Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku ingin segera menikahi mu


__ADS_3

Seketika hati Lusi pun perih melihat pria yang bernama Demian yang berlaku kejam padanya, mungkin andai saja saat itu Demian masih baik pada Lusi. Andai saja memperlakukan Lusi dengan baik, mungkin Lusi masih mau menerima Demian dan Demian masih ada harapan untuk saat ini. Namun perlakuan Demian yang sangat buruk sangat keterlaluan membuat Lusi lah yang tak mampu lagi menerima semua hal yang Demian berikan.


Sekalipun itu kata maaf terucap akan berat bagi Lusi karena Demian dengan teganya meniduri Lusi hanya karena Lusi seorang wanita yang memiliki hutang padanya. Dan Lusi tak bisa terima itu.


Dalam perjalan Lusi tampak menjatuhkan air matanya semua sulit untuk ia pahami dan ia cerna. Selain ia hanya mengikuti apa yang sudah menjadi garis takdir dalam hidupnya. Lusi pun tidak tahu apakah yang menjadi pilihannya benar atau salah untuk menikah dengan Gery.


Selama perjalanan...


Lusi yang terlihat lemas itu pun membuat Gery panik dan memparkirkan mobilnya ketepi jalan untuk membeli sesuatu.


"Kamu terlihat pucat, aku tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kamu harus makan dulu" kata Gery menatap Lusi yang keringet dingin dan pucat sekali.


Gery pun turun dan membeli bubur dipinggir jalan.


Gery kembali ke dalam mobil setelah ia mendapatkan bubur.


Gery memberikan air putih hangat dan bubur ayam yang ia beli dipinggir jalan. Bibir Lusi terlihat sangat kering saat kyu.


"Minumlah air hangat ini dulu, kamu lemas sekali Lusi" kata Gery.


Lalu Gery pun mengambil bubur yang ia beli dan bersiap untuk menyuapi Lusi.


"Aku bisa makan sendiri" kata Lusi lemah.


"Jangan kamu lemas aku suapi saja ya"


"Gak Gery, aku bisa" kata Lusi menolaknya.


"Lusi kamu adalah calon istriku kamu tidak perlu canggung kepadaku, kamu tidak perlu menolak. Sekarang kamu makan ya, aku suapi. tangan mu lemas" kata Gery yang tidak mau kalau keinginannya ditolak.


Lusi pun hanya terdiam dengan tatapan kosong.


"Makanlah ini, ayoo" ucap Gery yang menyuapi Lusi.


Gery pun perhatian pada Lusi yang saat itu terlihat lemas. Bubur yang panas itu pun tampak Gery tiupi agar Lusi tidak kepanasan saat menyantap nya.


Gery kali ini ingin memberikan perhatian yang lebih pada wanita yang dihadapannya kini. Gery ingin memberikan yang terbaik untuk wanita nya kini. Walau saat ini Gery tahu, dirinya harus berbohong mengatakan bahwa dia akan bercerai dengan Liana. Tapi itu tidak jadi masalah, yang paling penting baginya saat ini adalah Liana pun sudah setuju dengan pernikahan keduanya.


Saat itu..


Namun sebenarnya ada beberapa pertanyaan tentang siapa pria yang mengahadangnya saat pulang tadi..


Namun..


Gery tidak mau banyak bicara soal siapa pria yang ia temui barusan yang paling penting saat ini bagi Gery adalah Lusi, Lusi yang akan segara menjadi miliknya.


"Sekali lagi ya makannya sampai habis" kata Gery yang memberikan perhatian pada Lusi.


Lusi pun mengangguk.


Lusi pun menerima suapan demi suapan yang diterima.


"Nah begini makan yang banyak. Selesai makan kita akan temui Fabio" ucap Gery.


Seketika Gery pun tampak ingin mengelus perutnya Lusi. Namun Lusi menahannya, Lusi tahu mungkin Gery saat ini perhatian pada dirinya tapi Lusi merasa canggung bila ada pria lain yang menyentuh bagian dari dirinya. Meskipun tadi Lusi mau digendong namun tetap saja bukan berati Gery dengan mudah memegang setiap bagian yang Lusi miliki.


