
Lalu semua mata pun seolah mengarah kepada Lusi, yang Lusi dianggap telah merebut kekasih orang lain yakni Erika.
Erika memang mempunya keponakan yang bekerja di kantor milik Hilman namanya Mega Sari, ya rupanya Erika memberitahu kepada Mega dan Mega seolah mendukung Erika dan tak suka pada Lusi yang sudah dianggap merebut kekasih dari tantenya.
Karena logikanya jika tantenya dapat menikah dengan Hilman itu artinya Mega akan menjadi orang yang disegani karena memiliki om sebagai pemilik perusahaan.
Saat kedatangan Lusi bersama Hilman pun tentu tak disambut baik apalagi Lusi yang dianggap karyawan baru dan berani-beraninya merebut kekasih orang.
Lusi pun saat itu kembali melakukan aktivitasnya ditempat kerjanya, dan sementara Hilman masuk ke ruangannya.
Namun pada saat Lusi baru masuk kantor benar saja ada Mega yang memang bekerja sebagai pegawai admin namun beda ruangan seolah tak terima akan hal itu.
"Wow hebat banget ya, anak baru aja udah main tikung aja gak lihat-lihat lagi" kata Mega seolah menyindir Lusi yang baru saja datang.
"Buseet jam berapa ini Lo berapa datang, eh mending Lo pulang aja deh gak usah kerja daripada kerja cuma jadi benalu doang disini" kata Mega yang langsung berbicara menyindir tanpa melihat Lusi sama sekali tapi Lusi tahu jika Mega jika menyindir Lusi.
"Oia kelakuannya aja kalem tapi aslinya bengal, hah!!! Jaman sekarang itu ya, gak bisa kita lihat cover. Covernya aja yang bagus tapi aslinya busuk alias lontte" kata Mega tertawa. "Hahahaha"
Lusi pun yang tadinya duduk dan sedang merapihkan mejanya sontak saja berdiri dan melihat tajam ke arah Mega yang tidak tahu kedatangannya untuk apa.
Lalu Lusi berdiri didepan Mega, meski Mega seolah masih tak peduli pada Lusi yang sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan sinis.
"Maksudnya apa ini, hah???" Kata Lusi kesal.
__ADS_1
Jelas Lusi tidak terima saat itu, Lusi tidak marah jika disindir sebagai perebut kekasih orang tapi Lusi kesal jika dirinya disebut sebagai *****.
"Siapa yang lontee!!!!" Kata Lusi menatap tajam ke arah Mega.
"Siapa?? Kata Lo Siapa?? Punya kaca gak sih Lo dirumah, kalau punya kaca tuh dipake, yang lontee itu elo!!!! Cewek murahan dasar *****!!!!" Ucap Mega melotot sambil menghina.
Lalu tamparan tampak mendarat ke pipi Mega saat itu.
Pplllaaakkkk....
"Berani nya lu tampar gue" kata Mega kesal pada Lusi yang telah menampar dirinya.
"Iya jelas berani!!!!"
"Kenapa sih kalian ini" tanya Tasya dan Pak Dito selaku menanger disana.
Mereka berdua pun dipisahkan saat itu.
"Lusi yang berani tampar saya pak" kata Mega.
"Pak saya tampar karena dia sebut saya lontte pak!!" Kata Lusi yang juga kesal.
"Jelas kamu *****, kamu sudah tidur kan dengan pak Hilman apa itu namanya kalau bukan *****"
__ADS_1
Lalu semua mata pun seolah tak percaya dan kaget dengan ucapan Mega yang mengatakan hal itu.
"Kamu jangan umbar aib orang sembarangan" sanggah Lusi.
"Logikanya aja nih ya pak, baru tiga hari kerja gak Ampe seminggu gitu. Udah pulang bareng makan bareng datang telat dan sekarang tampilannya aja rambut udah pirang kaya gitu"
Lusi pun kesal dengan ucapan Mega saat itu. Lusi seperti sulit membalikan ucapan Mega yang memang ucapan Mega benar semua mau marah pun semua memang kenyataannya begitu dan Lusi hanya bisa terima.
Lusi tidak menyangkal semuanya.
"Lalu mau kamu gimana? Semua yang kamu tuduhkan semua benar tapi aku bukan wanita murahan aku punya harga diri, aku juga gak jual diri, memang aku pernah sekamar ama pak Hilman tapi jujur aku gak pernah begituan sama dia. Dan aku pun bisa apa kalau pandangan buruk kalian ke aku begitu" ucap Lusi pasrah dan lelah dengan pertikaian.
"Ya jelas dasar cewe muna!!!"
"Dan sekarang jujur aku sebenernya sudah bertunangan sama pak Hilman" ungkap Lusi.
"Apa???"
"Apa??"
Semuanya pun tampak kaget Lusi yang baru kenal Hilman tahu-tahu sudah tunangan dengan pria yang nomer satu dikantor dan kini menjadi tunangan Lusi.
Tiba-tiba Hilman datang dan memberikan pernyataan.
__ADS_1
"Dia adalah tunangan saya kenapa?? Ada masalah " ucap Hilman dengan tatap serius kepada karyawannya.