
Lusi pun akhirnya hanya bisa terdiam tak bergeming setelah itu, ia masih syok dengan semua yang menimpanya.
Lusi merasa tidak bisa berbuat apa-apa setelah itu. Karena Demian memiliki banyak kekuatan dan mampu melawan Lusi bila Lusi melawan. Bahkan kepergian Demian dari rumah Lusi meninggalkan kekacauan dengan menghancurkan pekarangan rumah yang dilakukan oleh bodyguard Demian Lusi hanya bisa menggelengkan kepala saat itu, tak bisa berbuat apapun. Semua pot dan bunga kesayangan Lusi dan ibu saat itu hancur berantakan. Demian terlihat marah dan kesal karena diri Lusi yang tak mampu membayar hutang.
Hingga sampai setelah kejadian itu, ancaman itu pun bukan hanya Lusi yang mendapatkan. Yakni sang Ayah pun sama. Ayah di datangi oleh tiga orang berbadan besar yang menggebrak meja sambil menarik baju ayah hingga sobek. Dan mengatakan bahwa Lusi harus segera melunasi hutangnya dan kedatangannya pun tidak begitu saja mereka pun mengacak-acak toko material Ayah hingga berantakan. Disaat ayah mencoba melawan dan melarang untuk tidak mengacaukan tokonya yang di buat berantakan oleh tapi ayah malah diancam akan dihabisi. Ayah pun tampak bisa terima saja saat diri ayah tak berani bila harus melawan pria berbadan besar.
Saat Ayah pulang dari toko Ayah menceritakan semua apa yang ia alami. Lusi pun hanya terdiam membisu tak bisa berkata-kata.
Kenapa orang kaya itu tega sekali.
Batin Lusi hanya mampu mengatakan hal itu didalam hatinya.
.
.
.
.
Sementara itu....
Semenjak Gery tahu bahwa Lusi kini tinggal diBandung Gery memilih untuk membeli sebuah apartemen yang sebelumnya ia hanya sewa. Gery merasa dirinya merasa nyaman satu kota dengan Lusi, walau dia sampai saat ini belum menemui Lusi lagi. Tapi Gery ingin berada dekat dengan Lusi, di kota yang sama dan tak berada jauh dari dirinya. Kali ini bukan hanya cinta yang mengikat diri Gery pada Lusi namun kehamilan Lusi yang mengikat batin Gery untuk tetap berada didekat nya.
Bicara soal cinta bicara hubungan pernikahan, Gery hanya ingin semua berjalan sesuai keinginannya,
yaitu bercerai.
__ADS_1
Gery pun tetap melayangkan gugatan cerai pada Liana, Gery tetap menceraikan Liana walau pada saat itu Liana mengancam bunuh diri. Namun Gery tetap melakukan hal itu.
Gery pun mendatangi Liana secara baik-baik, mengatakan apa yang Gery inginkan.
"Aku mau tetap bercerai pada mu, aku sudah layangkan gugatan cerai" ucap Gery tegas.
"Kenapa kamu tega"
"Iya, memang aku tega!! aku tidak sanggup membohongi diriku sendiri demi perasaan mu yang sama sekali aku tidak cintai. Aku tidak bisa mengorbankan semuanya, aku tidak bisa seperti ini memaksakan hubungan yang tak baik kamu selingkuh aku tak mencintai mu apalagi yang ku harapkan dari semua ini" kata Gery.
"Kamu tidak mencintai anak mu"
"Kamu sendiri pun tidak mencintai anak mu juga, kamu mengajak nya bunuh diri" kata Gery kesal.
"Kalau begitu biar aku dan anak mu mati sekarang"
"Kalau begitu jangan ceraikan aku" kata Liana melihat ke arah Gery tajam.
"Tidak akan bisa, saat ini aku sudah layangkan gugatan itu dan kamu tidak bisa mencabutnya. Asal kamu tahu, atas kelakuan kamu yang seperti ini. saat disidang perceraian nanti, kamu tidak akan mendapatkan hak asuh apapun karena kamu rela membunuh anakmu dengan bunuh diri hanya karena kamu tidak ingin cerai. Dan kalau kita tidak bercerai jangan harap Revan selingkuhan mu, bisa hidup bahagia karena aku akan buatnya menderita" ancam Gery.
"Sialan rupanya kamu berani mengancam" kata Liana.
"Sekarang lakukan perbuatan nekat apapun yang kamu ingin lakukan, terserah! tapi jangan harap kamu mendapatkan semuanya"
"Beraninya kau!!!" Ucap Liana.
"Jelas aku berani ini hidup ku Liana aku berhak menentukan hidupku sendiri semoga kamu paham" kata Gery tegas.
__ADS_1
Gery pun lantas pergi tidak mengurusi Liana lagi, saat itu.
Gery merasa hubungan nya memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Saat ini pun putrinya yang bernama Alena masih diasuh oleh Gery. Dan dengan penjagaan yang ketat pula, sehingga Liana tidak dapat menyentuh sedikit pun putrinya saat ini.
Gery merasa jika apa yang dilakukan Liana dapat membahayakan putrinya dan itu juga merupakan hal yang tidak bisa di tolerir pada dirinya. Dan yang terakhir sebagai istri harusnya Liana mampu melindungi anaknya, bukan justru menginginkan mati bersama. Sekalipun mengatas namakan cinta tapi tetap apa yang dilakukan Liana salah.
Dan proses perceraian pun tetap berlanjut.
Selama ini Gery sudah melakukan yang terbaik untuk Liana, dan pergi dari kehidupan Lusi demi bisa hidup bersama keluarga kecilnya. Namun tampaknya Liana tidak mengerti cara arti menghargai dan pada akhirnya Gery memilih untuk pergi dari kehidupan Liana.
Mungkin Gery pun juga salah karena masih menaruh cinta pada wanit lain, tapi biarlah semua keputusannya memang sudah bulat yakni bercerai.
Setelah itu...
Gery yang pada dasar mencintai Lusi dari awal hingga sekarang masih terus terbayang dirinya didalam hati dan di kepala.
Gery pun berniat untuk kerumah Lusi.
Gery pun sebelum datang ke tempat dimana Lusi tinggal Gery membelikan beberapa kotak susu hamil untuk Lusi dan makanan kecil lainnya.
Ya Gery hanya tak ingin Lusi sakit lagi karena Lusi yang saat ini berstatus single ia melupakan kesehatan dirinya sendiri.
Selain membeli berbagai keperluan untuk Lusi, i Gery pun membelikan mainan untuk anaknya Lusi. Yaitu Fabio...
Gery pun melesatkan mobilnya menuju rumah Lusi yang memang ia tuju. Dengan perasaan yang berbunga Gery pun mendatangi rumah Lusi.
__ADS_1