
Sementara itu, terlihat Demian yang merasa puas atas apa yang ia kerjakan. Bagi Demian lebih baik Lusi mati didalam hutan ketimbang dia harus melihat Lusi bahagia bersama suami barunya.
Kenyataannya apa yang Demian lakukan melepas Lusi didalam hutan yang jauh dari rumah warga itu agar Lusi bisa mati tanpa jejak yang berarti. Memberi pelajaran Lusi bahwa dirinya hanyalah sampah yang tak banyak arti setelah ia merasa sudah mengambil semuanya saat nya melepas Lusi dan menghempaskan Lusi pada kematian. Demian tak berani jika membunuh Lusi, jadi membuatkan Lusi menderita adalah cara satu-satunya membalas dendam pada wanita yang tak bisa ia miliki.
Demian yang tak pernah tahu bahwa Lusi dan Gery sudah bercerai... seolah terlihat tersenyum bahagia membiarkan Lusi sendirian didalam hutan rimba itu.
.
.
.
.
Lusi masih menangis ditengah hutan disaat dirinya merasa sedih dan pedih teramat dalam.
Bagaimana tidak, keadaan sedih yang baru saja mendapat kabar tentang Ayahnya di rumah sakit harus diterpa cobaan yaitu dinodai setelah itu dibuang kedalam hutan belantara tak berpenghuni.
Lusi hanya bisa menangis kala itu, Lusi seolah ingin mati... tapi Lusi mengingat pasti banyak ada orang yang paling ia sayang saat ini menunggunya.
Ayah, ibu, Fabio pasti sedang menunggunya saat ini. Lusi tidak mau dirinya meninggal tanpa diketahui oleh siapapun dihutan belantara. Lusi tidak mau dirinya menyerah pada nasib yang memang berat tapi ini harus tetap dijalani.
Tak peduli Lusi harus berjalan kiloan meter asal dirinya bisa keluar dari hutan belantara.
Wajah cantik ayu dan rupawan Lusi pun sudah terkotori dengan tanah basah dan kini mengering diwajahnya. Dress yang dia kenakan berwana biru muda itu pun sudah banyak noda tanah di bajunya, Lusi merasa dirinya sudah kotor.
Semua nya.. ya semuanya sudah kotor..
termasuk dengan dirinya yang baru saja dirudal paksa oleh pria misterius yang tak ia kenal.
Lusi pun masih berjalan tak peduli sejauh apapun itu.
Lusi merasa sakit pada kakinya yang saat ini sudah bengkak karena kehamilannya dan bertambah parah dengan keadaan dirinya yang harus berjalan jauh.
Suara monyet-monyet mengalun dan serasa seram ditelinga Lusi, Lusi yang tak pernah masuk kedalam hutan meraskan takut yang sangat dalam.
Lusi yang hanya biasa ke mall dan sesekali menikmati alam namun hanya di pinggir sawah serasa merasakan merinding dan kaku dengan suasana yang ada. Sesekali Lusi melihat ular yang melintas didepannya namun ia terus berdoa perlindungan yang masih ia hapal.
Berjalan jauh membuat Lusi kelelahan sekaligus kelaparan. Namun lagi dan lagi Lusi ia masih terus berjalan, mengikuti kemana kakinya akan melangkah. Tidak peduli perutnya dan betapa hausnya. Lusi ingin segara menyudahi semua penderitaannya saat ini. Dan Lusi berharap akan bertemu orang didalam hutan itu dan pulang kerumah segera.
Setelah kembali melewati beberapa pohon dan tempat yang seperti tampak sama semua, Lusi merasakan ada sesuatu yang basah dari bagian intimnya dan mengalir ke bawah. Lusi merasa ada yang salah pada dirinya.
Lusi merasa ada yang tak beres dengan dirinya.
Lusi tak menyangka kalau ternyata air ketuban Lusi pecah. Air ketuban itu terus mengalir dari organ intim terdalam Lusi.
Lusi yang belum saat nya lahir tak menyangka bahwa air ketuban itu bisa pecah disaat yang tak tepat.
Seketika Lusi yang sedang berjalan langsung duduk sebentar merasa basah. Lusi pun langsung menangis, tidak tahu harus bagaimana dengan keadaan seperti ini apalagi ditengah hutan.
