
Setelah penuturan Marisa yang mengagetkan. Marisa tampak terdiam dan merenungi. Ia tidak menyangka pula kata-kata itu yang keluar dari mulutnya. Namun Marisa tidak menyesali juga apa yang telah di ucapkan. Kenyataannya memang itulah yang ia rasakan. Kalau soal papa dan mama.. Mereka belum tahu soal Marisa yang minta di nikahi Rian. Biar nanti saja waktu yang tepat Marisa akan cerita semua.
Keesokan harinya tampak Rian yang datang lagi. Dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja biru. Dia tampil gagah seperti boss pada umumnya. Namun ada satu hal yang paling dirasa dan tak bisa mungkin di pungkiri.
Yaitu..
Tampan..
Untuk ukuran wajah, Rian memang lah tipe Marisa. Marisa tidak peduli soal Rian punya berapa banyak istri. Dua atau tiga itu semua tidak masalah. Paling penting Marisa dapat memiliki Rian. Mungkin tidak secara utuh untuk saat ini. Marisa yakin suatu saat nanti Marisa dapat memiliki Rian secara utuh. Dan dapat memiliki Rian lebih dari istri sah saat ini. Dan itu pastilah suatu saat terjadi, Ambisi marisa.
Rian tampak tersenyum saat ia datang. Marisa pun hannya memandang nya. Marisa pun melihat Rian yang membawa bubur ayam di sebuah kotak strefom.
Lalu Rian pun mengambil sendok dan berusaha untuk menyuapi Marisa. Marisa pun masih tampak menutup mulutnya rapat tanpa membuka nya sedikit pun.
"Marisa, ayolah makan. Gue gak mau lu mati muda" bujuk Rian yang memang pada dasarnya Rian tak pandai merayu wanita.
Marisa pun tampak masih terdiam. Dan konsisten dengan mulutnya yang masih rapat.
"Please mar. Disini banyak orang yang sayang sama lu" ucap Rian lagi
"Termasuk lo" ucap Marisa.
__ADS_1
Rian pun sejenak terdiam dan memandang Marisa. Rian pun langsung mengangguk menyatakan bahwa dirinya pun juga sayang Marisa. Ya untuk kali ini Rian memang harus banyak mengalah dalam keadaan seperti ini. Terutama perasaanya. Karena Marisa memang stres sepertinya. Jadi yang waras ngalah aja.
"Makan ya" Rian pun kembali berusaha lagu untuk menyuapi Marisa.
Pada akhirnya Marisa pun membuka mulutnya.
Rian pun tersenyum. "Nah gitu dong. Makan.."
Marisa pun tersenyum.
"Gue yakin lu makan sehari tiga kali pun gak akan gendut Mar. Jadi gue mau lu makan yang banyak ya" ucap Rian.
"Gue akan makan. Tapi ada syaratnya"
"Harus lu yang bawain gue makanan"
Rian pun tampak mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka bila Marisa memberikan syarat yang membuat Rian sedikit kerepotan nanti nya. Dan pasti akan repot benak Rian.
"Marisa gue akan menyuruh kurir untuk setiap saat memberikan makanan yang lu mau" ucap Rian.
"Kurir. Bukan kurir yang gue mau Rian. Tapi lo?? Dari tangan lo"
__ADS_1
"Ini akan repot Marisa"
"Gue gak peduli seberapa repotnya elu. Bukan nya lu bilang sendiri, lu akan melakukan apapun buat gue"
"Tapi Mar?"
"Yaah itupun kalau lu bersedia. Dan kalau lu gak mau. Lu siap-siap aja akan ada berita, seorang mayat perempuan yang mati karena kelaparan"
Rian pun terdiam. Dan menarik napas nya dalamnya dengan perlahan dan menghembuskannya. Ia tidak pernah menyangka bahwa Marisa akan lebih merepotkan daripada istrinya.
"Baiklah. Gue akan datang buat lo" ucap Rian.
Marisa pun tersenyum.
"Baiklah sekarang Lo makan" ucap Rian Kembali menyuapi Marisa lagi.
Marisa pun akhirnya makan. Ya dari tangan Rian. Tangan Rian tangan Rian lah yang membuat Marisa merasa hidup kembali.
**********
Guys.. kemrin sibuk kerjaan. Jadi rada males update. Heheheh..
__ADS_1
Makasih banyak yang sudah baca. Terimakasih banyak yang sudah mendukung karya ku hingga saat ini.☺️