
Lusi tak pernah menyangka jika pertemuan dirinya dengan Gery dapat menggetarkan hati berikut dengan jiwa dan raganya.
Sebenernya dalam hati Lusi seharusnya tak tampak Sudi untuk bertemu kembali dengan ayah dari anaknya itu. Tapi hati tak bisa mampu ia bohongi disaat semuanya terasa nyata didalam hati.
Keesokan harinya adalah hari dimana Yasmin seharusnya sudah diperbolehkan untuk pulang, namun kondisi Yasmin dokter bilang masih belum stabil dan harus masih dirawat dulu.
Hari ini yang seharusnya ada acara yang dibuat oleh Hilman mungkin harus batal apalagi ini adalah acara pertunangan yang seharusnya sakral dan jangan dibuat dadakan.
Lusi pun heran kenapa hidupnya semua serba dadakan, bisakah sesuatu yang datang itu saat diri Lusi benar-benar siap menerima.
Dan sebenernya ibu menyuruh Lusi untuk menikah dengan Hilman adalah bentuk hukuman yang ibu berikan. Karena ibu masih mengira jika Lusi sudah tidur dengan pria itu, padahal itu hanya sebuah akal-akalan saja.
Lusi pun pada akhirnya memang harus tetap menemani bayi Yasmin saat itu.
Lalu tak lama Hilman datang dengan wajah marahnya yang masih melihat Lusi di rumah sakit, padahal dirinya seharusnya sudah ada dirumah untuk acara pertunangan yang seharusnya ia lakukan.
"Kenapa kamu masih disini" kata Hilman yang datang tiba-tiba ke ruang rawat Yasmin.
"Saya ada disini untuk menemani anak saya pak" jelas Lusi.
"Saya sudah persiapkan acara pertunangan untuk kita seharusnya kamu ada dirumah" jelasnya lagi.
"Mana mungkin saya ada disana jika anak saya saja sakit, saya tidak bisa" jelas Lusi.
"Berikan saya waktu untuk diri saya sendiri, untuk menerima kenyataan saya sendiri. Saya belum siap dengan semua ini" kata Lusi lagi.
"Baiklah jika itu mau mu, itu terserah pada mu. Tapi yang pasti ibu mu sudah setuju dengan hubungan kita" kata Hilman.
Lalu tak lama ibu pun datang melihat Hilman yang membawa cincin didalam kotak ditangannya, dan terlihat Hilman yang memegangi itu di tangannya.
Tiba-tiba ibu memberikan sebuah ucapan yang mengejutkan.
"Pakaikan cincin itu pada Lusi" jelas sang ibu.
Lusi yang melihat ibunya datang dengan memberikan kata itu sontak kaget dan langsung berdiri.
"Ibu" kata Lusi yang merasa kaget dengan penuturan ibunya.
"Pakaikan cincin itu dijarinya" jelas sang ibu lagi.
"Tapi Bu Lusi tidak suka dengan pria ini Lusi tidak cinta, Lusi tidak mau kalau menikah dengannya" Tolak Lusi saat itu.
"Lusi kamu sudah tidur dengannya, sadar kah kamu!" Ucap ibu yang kembali membahas hal itu.
__ADS_1
"Siapa yang tidur Bu, siapa?"
"Lusi.... Kamu harus terima, bukannya kemarin kamu bilang kamu terima. Kamu sudah mencoreng nama baik kamu sendiri dengan perlakuan kamu menurut ibu sudah tidak ada lagi pilihan lain selain menikah dengannya" kata ibu dengan penuh penekanan.
Lusi pun memejamkan matanya dan lalu menghela napas beratnya berusaha terima sesuatu yang bukan keinginannya.
"Berikan tanganmu padaku, berikan" kata Hilman mendekati Lusi yang terlihat frustasi.
Lusi pun akhirnya terima sebuah cincin yang di sematkan jari Lusi pada saat itu.
Dan dengan terpaksa Lusi pun juga memakaikan cincin dijari tangan Hilman saat itu.
Lusi terpaksa memekaikan sebuah cincin dijari Hilman yang sebenarnya bukan kemauan dari Lusi.
Tapi
Lusi hanya mengikuti keinginan ibu nya untuk menjadi tunangan Hilman dan menjalani hubungan dengan Hilman.
Saat itu..
Ibunya merasa perlu dilakukan untuk nama baik Lusi yang sudah dianggap melakukan zina dengan Hilman. Dan Hilman tak boleh lepas begitu saja dan begitu pula dengan Lusi yang tak boleh menolak Hilman.
