
Setelah itu Gery pun kembali kerumahnya, Gery merasa senang karena Gery sudah memberikan sesuatu untuk Lusi yang bisa ia makan. Sebenernya Gery ingin sekali menemui wanita yang selalu didalam hatinya saat ini. Namun ia mengurungkan niat nya karena pasti Lusi merasa tidak akan nyaman bila Gery datang.
Lalu sesampainya dirumah Gery pun kaget, seorang baby sitter yang menjaga Alena yakni putri kecil nya katanya diculik seseorang. Ya memang saat ini bayi kecil berusia 7bulan itu Gery bawa kerumah nya setelah mengetahui dari Liana yang tak setia.
Lalu saat itu juga sebuah panggilan telepon masuk dan saat Gery mengecek ternyata nomer dari Liana. Gery pun langsung mengangkat teleponnya, meskipun Gery tidak menyanyangi Liana tapi Gery sayang dengan putri kecil yang bernama Alena.
"Anak mu saat ini bersama ku, aku ibunya dan aku berhak memilikinya" kata Liana ditelepon.
"Dia tidak pantas ditangan mu, aku ayahnya aku berhak atas Alena" kata Gery tega.
"Kalau begitu temui aku sekarang juga"
"Dimana?" Tanya Gery.
"Tempatnya ada di apartemen mu"
"Katakan kamu dimana?"
"Dilantai paling atas"
Lalu Gery pun langsung cepat berlari menemui Liana dilantai paling atas apartemen itu. Dengan langkah kaki yang tergesa, Gery berjalan dengan langkah kaki yang cepat. Gery tahu Liana adalah wanita yang nekat, Gery lantas tidak ingin hal buruk terjadi menimpa Alena saat ini.
"Tunggu papa sayang, tunggulah" kata Gery dengan langkah kaki yang perlahan namun pasti.
Dan benar saja terlihat Liana yang sedang menggendong putrinya berdiri dipinggir gedung seolah ingin meloncat.
"Apa yang kamu lakukan disitu" teriak Gery kaget
"Aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan. Aku tahu kamu membenci ku aku tidak terima itu Gery, aku tidak terima apalagi kalau kamu sampai menceraikan ku" ucap Liana dengan nada ancaman.
"Perceraian kita itu karena salah mu, sadar lah Liana"
"Aku sadar aku salah, tapi kesalahan ku seperti sebuah hal yang memang kamu ingin kan supaya kamu dapat bercerai dengan ku kan. Aku mungkin bukan orang yang kamu cinta, tapi aku butuh cinta dari mu"
"Berikan Alena pada ku jangan lakukan apapun pada Alena" pinta Gery
"Aku tidak peduli jika pun harus mati bersama putri mu, aku tidak peduli jika kamu kehilangan putri yang kamu sayang" kata Liana.
"Kamu waras dia juga anakmu"
"Aku tidak bisa hidup tanpamu"
"Jadi maumu apa?"
"Aku tidak mau diceraikan oleh mu" tegas Liana.
"Baiklah kita tidak bercerai tapi kamu jangan nekat" ucap Gery pasrah sambil melihat kearah Liana yang sedang menggendong Alena putrinya.
" Aku tidak percaya"
"Iya aku tidak jadi menceraikan mu asal kamu tidak membawa anak kita"
"Aku tidak percaya pada mu. Berjanjilah" kata Liana.
Gery pun menghela napas dengan berat karena merasa mau tidak mau Gery harus menuruti keinginan Liana untuk anak nya.
"Peganglah tangan ku, aku berjanji tidak akan menceraikan mu" ucap Gery yang mengalah.
Lalu Liana memegang tangan Gery, dan akhirnya tidak jadi untuk bunuh diri.
Itu semua memang untuk menjadi senjata Liana agar Gery tidak jadi menceraikan dirinya, karena Liana tidak mau bila bercerai. Meskipun ia selingkuh namun sebenernya Liana masih lah mencintai Gery.
Liana pun perlahan mundur dari tempat ia akan terjun dari lantai atas.
Lalu dengan cepat juga Liana memeluk pria yang menjadi ayah dari anak nya itu.
"Huhuhu aku minta maaf aku tidak mau kehilangan mu sayang" kata Liana memeluk suaminya.
__ADS_1
Gery pun langsung menghela napasnya.
"Baiklah kita turun, ajak Alena kebawah. Disini anginnya kencang aku tidak mau putri kecilku ini kenapa-kenapa" kata Gery yang memang sangat sayang dengan Alena.
Pada akhirnya mau tidak mau karena kejadian itu Gery tidak jadi menceraikan wanita yang menjadi ibu anaknya. Walau setelah kejadian tersebut Gery sudah tidak sudi lagi menyentuh istri yang sudah mengkhianatinya.
.
.
.
.
Sementara itu...
Keesokan harinya Lusi pun pulang dari rumah sakit keadaan nya sudah lebih baik, tapi tidak dengan pikirannya yang pusing karena hutang yang melilit dirinya yang jumlahnya milyaran rupiah. Lusi tidak tahu harus dengan cara apa ia mencari uang tersebut.
Lusi pun menelpon temannya, dan berusaha menghubungi Fany temannya saat kuliah. Lusi pun berhasil meminjam tapi hanya dapat 500 juta saja. Kalau pun bisa membantu tidak secepat itu kalau pun bisa akan dibantu 6 bulan lagi. Itu juga gak semuanya.
Lusi pun akhirnya menerima uang yang hanya 500 juta saja itu. Paling tidak, terkumpul walau hanya sedikit.
Sampai pada hari H. Hari dimana hutang itu akan ditagih lagi oleh pria dingin yang kejam. Uang yang Lusi kantongi hanya 500 juta dan itu pun hanya satu-satunya jalan untuk membayar hutangnya.