Gery pun tidak marah pada Lusi yang menahan tangan Gery untuk mengelus bayi dalam perutnya. Gery pun hanya menatap Lusi dengan penuh rasa haru dan juga cinta.

__ADS_1


"Kasihan bayi mu pasti dia kelaparan sekali didalam sana. Orang-orang itu tega sekali memperlakukan mu seperti ini" kata Gery berucap kesal.


Seketika ucapan Gery membuat bibir Lusi bergetar tanpa terasa air mata Lusi tumpah mengingat semua yang ia alami.


Gery pun menyapu air mata Lusi yang terasa basah di pipi. Gery tahu apa yang dirasa Lusi kali ini. Cobaan hidupnya yang mungkin terasa perih didalam hatinya.


"Sabar ya, sekarang kamu jangan takut lagi. Ada aku disini, tenanglah" ucap Gery memberikan tisu kepada Lusi.


"Terimakasih kamu sudah melepaskan ku dari sana" kata Lusi mengucapkan terimakasih.


"Kamu tidak perlu berterimakasih padaku, kamu sudah mau komitmen untuk menjadi istriku saja itu melebihi rasa terimakasih mu kepada ku" kata Gery.


Lusi pun terdiam...


"Sebelumnya ada yang aku ingin tanya" ucap Gery.


"Apa?"


"Mahar pernikahannya kamu mau apa?" Tanya Gery.


"Apapun itu terserah" jawab Lusi yang masih dengan suara pelan karena Lusi memang masih merasa lemas dalam tubuhnya


"Kamu harus menjawab"pinta Gery.


"Aku tidak pernah meminta apa-apa" jelas Lusi.


"Baiklah bagaimana kalau rumah dan mobil"


"Jangan itu terlalu mewah" kata Lusi.


"Lalu apa?"


"Baiklah besok aku tunggu jawaban dari kamu. Pernikahan kita seminggu lagi ya" ungkap Gery.


"Aku juga belum bicara soal pernikahan ini dengan ayah dan ibu. Aku bingung"


"Yang nikah kan kita bukan ayah dan ibu mu, kamu tidak usah ragu" kata Gery.


Lusi pun hanya mengangguk dan lalu terdiam.


"Pernikahan kita, kita langsungkan seminggu lagi ya" ucap Gery pada Lusi dengan tatapan dalam dan sangat dekat.


"Kenapa secepat itu" tanya Lusi.


"Takdir bisa merubah mu, seperti halnya perasaan kamu yang mungkin bisa berubah sewaktu-waktu. Aku hanya takut kamu berubah pikiran jika ditunda-tunda. Lusi itulah keinginan aku selama ini yaitu menikahi mu, sekarang sudah tidak adalagi yang menghalangi cinta kita" ucap Gery memegang tangan Lusi.


Lusi pun hanya terdiam dan tak banyak bicara soal hubungan pernikahannya. Bagi Lusi masih terasa aneh dan tiba-tiba.


"Kenapa kamu diam" tanya Gery.


"Aku bingung?" Ungkap Lusi.


"Mulai sekarang belajar untuk tidak bingung, kamu hanya perlu mencintai ku"


"Aku sebenernya belum siap untuk menikah lagi, aku masih setia dan cinta pada suamiku" kata Lusi.


"Ini adalah bentuk tanggungjawab ku"

__ADS_1


"Tanggung jawab apa?"


"Atas semua yang sudah kulakukan padamu"


Lusi pun hanya terdiam.


"Sejujurnya aku masih belum siap untuk melakukan hubungan badan, aku belum siap. Bagaimana kalau kita menikah nya sehabis aku melahirkan saja" ucap Lusi yang masih merasa tidak siap untuk tiduri oleh pria manapun apalagi dia masih sangatlah mencintai suaminya. Meskipun Lusi tahu saat itu dirinya sudah ternoda dengan Demian namun itu justru membuat Lusi semaki trauma dan tak siap menerima semuanya.


"Tapi kenapa?"


"Suamiku belum setahun meninggal perasaan ku pun masih teringat akan kepergiannya, aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjalani hari ku, aku belum siap untuk menikah lagi" ucap Lusi yang lalu menjatuhkan air matanya.