"Huhuhu, ya Allah bagaimana ini"
Lusi menangis tersedu merasa kepahitan, namun Lusi harus kembali berjalan dengan tak tentu arah mengharapakan bahwa akan ada yang menolongnya.
"Toooolllooongg...." Teriak Lusi sambil berjalan menyusuri hutan yang terasa menyeramkan itu.
namun masih belum ada jawaban.
Setelah berjalan lama.. Lusi merasa lemas dan letih.
"Aku sudah pasrah hah" ucap Lusi memutuskan untuk duduk dan tanpa terasa pandangan menjadi gelap gulita dan pada akhirnya Lusi pingsan karena tak kuat lagi untuk berjalan jauh ditambah dirinya yang mengalami ketubannya pecah.
.
__ADS_1
.
.
seketika.....
Setelah 20 menit berlalu..
akhirnya ada orang yang datang..
Sementara itu terlihat seorang pria berusia 30 tahun yang tak sengaja melihat wanita yang tergeletak di dalam hutan. Pria itu tidak sengaja bertemu dengan Lusi yang tergeletak tak berdaya ketika itu.
"perempuan" ucap nya melihat wajah Lusi yang sedang memejamkan mata tergeletak.
Pria itu menatap wajah Lusi secara seksama dan ia pun lalu mengambil kain yang ia basahi dengan air untuk melihat wanita itu karena wajahnya memang kotor karena tanah. Saat ia melihat lagi pria itu terlihat membulatkan matanya dan berkata.
"Ini sih cantik" gumamnya tak percaya.
"Tapi kenapa ada wanita hamil sendiri di sini. Aneh banget ada perempuan ditengah hutan begini, ini manusia atau Kuntilanak ya" kata pria itu masih heran.
Lalu pria itu pun memegang tangan Lusi dan memegang urat nadi Lusi saat itu.
"Masih hidup, dia manusia bukan Kuntilanak" ucap pria itu.
"Woyy..... Tolong....."
Pria itu memanggil teman-temannya yang memang pergi bersamanya.
Lalu temannya pun datang berkerumun yang sekitar delapan orang. Saat mereka melihat Lusi mereka pun langsung membantu menolong Lusi yang tengah terbaring. Melihat Lusi yang tengah pingsan dan mengalami pecah ketuban dengan cepat pula mereka membawa kerumah sakit.
Dengan cepat mereka membawa ke rumah sakit meski jauh mereka tanpa peduli dan menuju kesana.
"Ye elah kita jadi ngurusin orang begini" gumam temannya yang kesal karena tidak jadi berkemah di hutan karena malah menemukan seorang wanita.
"Lu yakin nih perempuan manusia, kalau kuntilanak bagaimana"
"Gua yakin dia manusia, ceeepeettt" serunya.
Lalu sesampainya dirumah sakit Lusi pun di bawa ke ruang IGD, dan langsung di tangani oleh dekter.
Lusi yang saat itu sedang tidak baik-baik saja dengan kondisi air ketuban yang pecah langsung mendapatkan tindakan dokter. Dokter membawa Lusi dan melakukan operasi secar karena kondisinya bila dibiarkan akan tidak baik untuk janinnya.
Pria yang baru saja menemukan Lusi meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk Lusi agar Lusi dan bayinya bisa diselamatkan.
Dokter pun mengoperasi secar Lusi. agar bayi dan ibu nya selamat.
Hari dimana Lusi tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan diperlakukan jahat sehingga dirinya merasakan tersiksa teramat dalam. Harus berakibat dirinya dioperasi sesar saat itu juga.
Setelah waktu berlalu kurang lebih satu jam, akhirnya operasi secar itu selesai. Bayi yang Lusi lahirkan adalah bayi perempuan dengan berat 2,5kg dan tinggi 50cm. Karena kelahiran bayi yang kurang umur pada akhirnya dokter menaruh bayi itu diingkubator dan masih dalam pengawasan dokter. Untuk memastikan bahwa bayi yang Lusi lahirkan baik-baik saja.
"Permisi pak selamat bayi dan ibunya selamat, cuma untuk bayi nya masih dalam observasi kami" ucap dokter laki-laki itu menjelaskan.
