Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Will you marry me?


__ADS_3

Lalu setelah itu Lusi dan Rian pun kembali ke rumah. Setelah ia membongkar kasus itu semua. Lusi pun tampak menatap suaminya selama perjalan.


"Kamu bisa tahu semua itu darimana?" Tanya Lusi.


"Gampang aja" ucap Rian.


"Terus tanggapan kamu buat temen kamu gimana tuh, yang ternyata gak sebaik itu"


"Ya bagaimana, semua orang tak ada yang sempurna. Aku hanya berharap dia akan berubah. Entah suatu saat nanti, atau kapan yang penting berubah" ucap Rian sembari tersenyum.


.


.


.


.


Sementara itu, terlihat Marisa yang duduk bersama papanya. Dan terlihat Gery yang duduk sedang melihat ke arah papanya juga.


"Untuk saat ini. Papa akan beri kamu hukuman. Kamu tidak boleh tinggal disini Gery. Dan papa juga akan menarik fasilitas yang sudah papa berikan"


"Nanti Gery akan jadi gembel dong pa?"


"Itu hukuman kamu"


"Baiklah terserah papa saja" Gery pun tampak keluar. Dan marah, ia marah karena kini semuanya orang sudah tahu tentang keburukannya.


.


.


.


.


.


Sementara itu.....


Kita kembali lagi, bersama Lusi dan Rian.


Terlihat Lusi dan Rian yang menyiapkan makan siang bersama suaminya. Tiba-tiba saja Juna datang.


"Ada apa Jun?" Tanya Lusi.

__ADS_1


"Marisa ada?"


"Hem, dia udah balik kerumahnya, mending kamu ke rumahnya"


"Oke" Juna pun pergi.


Lalu Juna pun datang menemui Marisa dirumahnya. Dengan pergi membawa seikat bunga. Dan coklat untuk Marisa. Namun Marisa masih terlihat ketus dan jutek pada Juna yang karena rasa cemburu pada Lusi.


"Aku datang memberikan ini untuk kamu" ucap Juna memberikan hadiah.


"Gak usah, gak menarik"


"Apa yang membuat kamu tertarik?"


"Gak ada"


"Apakah itu cinta. Jika iya aku akan kasih semuanya buat kamu"


"Bukan cinta? Kalau emang kamu cinta sama aku. Kenapa kamu pegang tangan Lusi"


"Jadi karena itu, aku gak sengaja pegang tangannya. Percayalah hanya kamu yang saat ini menjadi pengisi ruang hati aku"


"Semua cowok emang cuma bisa gombal"


Marisa pun menatap Juna lekat. Penuh dengan perasaan kali ini.


"Apa kamu serius..."


"Aku serius, kalau kamu mau besok kita menikah pun aku siap"


Marisa pun tampak tersenyum.


"Tapi aku cacat apa kamu siap"


"Selama hati kamu utuh, tak ada yang salah dalam diri kamu Marisa"


Marisa pun tampak tersenyum kembali. Dan memeluk Juna.


Beberapa hari kemudian....


Malam ini adalah malam yang indah dibawah langit malam yang dipenuhi bintang. Saat malam itu pula Juna mengajak Marisa untuk makan malam bersama. Dibawah lampu yang indah, dan bintang-bintang tampak Lusi yang dari kejauhan melambaikan tangan pada Marisa. Lusi tampak menyayikan sebuah lagu yang berjudul "Can't Help Falling in Love” sebetulnya Lusi sudah dilarang menyanyi lagi oleh suaminya kalau dengan alasan cari uang. Tapi kalau hanya untuk sesekali dan menyalurkan hobi Rian masih memperbolehkan. Kali ini Lusi datang dengan waktu dan moment yang paling spesial dalam hidup Juna. Juna sengaja kali ini Lusi yang menyanyikan lagu tersebut.


Sambil bernyanyi, tampak Juna dengan pakaian rapi jas dan kemeja putihnya. Memberikan sebuah cincin pada Marisa. Marisa pun sontak kaget melihat Juna. Dengan senyuman yang merekah Juna pun memberikan dan mengatakan.


"Will you marry me"

__ADS_1


Marisa pun tampak melihat sekeliling. Terlihat Rian tersenyum melihat Marisa. Dan Lusi pun tampak tersenyum juga.


Lalu Rian pun tampak menghampiri sang istri yang terlihat anggun dan mencium keningnya. Rian begitu terlihat mencintai Lusi. Lusi pun juga sama.


Saat itu juga Marisa merasa jika semua harapan dan cita-citanya dulu tentang cara memiliki Rian harus sirna. Ya, cinta memang tidak bisa dipaksakan. Rian adalah tujuannya dulu. namun takdir dan perkara cinta Allah maha tahu apalagi perihal jodoh. Kita harus menerimanya siapapun jodoh kita. Dan jika ternyata dia adalah Juna.


Dan beberapa menit Marisa pun langsung tersenyum. Dan mengatakan "iya, aku mau"


Semua pun tampak senang tanpa terkecuali.


Dengan cepat Juna pun memeluk Marisa.


"Sudah ya, kamu jangan cemburu lagi sama Lusi. Aku sudah move-on dari dia. Kamu adalah satu satunya wanita yang aku cintai" ucap Juna.


Lusi pun tampak menghampiri.


"Selamat Juna. Gak jomblo lagi. Dan langsung nikah aja ya" ucap Lusi tersenyum.


Dan Lusi pun tampak memberikan sebuah hadiah.


"Apa ini" tanya Marisa.


Lusi pun berjongkok dan membuka hadiah itu yang berada didalam Tote bag. Yang ternyata isinya kaki palsu.


"Aku bukan maksud menghina atau merendahkan. Hanya saja kaki ini aku harap bisa berguna untuk kamu. Memudahkan kamu untuk pergi kemana-mana. Aku harap ini bisa bermanfaat buat kamu" ucap Lusi memasangkan kaki palsu untuk Marisa.


Marisa pun mencium pipi Lusi.


"Ini pasti sangat bermanfaat. Dan ini juga tanda cinta dari kamu buat aku. Aku meminta maaf untuk semua yang sudah aku lakukan" ucap Marisa.


"Ya gak apa-apa. Aku pun juga meminta maaf untuk semuanya" ucap Lusi.


"Dan untuk lu Jun. Jaga baik-baik sahabat gue" ucap Rian pada Juna.


"Baik, pastinya" jawab Juna.


....


Setelah itu, Lusi pun pulang bersama suaminya. Sementara Juna dan Marisa masih makan malam bersama.


Namun saat diparkiran. Tiba-tiba saja ada sekelompok pria yang tak dikenal menghampiri. Dan menarik Rian lalu menghajar habis-habisan.


Lusi yang ingin menolong pun tidak bisa karena sebilah pisau ditodongkan dilehernya. Setelah Rian terkulai lemas dengan keadaan tak berdaya. Mereka pun meninggalkan Rian begitu saja. Lusi pun tampak menangis dan meminta tolong...


"Tolong..... Tolong ....." Teriak Lusi sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2