Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Jatuh


__ADS_3

Kedatangan Liana seperti sebuah bom yang akan meledak-ledak, Lusi tidak menyangka bila Liana akan datang disaat waktu yang salah.


Apakah Liana tahu semua tentang yang Lusi lakukan. Entah lah, namun Liana saat itu tak mampu ikhlas membiarkan sang suami tidur dengan wanita lain sekalipun wanita itu telah dinikahi dan sekalipun Liana pernah mendua dengan pria lain tetap saja Liana takan ikhlas dengan semuanya.


Terlebih lagi apa yang Liana lihat, seperti sebuah gambaran yang membuatnya sangat kesal.


Melihat Lusi dengan rambutbyang basah dan Gery tampak didalam kamar bersama Lusi. Seperti sesuatu yang tak bisa dipungkiri dan ditutupi itu sebuah hal yang menandakan bahwa Lusi dan Gery baru saja bermain cinta dan itu membuat Liana kesal juga sampai kebun-ubun dan tak bisa dihindari sekalipun Lusi meminta maaf atau menangis darah. Sungguh tak bisa ia maafkan.


"Wanita laknat, sialan!!! Perebut suami orang mati aja lu!!! Mati!!!!" Kata Liana yang kasar.


"Liana kamu dan Lusi sama jangan bicara kasar padanya, aku harus adil pada Lusi atau pun kamu. Kamu harus sadar diri" kata Gery yang kesal dengan perlakuan Liana saat itu.


"Aku tidak sudi kamu mendua, aku tidak sudi" jelas Liana.


"Liana!!!!!!! Kamu tahu kamu sudah menerima waktu itu, kamu lupa"


"Lupakan kata-kata yang pernah aku utarakan. Nyatanya sebusuk apapun aku, aku tidak terima kamu menikah lagi!!!!!!!!! Sakit hati aku" ucap Liana dengan sorot mata tajam.


"Sudah ku katakan jangan datangi aku, pergilah" kata Lusi.


"Hah, sok alim. Rambut basah, penuh kecupan dileher manusia munafik"kata Liana. Lalu dengan cepat Lusi menarik Lusi dengan kasar yang pada saat itu berada di ambang pintu kamarnya.


Liana pun menarik Lusi bukan bajunya atau tangannya melainkan rambut Lusi yang ia tarik untuk Liana beri pelajaran yang dianggap nya sudah mengambil apa yang menjadi haknya.


"Sini lu mati aja!!!" Ucap Liana teramat kesal.


"Liana" kata Lusi yang merasakan sakit pada bagian kepalanya saat Liana menarik rambutnya.


Gery pun lantas tak suka dengan apa yang dilakukan Liana, dan itu sangatlah kasar. Terlebih lagi Lusi sedang hamil Gery pun tampak memandang marah kepada Liana dan menghentikan apa yang dilakukan oleh Liana.


"Cukup Liana cukup!!!!" Kata Gery yang memegang tangan Liana saat itu. "Hentikan!!!!!"


Tangan Liana pun dipegang erat oleh Gery.


Lusi pun tampak menjauh dari Liana.

__ADS_1


Namun...


Bukannya berhenti tapi tangan Gery pun saat itu malah digigit kuat oleh Liana sehingga apa yang dilakukan Liana membuat Gery melepaskan tangan Liana.


Gery pun tak terasa melepas tangan Liana saat itu.


"Jangan pergi, berngsk" kata Liana yang marah.


Lusi pun berusaha pergi saat itu ingin juga menghindari keributan yang ada apalagi Lusi sedang hamil Lusi tak ingin ada masalah dengan dirinya atau bayinya, Lusi juga membuat semakin dirinya dan Liana bertengkar hebat Lusi mengindari bukan karena takut tapi Lusi hanya tak ingin ada keributan dirinya dan Liana.


Tapi...


Lusi yang saat itu bersiap ingin menuruni anak tangga tiba-tiba Liana berusaha mendorong Lusi, namun sayang Lusi menghindar karena Lusi punya tahu akan ada Liana yang mendorong dirinya.


Dengan cepat Lusi menghindar...


Tapi apa yang terjadi ....


Bukan Lusi yang jatuh karena Liana yang mau mendorong tapi justru Liana yang jatuh dari lantai atas lalu kebawah, Liana pun jatuh terguling kebawah hingga hal yang tak terduga itu terjadi.


Lusi yang hanya berusaha menghindar dari Liana pun matanya membulat tajam tak menyangka bila Liana akan jatuh dari tangga karena Lusi yang hanya berusaha menghindar.


"Liana...." Ucap Lusi lagi yang tak percaya dengan semuanya.


Lalu dengan cepat Lusi pun menghampiri Liana yang sudah terguling dan ada dibawah.


Kepalanya terbentur dan berdarah matanya terpejam Lusi tidak menyangka Liana mengalami hal ini.


Lusi pun memegang pipi Liana untuk segera menyadarkan Liana yang tak sadarkan diri itu.


"Liana aku mohon kamu bangun" kata Lusi terlihat sangat kahwatir.


Lalu Gery pun juga berlari saat itu menghampiri Liana yang saat itu tidak sadarkan diri dengan luka parah di kepala yang sudah berada lantai bawah.


"Gery, Liana terluka kita harus menolongnya bawa dia kerumah sakit" kata Lusi panik melihat Liana yang terluka parah bagian kepalanya. "Ya Allah aku mohon lindungi Liana jangan sampai dia kenapa-napa"

__ADS_1


Lusi sama sekali tak menyangka hal ini akan menimpa Liana sungguh apa yang terjadi dengan Liana itu adalah diluar dugaan Lusi.


Saat kejadian itu terjadi.


Seketika ada Marisa yang terbangun dari tidurnya dan kaget juga melihat Liana yang saat itu kepalanya berdarah.


"Ada apa?" Tanya Marisa.


"Liana kenapa ?" Kata Marisa kaget melihat Liana tergelak jatuh dan berada dibawah.


"Apa yang terjadi?" Tanya Marisa yang ikut terbawa panik melihat Liana.


"Cepat bawa dia ke rumah sakit Gery" kata Lusi.


Lalu Gery pun menggendong Liana.


"Aku ikut Gery" kata Lusi yang ingin ikut menemani Liana saat itu.


"Jangan kamu tunggu sini saja, kasihan Fabio kalau tidak ada kamu" perintah Gery.


"Tapi Gery, aku tidak bisa kalau tidak ikut" kata Lusi yang masih ingin kekeuh ikut dengan Gery.


"Diam disini, Marisa jangan biarkan Lusi ikut malam ini. Jaga Lusi selama aku pergi" kata Gery pada adiknya yaitu Marisa.


Marisa pun masih tampak bingung dengan apa yang sebenernya terjadi.


Lalu saat itu Gery pun melesatkan mobilnya dengan cepat, sementara itu Lusi digandrungi dengan rasa bersalah dalam hati tak menyangka bila Liana jatuh dari tangga.


Ya Allah harusnya aku tidak mengindar. Karena aku menghindar Liana jadi celaka, ya Allah. Liana kasihan sekali, batin Lusi saat itu.


"Kenapa Lusi apa yang terjadi dengan Liana" tanya marisa yang saat itu melihat Lusi yang terlihat pucat dan shock.


"Aku tidak tahu, dia baru saja jatuh dari tangga. Aku tidak tahu kejadiannya begitu cepat, ya Allah" ucap Lusi yang terlihat shock dan langsung memegang tangan Marisa.


Bagaimana keadaan Liana selanjutnya?

__ADS_1


__ADS_2