"Lusi dengar ... Sekarang bukan siapa pria yang sudah tidur dengan mu, bukan siapa juga orang yang kamu cintai saat ini. Tapi siapa orang yang mau bertanggung jawab untuk dirimu. Ibu hanya tak mau hidup mu menderita, paling tidak dengan kamu menikah dengannya hidup mu lebih terjamin, kamu tidak perlu kerja lagi. Ibu tidak mau kamu menderita terus, hidup mu harus ada yang mau bertanggung jawab Lusi" jelas.
Seketika Lusi pun teringat akan hidupnya yang sudah banyak merepotkan ibunya dan ditanggung semua oleh ibunya.
Lusi tersadar... Lusi merasa apa yang dikatakan ibunya memang perlu. Lusi perlu ada yang pria yang bertanggung jawab untuk hidupnya yang menyedihkan supaya tidak menderita paling tidak secara materi.
"Baiklah, apa yang ibu katakan benar. Apa yang ibu bilang benar. Lusi terima, terima semua karena selama ini juga Lusi butuh semua yang ibu bilang" jelas Lusi pasrah.
"Sekarang kamu paham kan" kata ibu sekali lagi.
Lusi pun mengangguk.
Lalu Hilman pun malah terlihat tertawa kecil melihat ekspresi dari Lusi yang tak bisa menolak suruhan ibunya.
"Cium lah tangan ku" kata Hilman.
"Untuk apa?"
"Sekarang kamu sudah resmi menjadi Calon istri ku, calon ibu untuk anakku. Dan kamu berhak untuk belajar menghormati ku sbegai calon suami mu" kata Hilman memberikan tangannya.
"Hah?"
__ADS_1
"Cepat lakukan!!!"pinta Hilman.
"Baiklah"
Lusi pun dengan terpaksa mencium tangan dari pria yang akan menjadi calon suaminya wlaupun dirinya tak suka.
"Bagus"
Lalu setelah itu tampak ibu yang melihat ke arah Hilman dan bicara padanya.
"Dan satu lagi hal yang harus kamu pahami, jangan pernah kamu tiduri lagi anakku sebelum dia benar sah jadi istrimu. Jangan pernah kamu kasari dan jangan pernah kamu mempermainkan dirinya. Karena kalau sampai itu terjadi jangan harap dia akan menjadi istrimu" jelas sang ibu berpesan.
"Tentu tidak, saya akan mencintainya"
Lalu setelah itu Lusi pun menerima semua. Ya semuanya....
Pertunangan yang tak seharusnya dilakukan itu pun terjadi Lusi tampak terima dengan kepasarahan hidup dari seorang janda yang tak berpunya itu.
"Lusi, anggap saja kalau kita saling butuhkan satu sama lain.." jelas Hilman melangkah kan kaki lalu pergi.
Setalah kejadian itu...
Hilman tak perlu khawatir lagi karena Lusi kini perlahan telah menjadi miliknya.
Hilman pun juga tampak membayari semua biaya rumah sakit Yasmin yang totalnya juga lumayan.
Dan Hilman juga tampak memberikan uang kepada Lusi melalui transfer ke rekening miliknya.
Setelah transfer uang tersebut Hilman memberikan sebuah pesan singkat kepada Lusi.
"Cek m banking mu" ucapnya disebuah pesan singkat.
Lusi pun langsung membuka m banking miliknya.
Saat uang masuk kedalam rekening miliknya Seketika Lusi terdiam dan termenung melihat uang yang masuk tidak tanggung-tangung jumlahnya yakni 20 juta rupiah.
Lusi tampak termenung dan mencoba berpikir.
Lusi tak menyangka uang sebanyak itu masuk ke dalam rekeningnya tiba-tiba. Seketika Lusi termenung dengan uang yang masuk ditangannya saat itu.
Hemmm..... Mana ada ya jaman sekarang orang memberikan uang sebanyak ini cuma-cuma dalam sekejap saja. Mana ada orang yang mau memberikan uang secara cuma-cuma begini kalau bukan berlandaskan cinta. Apa yang ibu katakan betul, aku tidak bisa menolak semuanya hidup ku sudah terlalu menderita banyak tanggung yang hidupku.. baiklah.. aku akan belajar mencintai pak Hilman, aku akan belajar menerima semuanya demi dapat memenuhi kebutuhan hidupku. Karena kenyataannya aku tidak mau menyusahkan ibu ku terus sudah saat nya aku terima uang ini walau mungkin aku terkesan matre tapi mungkin ini yang terbaik batin lusi saat itu.
Lusi pun memberikan sebuah pesan singkat dengan emot senyum kepada Hilman mendankan Lusi terima semua.
__ADS_1
Hilman yang mendapat sebuah jawaban senyuman pun semakin merasa diatas awan, semakin terbuka lebar untuk dia mendapatkan Lusi.