Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Rian melamar kerja


__ADS_3

Atas kedatangan Ayahnya yang secara tiba-tiba mengajak ikut itu sebenernya tidak salah bahwa hidup itu pilihan, tapi sebawah apapun posisi Rian saat ini. Lusi tidak mau lari apalagi pergi dari kehidupan Rian.


Lusi pun lebih memilih Rian.


Ayahnya yang memang apa-apa selalu di ukur dengan uang membuat ayahnya berfikir Lusi akan menderita hidup bersama Rian. Tapi percayalah Lusi akan selalu berusaha siap. Menerima semua kenyataan dan pahitnya dalam menghadapi ujian dan cobaan bahwa Lusi yakin setiap apa yang dijalani akan ada hikmah dan kebahagiaan suatu saat nanti.


"Ya maafkan Lusi, Rian juga lebih memilih untuk tinggal disini jadi ayah gak usah repot-repot"

__ADS_1


"Ya udah terserah kamu lah" kata-kata itulah yang Ayahnya ucapkan.


Lalu setelah itu, Ayahnya yang memang dari awal ingin bertemu dengan Fabio itu pun langsung mengajak Fabio main bersama. Lalu selesai bermain ayah pun pamit untuk pulang ke rumahnya. Rian tampak kali ini tak bisa mengantar karena mobilnya sudah dijual semua.


Lalu setelah Ayah pulang Lusi pun melihat Rian yang bersiap diri sedang membuat surat lamaran pekerjaan. Ya Lusi yang dulunya selalu melihat Rian tampil gagah dengan jas dan pakaian rapinya seperti bos besar pada umumnya. Kini terlihat miris dengan seragam kemeja tangan pendek dan celana panjang hitam yang ingin melamar pekerjaan. Seketika Lusi pun tampak memeluk sang suami yang begitu kasihan. Wajahnya yang selalu terlihat ceria itu kini tampak muram karena nasibnya yang berubah.


"Sabar" ucapan itulah yang Lusi sampai kan pada sang suami sambil memeluk erat tubuhnya.

__ADS_1


Lalu Rian pun berangkat hanya bermodalkan uang 20 ribu saja, mana cukup untuk segala sesuatu yang dirasa mahal. Lalu Rian pun menaiki angkotan umum untuk mencari pekerjaan. Kalau ditanya kuliah, Rian lulusan S1 teknik. Sementara Lusi S1 ekonomi. Rian pun tampak mencari lowongan kerja dari info teman kuliah dan ia pun mendapat info lowongan kerja dan akhirnya menemukan yang pas yaitu di PT. Mamata utama.


Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan mobil besar.


Rian pun akhirnya melamar dan menaruh surat lamaran disana. Siapa sangka saat itu juga Rian langsung diinterview dan langsung tes.


Tapi satu hal yang Rian tak ketahui adalah, Gery. Gery ternyata memiliki modal diperusahaan itu tanpa Rian ketahui. Sebagai anak yang pintar menaruh modal berbagai perusahaan membuat Gery memiliki banyak jabatan lain diberbagai perusahaan.

__ADS_1


Rian pun tampak menunggu hasil dari wawancara kerja dan tepat psikotes itu yang baru saja ia lakukan bersama beberapa yang mendaftar. Gaji nya sebenarnya sudah UMR. Tapi bagi Rian itu kecil karena Rian yang terbiasa memegang uang banyak tanpa limit itu hidup selalu dalam kemewahan. Seperti nya akan sulit menerima kepedihan hidup ini.


Saat Rian menunggu hasil tiba-tiba benar saja Rian tak sengaja bertemu Gery ditempat itu. Gery dengan tampilan gagahnya memakai jas, berpakaian rapi dan begitu terlihat sangat dihormati dikantor itu. Rian pun tampak membulatkan matanya saat melihat diri Gery. Perasaan Rian pun tampak terasa campur aduk disitu. Dulu Rian yang selalu terlihat keren dan gagah, kini terlihat biasa dan tak terpandang lagi. Ya Rian sudah tak seperti dulu. Dan merasakan minder begitu bertemu dengan Gery dihadapan nya kini.


__ADS_2