"Baiklah terimakasih dokter" jawab pria yang menolong Lusi saat itu.
Lusi yang tidak membawa identitas apapun langsung dibayari biayai rumah sakit.
Pria itu masih tidak mengerti mengapa ada wanita ditengah hutan dalam keadaan hamil.
Pria yang menemukan Lusi itu dengan setia menemani Lusi sampai Lusi sadar.
Dalam diam pria yang berada disamping yang tengah berbaring memandang wajah Lusi begitu lekat, melihat setiap inci wajah dari Lusi siapa tahu ia mampu mengenali wanita itu.
Tapi kenyataannya tidak, dia sama sekali tidak kenal dengan wanita yang kini dihadapannya.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya dia pun tertunduk melihat sebuah pesan masuk dan membalasnya.
Lalu tak lama...
Lusi yang masih terbaring lemah, akhirnya sadar setelah pasca operasi. Waktu menunjukan pukul 02.00 siang. Lusi yang terlihat terbaring lalu membuka mata secara perlahan.
Dalam satu hari terakhir Lusi tak menyangka dirinya akan dibius lebih dari satu kali, yang pertama adalah penculikan dan yang kedua adalah operasi secar yang dilakukan.
Lusi juga saat ini masih belum tahu bahwa dirinya sudah dioperasi.
Lusi membuka dan melihat ke arah sekelilingnya ia pun kaget saat melihat seorang pria dihadapannya.
"Kamu sudah sadar" tanya pria itu
"Siapa kamu?" Tanya Lusi yang terlihat takut dan langsung duduk karena ketakutan.
namun karena Lusi masih sakit habis operasi akhirnya memegang perutnya.
"Aw. Perut ku sakit" pekik Lusi yang masih belum tahu bahwa dirinya habis selesai operasi secar.
Pria itu pun tampak membantu Lusi dengan memegang pundak Lusi.
"Jangan sentuh aku!!!! Lepaskan tangan mu dari ku!!!" Kata Lusi dengan suara lantang yang terlihat takut panik ada pria asing dihadapannya.
Seketika Lusi pun memegang perutnya lagi yang kesakitan.
"Aw perut ku, sakit.. kemana bayiku"
"Kamu tenanglah dulu" ucap pria itu sambil berusaha ingin memegang Lusi berusaha untuk menenangkan Lusi agar tidak banyak bergerak bahwa dia abis operasi sesar.
Lusi malah melotot tajam melihat pria dihadapannya. saat pria itu membantu Lusi untuk jangan banyak bergerak.
"lepaskan aku!!!" teriak Lusi.
"Tenanglah dulu, tenang. Saya orang baik yang sudah menemukan mu ditengah hutan, dan saya juga yang bawa kamu kesini. Kamu tolong jangan banyak bergerak karena kamu baru saja selesai operasi sesar!!!" Jelas sang pria itu kasar agar Lusi mampu tenangkan diri dan tak banyak bergerak lagi.
Lusi terlihat membeku seketika mendengar apa yang dituturkan oleh pria dihadapannya.
"Sesar??? Aku sudah melahirkan. Lalu dimana bayiku"
Lusi yang terlihat panik dan kaget kini wajahnya berubah menjadi terlihat bingung, shock sekaligus sedih.
"iya kamu habis operasi" jelas pria itu.
Seketika air matanya terjatuh mengingat kembali semua yang menimpa dirinya.
Lusi pun memegang perutnya yang dibalut perban, ia menyadari saat itu bahwa dirinya memang sudah melahirkan.
Pria itu pun akhirnya menyuruh Lusi untuk kembali berbaring.
"Tidurlah dulu, rebahkan dirimu. Kamu jangan banyak bergerak dulu" titah pria tersebut.
Lusi pun akhirnya menurut dan merebahkan dirinya.
"Lalu dimana bayiku, apakah dia selamat bagaimana keadaannya?" Tanya Lusi yang terlihat sedih.
"Tenanglah, dia selamat hanya saja dia masih dalam tahap observasi"
Lusi pun mengangguk.
"Syukurlah, aku ingin bertemu dengannya" kata Lusi setengah menangis.
"Sabar dulu, sabar dulu" ucap pria itu menenangkan Lusi.
__ADS_1