
peringatan...
bocah dilarang mampir.... ingat ini hanya fiktif jangan ditiru.
________
Rian dengan segera dilarikan dan dibawa kerumah sakit. Rian pun ditangani oleh dokter. Banyak memar yang dialami oleh Rian. Rian pun tampak masih belum sadar.
Hari sudah semakin larut Juna pun datang menemui Lusi yang kala itu terlihat sedih. Juna pun menyuruh Lusi untuk pulang ke rumah. Karena mengingat kondisi Lusi yang hamil dan ada anaknya yang masih kecil menunggunya dirumah.
"Kamu pulang saja Lusi. Rian biar aku yang jaga. Kamu terlihat sangat pucat. Aku gak mau kamu ikut sakit" ucap Juna.
"Gak Jun, gak" ucap Lusi cemas.
"Lusi, yakinlah Rian akan baik baik saja. Sekarang kamu pulang. Kalau memang dia sudah sadar aku akan segera memberitahu. Perhatikan juga kondisi kamu, oke"
Lusi pun tampak menghela napas. Dan memutuskan untuk pulang, saat itu waktu menunjukan pukul 23.00 malam. Lalu Lusi diantar oleh supir pribadinya. Yang sengaja ia telepon untuk menjemputnya.
.
.
.
__ADS_1
Sesampainya dirumah.
Lusi pun langsung menemui baby Fabio yang tampak tertidur diatas ranjang. Terlihat pengasuhnya yang tidur disebelahnya. Lusi tampak tak berani membangunkan. Lusi pun langsung ke kamar mandi untuk cuci muka. Dan setelah itu ia pun mengganti pakaian dan ia pun lalu keluar kamar lagi untuk menengok baby Fabio.
Belum sampai kamar Fabio, tiba-tiba listrik padam dan entah apa yang menjadi penyebabnya. Lusi pun tampak mencari senter.
Dan tiba-tiba lagi lampu itu kembali nyala dengan sendiri. Saat Lusi menengok ada sesosok pria yang ternyata dia adalah Gery. Lusi pun tampak sangat kaget dengan kemunculan Gery seperti hantu secara tiba-tiba itu.
"Ka-kamu kenapa disini" ucap Lusi sambil membulatkan mata.
"Kenapa kamu!!! Kaget, lihat aku disini. Kaget lah kaget dong, masa nggak. Hahaha.. Asal kamu tahu saja, semenjak pembantu penghianat itu aku bayar. Dia sudah memberikan semua kunci rumah. Dan cuma satu yang aku belum miliki, kunci cinta kamu. Dan kunci kematian Rian" ucap Gery.
Lusi pun tampak kesal atas apa yang diucapkan oleh Gery. "Gila kamu"
"Mundur dan pergi menjauh. Atau aku akan teriak!!!!"
"Teriak saja, semua orang disini udah aku kasih obat tidur sampai besok pagi. Hah... Lusi menyerah saja, aku tidak peduli kamu mau hamil atau tidak. Mau janda atau bukan. Aku tetap ingin kan wanita yang ternyata milik orang lain meskipun itu bekas Rian"
"Wanita diluar banyak jangan aku. Cari yang lebih baik daripada aku.. pergi!!"
"Aku tak mau pergi. Aku tahu, Yang lebih cantik banyak, tapi saya yakin kamu lah yang paling mahal dan seksi" ucap Gery tersenyum melihat ke arah Lusi.
"Menjijikkan"
__ADS_1
Lalu dengan cepat Gery pun memeluk Lusi ketika itu juga dengan sangat kuat. Sambil mencium nya. Dan tampaknya Lusi tidak menyerah dalam mempertahankan kehormatan dirinya. Lusi pun berusaha melepaskan diri dengan cara memukul dan menendang pada bagian pangkal paha Gery. Dan Gery pun kesakitan. saat Gery tampak kesakitan, Lusi pun berusaha untuk pergi.
Namun hal naas terjadi, saat Lusi hendak berlari. Dengan cepat Gery menarik Lusi. Gery menarik Lusi pada bagian kaki dan pada akhirnya Lusi terjatuh dan terguling ditangga. Lusi pun terjatuh kebawah dan tampak tak sadarkan diri.
Gery pun langsung panik ketika itu. Melihat Lusi yang jatuh dan pingsan.
Gery pun menghampiri Lusi saat itu.
"Aku mohon kamu bangun" ucap Gery. Lusi pun masih tetap diam tak menjawab. Gery pun tampak panik ketika itu sebenarnya. Namun Gery masih saja, mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Memberi napas buatan pada Lusi dengan cara yang tak biasa. Memberikan napas buatan sambil menikmati bibir indah. Ia pun menciumi bibir Lusi dengan memainkan lidahnya kesana kemari. Lusi masih belum sadar saat itu. Gery tampak menjelajah habis-habisan langit-langit didalam mulut milik Lusi, hingga tanpa sadar ia berniat ingin memasukan laras panjangnya yang ternyata sudah berdiri itu. Gery tanpa ragu ingin sekali memasukan benda pusaka itu kedalam milik Lusi yang ia tutupi dengan daster itu.
"Saat nya aku merasakan apa yang Rian rasakan" ucap Gery tersenyum.
Saat Gery meraba-raba pada bagian belahan paha itu. Gery pun tampak kaget karena ada darah di milik area bawah itu.
"Ya ampun apa yang terjadi dengannya" Gery pun panik.
Gery pun mengurungkan niatnya saat itu. Kali ini bukan nafsu lagi yang menghantui. Tapi benar benar perasaan bersalah pada wanita yang adalah istri dari sahabatnya itu.
Lalu dengan cepat Gery membawa kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Lusi pun ditangani oleh dokter dan di bawa ke ruang IGD.
__ADS_1
Setelah Gery mengisi administrasi, Gery pun pergi dari rumah sakit itu. Dia sangat merasa bersalah saat itu. Dan pergi untuk menenangkan dirinya.