"Bagaiman kalau menikah nya setelah aku melahirkan, aku ingin sembuhkan luka ku dulu" pinta Lusi.


"Aku sudah katakan sifat mu bisa berubah, keinginan mu pun bisa berubah. Tidak seperti aku yang dari awal sudah mencintai mu, baiklah begini ini saja. Aku akan tiduri mu setelah kamu siap menerima. Atau paling lama nya setelah kamu melahirkan aku baru mencampuri mu, aku hanya tidak mau kamu pergi. Aku hanya inginkan kamu. Aku ingin memiliki mu Lusi, aku tidak mau diriku keduluan dengan pria lain lagi" kata Gery yang merasa itu adalah kesempatan emas bagi dirinya untuk menikahi Lusi yang ia tidak mau tunda lagi.


Dan bagi Gery pun bila bisa menikah hari ini juga, Gery ingin segera menikahi Lusi. Tanpa perlu menunggu seminggu lagi. Gery memang hanya ingin Lusi menjadi miliknya tidak peduli dengan cara apapun.


"Baiklah aku setuju bila ini kesepakatannya. Kamu baru campuri aku disaat aku benar-benar siap ya. Karena sejujurnya aku belum siap untuk menikah lagi" kata Lusi.


"Ya baiklah anggap saja aku setuju, walau sebenernya itu sulit tapi gapapa asal kamu mau menikah dengan itu lebih baik, ketimbang tidak sama sekali kan" ucap Gery tersenyum.


Gery pun hanya tersenyum saja, kalau ini ia harus komitmen atas ucapannya karena Gery yakin bila Lusi sudah menjadi istrinya, Lusi tidak akan bisa kemana-mana lagi selain bersama dirinya. Dan Gery yakin lambat laun Lusi pasti akan mencintai dirinya dengan tulus.


Setelah itu..


Lusi pun dibawa kerumah sakit untuk menemui putranya. Sampai dirumah sakit, dengan penuh keharuan Lusi melihat putranya yang tengah terbaring di rumah sakit. Lusi pun menangis melihat putranya yang sakit itu.


Lalu Lusi pun bertemu dengan ayah dan ibu nya dirumah sakit.


Lusi pun juga dipeluk oleh ayah dan ibunya.


Ayah dan ibu pun tampak sangat berterimakasih pada Gery yang sudah membawa putri nya kembali.


Lusi langsung menciumi sang putra yang memang ia sangat rindukan itu. Air mata haru penuh kerinduan itu pun tumpah saat ia kembali karena dapat memeluk sang putra dihadapannya kini.


"Maafkan mama yang meninggal kan mu sayang, mama rindu sekali padamu" ucap Lusi yang menjatuhkan air matanya.


Sang putra pun seolah tak mau melapaskan gengaman sang ibu.


"Mama mama" ucap Fabio yang sudah bisa bicara mama.


"Iya ini mama, mama janji gak akan pergi dari Fabio" kata lusi.


"Mamammama"


"Iya sayang"


Lusi pun yang masih lemas tak mampu menggendog hanya memangku nya saja sambil memeluknya.


Gery pun tampak tersenyum melihat Lusi yang kini sudah kembali berkumpulnya dengan keluarganya.


Gery pun juga mencium Fabio sebagai bentuk ia juga mencintai putra dari calon istrinya itu.


Dalam buaian sang ibu tanpa terasa balita berusia satu tahun itu tertidur dalam dekapan sang ibu sambil duduk.


Gery tersenyum melihat antara ibu dan anak itu. Sesekali Gery memberikan belaian halus kepada pundak Lusi dan pipi Fabio yang menggemaskan.

__ADS_1


Gery sangat bahagia karena nantinya ia dapat menikahi sang wanita pujaan hatinya, berikut dengan putra kecilnya yang tampan dan lucu.


Gery pun juga sangat tak sabar untuk segera menikahi wanita yang kini di dekatnya, dan ia tidak peduli sekalipun Lusi punya persyaratan yang menurut nya tidak masuk akal. namun bagi Gery itu tidak masalah asalkan dapat menikahi Lusi secepatnya.


__ADS_2