedang menangis. Tanisa yang tahu akan kedatangan Deon sontak saja langsung buru-buru menghapus air matanya.
Deon pun tampak menghampir Tanisa yang sedang duduk itu. Deon tahu jika akhir-akhir ini Tanisa lebih sering menangis. Mungkin karena Tanisa kehilangan cintanya. Dan Deon tidak peduli sama sekali akan hal itu.
Deon pun memegang tangan Tanisa dengan lembut. Dan mengecup kening Tanisa.
Deon pun beberapa tespek dan melihat tespek dengan hasil yang sama dan Tanisa tampak menangis.
"Kamu hamil" tanya Deon.
Tanisa pun tampak terdiam.
Lalu Deon pun juga tampak terpaku dengan hasil kehamilan Tanisa. Ia memang mencintai Tanisa namun ia tak menyangka bila Tanisa bisa sesubur itu dan akan cepat hamil.
Ya semua itu atas ulah Deon yang selalu bermain cinta yang hampir dan nyaris tiap hari.
Bahkan Deon meniggalkan pekerjaan dan bisnis nya. Demi bisa enak-enak tiap hari bersama Tanisa.
Lain Deon lain Tanisa...
Tanisa merasa kan hancur berkeping keping. Dunia serasa runtuh di saat ia hamil dengan seorang pria yang tak pernah sekalipun ia cintai. Dunia seolah gelap gulita dan semakin gelap. Tanpa cahaya dan harapan.
Disaa semua terasa perih dan menyedihkan itu terjadi. Tanisa tampak tak percaya dengan semua ini.
Tiba-tiba Tanisa pun pingsan.
__ADS_1
Tanisa...
Tanisa....