Sampai pada waktunya tiba, Lusi hanya bisa menghela napasnya agar Demian mampu dan mau menerima cek sebesar 500 juta itu.
Tepat hari H..
Lusi pun menyuruh ibunya untuk membawa Fabio pergi, agar tidak bertemu Demian.
Ibu pun menuruti keinginan Lusi demi untuk putra nya tidak dijadikan senjata oleh Demian.
Sampai ketukan pintu datang tepat pukul 12.00 siang, Lusi pun langsung menelan salivanya dalam-dalam berusaha tetap tenang.
Lusi pun membuka pintu untuk melihat siapa yang datang dan benar saja penagih hutang itu datang lagi. Kali ini dengan membawa bodyguard sebanyak 10 orang. Lusi pun hanya menarik napasnya perlahan tapi pasti mengkondisikan dirinya agar tenang.
Sorot mata Demian terlihat tajam memandang Lusi saat itu.
"Sudah waktunya" kata Demian diambang pintu. "Boleh saya duduk didalam rumah mu yang harganya tidak seberapa ini" kata Demian lagi.
Lusi pun hanya diam membisu.
Demian pun masuk kedalam rumah nya tanpa Lusi bicara iya.
"Mana uangnya?" Kata Demian.
Lusi pun memberikan cek senilai 500 juta yang diberikan oleh Fany.
"Aku hanya memiliki ini, aku harap kamu mau menerimanya" kata Lusi.
Demian pun membulatkan matanya saat yang ia terima hanya 500 juta saja.
"Mana janji mu, wanita sialan. Mana!!!!!!" Kata Demian menatap Lusi kesal.
"Beri aku waktu lagi" pinta Lusi.
Lalu dengan cepat Demian mencengkram wajah Lusi dengan kasar.
"Waktu? Sudah terlalu banyak waktu yang kamu pinta. Sudah terlalu banyak. Malam ini aku akan tetap menghabisi Ayah mu sebagai pelajaran untuk dirimu yang tak mampu membayar hutangmu"
Lusi pun kaget saat mendengar ayahnya yang akan dihabisi.
"Aku mohon jangan, jangan habisi ayahku" kata Lusi.
"Kalau begitu bayarlah hutang mu" tegas Demian.
"Beri saya waktu"
__ADS_1
"Baiklah, satu minggu lagi. Satu lagi. Aku mau jumlah uang yakni 24 milyar. Tidak dicicil seperti ini. Ingat!!!!"
Demian pun berdiri sambil menatap Lusi tajam.
"Semua akan mendapat imbas dari dirimu yang tak membayar hutang. Aku akan menghabisi juga seluruh keluarga mu kalau kamu tidak tepat lagi!!!!!!" Ancam Demian.
Lusi pun mengangguk mengisyaratkan bahwa dirinya paham.
"Tapi sebelum aku pergi, aku ingin meminta bonus dari mu" kata Demian mendekati wajah Lusi.
"Apa katamu" kata Lusi yang tak paham.
"Seharusnya kamu paham"
Lusi pun tampak mengerinyitkan matanya.
Lalu dengan cepat Demian mendekati wajah Lusi dengan sangat dekat. Sesungguhnya Demian ingin merasakan lagi ciuman itu, ciuman yang dirasa sangatlah murahan bagi dirinya tapi sungguh candu untuknya.
"Aku menginginkan sesuatu yang lebih?" Ucap Demian.
"Tinggalkan aku" pinta Lusi.
Lusi pun tertunduk tidak bergeming tidak menanggapi keinginan Demian yang Lusi sendiri tidak tahu maksudnya apa.
"Sebelum aku pergi, tinggalkan ciuman mu untukku lagi"
Lusi pun terdiam.
"Kalian semua boleh keluar" kata Demian menyuruh body guard nya pergi, posisi Demian masih menatap Lusi seperti mencengkramnya.
Lalu dengan cepat Demian menarik wajah Lusi dan dengan cepat Demian berusaha untuk mencium Lusi lagi. Namun Lusi tidak terima atas perlakuan Demian pada dirinya yang tak seharusnya dilakukan.
Tangan Demian terus memegang wajah Lusi kasar, namun berulang kali Lusi menarik tangan Demian dan mendorong tangan Demian. Lusi berusaha keras agar Demian tidak mencium dirinya lagi.
Lalu dengan cepat Lusi pun menampar Demian.
"Berikan aku ciuman lagi!!!!"
Plaaakkk..
"Tidak sepantasnya kamu lakukan ini padaku. Diriku dan dirimu hanya terlibat hutang bukan yang lain. Jangan jadikan aku boneka dan mainan mu hanya karena aku berhutang padamu. Jangan kamu mengambil kekuasaan atas diriku hanya karena kamu merasa memiliki banyak uang dan berani bertindak seenaknya" kata Lusi dengan tatapan tajam.
"Berani kamu melawan ku"
"Jelas aku berani padamu!!!!"
"Kehormatan mu sudah diujung tanduk"
"Aku masih punya harga diri"
"Kalau gitu segera lunasi hutangmu. Sebelum aku bertindak diluar dugaan mu"
"Pasti akan aku lunasi"
"Jangan cuma bicara segara lakukan"
"Akan aku lakukan, aku pun tidak akan pernah kabur dari mu sebelum hutang ku lunas"
"Siapa yang mau membeli dirimu wanita hamil!!!! Dirimu tidak akan laku dijual"
"Berani sekali kamu mengatakan itu"
"Buktikan jika kamu membayar hutang mu tanpa menjual dirimu sendiri"
"Tidak akan!!!!"
Lalu Demian pun pergi....
__ADS_1